Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 39


__ADS_3

"Mas stop! Jangan dicandain mereka lagi, kasihan loh anaknya Mama yang ganteng dan cantik nya paripurna," tampik Dewi yang ingin tertawa terbahak-bahak melihat suaminya yang beraktingnya.


"Ma cuekin saja Papa sama adik, itu urusan laki-lak loh!i" sanggahnya Zahrah.


Dewa tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan putrinya yang sok dewasa.


"Ma kami serius nih bertanya apa sudah ada calon dede bayi kami?" Tanya Zahrah yang mulai serius.


Dewa tersenyum sumringah di hadapan anak-anaknya," syukur Alhamdulillah… insyaallah kalian akan segera memiliki adik nak," jelasnya Dewa sambil mengelus perut Istrinya yang sudah mulai buncit.


"Serius Pa?" Tanyanya Zahrah yang sedikit kurang percaya dengan perkataan dari papanya itu.


"Papa sangat serius Nak, mana mungkin papa ngerjain kalian kalau masalah seperti ini, kalian harus patut bahagia karena akan memiliki dua orang adik sekaligus," ungkap Dewa.


"Hore aku akan punya adik kembar lagi!!" Teriaknya Zacky yang sangat bahagia setelah mengetahui jika mamanya sudah hamil, Zack sambil jingkrak jingkrak di atas ranjangnya dan membuat Neneknya Nyonya Sinta kaget dan segera ke kamar cucunya.


Nyonya Sinta mendorong pintu kamar kedua cucunya, "Ada apa nih sayang kok ribut banget sih??" Tanya neneknya yang keheranan dengan melihat tingkah laku kedua cucunya tersebut.


Si kembar tanpa aba-aba langsung berlari ke arah Neneknya," Nenek!! kami akan segera punya adik loh Nek," tuturnya Zahrah Saldana Almairah.


Bu Sinta tersenyum,"Alhamdulillah kalau gitu sayang, Nenek ikut turut berbahagia mendengarnya, sini hpnya Nenek mau bicara sama Mama kalian," pintanya Bu Sinta.


"Kasih nenek handphonemu, nenek mau bicara sama papa dan mama kalian," ujarnya Dewi dari seberang telepon.


Zacky segera mengulurkan tangannya ke arah Neneknya.


"Assalamu alaikum Ma," ucap salam Dewa dan Dewi barengan.


"Waalaikum salam Nak, apa benar yang dikatakan mereka kalau kamu hamil nak?" tanya Bu Sinta yang ingin memastikan bahwa kebenaran berita gembira itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah Ma, aku masih diberi kepercayaan dan amanah untuk hamil lagi," timpalnya Dewi.


"Alhamdulillah kalau gitu nak, sudah berapa bulan kandunganmu??" Tanya Bu Sinta yang semakin penasaran.


"Alhamdulillah sudah jalan empat bulan Ma," jawab Dewi yang tersenyum tipis.


"Berarti kamu sudah hamil sewaktu masih di sini sayang? Benar gak tebakannya Mama?" tanya Mama Sinta.


"Iya ma, tapi Dewi tahunya pas sampai di sini," kilahnya Dewi yang sengaja menutupi kebenarannya agar Mama mertuanya tidak ngomel-ngomel.


Dewa sama sekali tidak melepaskan pelukannya dari Istrinya.


"Ingat banyak istirahat sayang, jangan banyak gerak dan fikiran yah, makan makanan khusus ibu hamil dan kamu harus rajin minum susu," pesan Mama mertuanya Bu Sinta yang mengetahui kalau Dewi jika hamil pasti susah untuk minum susu.


"Insya Allah Mama.." sahutnya Dewi sambil tersenyum manis ke arah mertuanya.


"Ingat Dewa! istrimu lagi hamil jangan macam-macam cukup satu macam saja yah, harus belajar sabar dan menahan itunya," nasehat Bu Sinta.


"Ingat baik-baik Jika sampai terjadi sesuatu sama Dewi dan calon cucu Mama, kamu yang akan menanggung akibatnya!!" Ancamnya Mama Sinta yang seakan-akan berada di samping anaknya.


"Ihh mama kenapa sih gak mau percaya sama Dewa, ini kan calon bayiku Ma tidak mungkin aku sakiti Mama!" Sanggah Dewa.


"Aku tahu kamu kalau masalah yang satu itu susah untuk kamu tahan kalau dekat-dekat dengan Dewi," sarkas Bu Sinta yang membuat Dewinta tertawa.


"Delia ingat jangan terlalu dekat dengan suamimu bahaya loh Dewi harus pintar jaga jarak," kelakar Bu Sinta.


"Iiihh Mama emangnya aku seorang predator kali jadi Dewi harus waspada dan mengjauh dari saya," tuturnya Dewa yang ikut bergurau bersama dengan Mamanya tercinta.


Mereka berbincang-bincang melepaskan kerinduan mereka. Canda tawa menghiasi kamar mereka. Zack dan Zahrah kadang berebut handphone untuk berbicara dengan orang tuanya. Nyonya Sinta pun tidak mau kalah yang selalu mewanti-wanti putra sulungnya itu untuk tidak menyentuh Dewi selama istrinya dalam kondisi hamil muda. Sambungan telpon pun tertutup dan Dewi segera meminum obat dan vitamin yang diresepkan dokter untuknya.

__ADS_1


Hari-hari pun berlalu dan tak terasa mereka sudah sebulan di Korea Selatan tepatnya di Seoul. Dewa sibuk dengan aktivitasnya sedangkan Dewi tidak ijinkan untuk beraktivitas berat apa pun dengan alasan apapun juga.


Dewi merasa sangat bosan karena setiap dia bergerak pasti assisten rumah tangganya segera membantunya. Ia seperti orang yang penyakitan saja, padahal Dewi itu tipe perempuan yang tidak suka berdiam diri. Dia hanya diijinkan untuk jalan-jalan biasa Saja di belakang rumah sambil menghirup udara segar.


Hari ini Dewi meminta ijin kepada Dewa untuk ke Mini market. Dewa segera menghubungi Kim adik sepupunya untuk menemani dan menjaga Dewi selama di luar.


Dewi Ingin belajar memasak makanan khas Korea Selatan. Dia memanfaatkan kesempatan ini selama ia masih di Korea. Dewinta Ingin belajar memasak dari uncle Park Kim Jung.


Dewi diantar oleh Kim dan uncle Park ke Mini market terbesar dan terlengkap yang ada di Kota Seoul. Swalayan tersebut milik saudaranya Tuan Besar Rama sekaligus miliknya Dewa juga.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…...


__ADS_2