
"Kalau begitu aku permisi dulu yah, moga kamu segera sehat jadi bisa datang di acaraku nanti," ucap Rangga sebelum meninggalkan rumah Rina.
Baru beberapa langkah kaki Yudi meninggalkan rumah Rina, seseorang dosok perempuan turun dari Mobil yang dipakai Rangga. Sinta semakin dibuat shock setelah melihat perempuan itu. Ternyata Rindu yang dimaksud dalam Isi undangan itu adalah cewek yang baru bekerja selama tiga tahun di perusahaan sinopec group.
Yudis tidak habis pikir kenapa Yudi tega melakukan ini semua kepadanya. Air mata yang sudah lama ia tahan akhirnya Jatuh juga membasahi pipi putihnya. Sinta terisak dalam diamnya. Hal itu tidak luput dari penglihatan mama Siti. Mamanya pun ikut bersedih melihat putri semata wayangnya yang bersedih.
Setelah kepergian Yudistira dari rumah Sinta, hujan pun turun dengan lebatnya. Seakan-akan hujan itu mewakili perasaan dia yang hancur berkeping-keping. Rina hanya bisa menangis tersedu-sedu meratapi nasib percintaannya.
Pria yang seharusnya menjadi calon pengantin dihari pernikahannya sekarang akan menjadi calon pengantin pria dari wanita lain. Sinta Ismayanti Rajab ingin berteriak kencang melampiaskan kegalauan hatinya. Tapi Itu tidak mungkin ia lakukan karena kedua orang tuanya masih berada di rumahnya.
"Ya Allah kuatkan lah hati ini dan berilah aku kesabaran," batinnya Sinta sambil menghadap ke atas menatap hujan yang enggan untuk berhenti membasahi Bumi.
Hati Ibu mana yang tidak sedih dan sakit jika melihat kondisi dari anak kandungnya yang sedang dirundung kemalangan. Hanya air mata yang bisa mewakili seluruh isi hati Bu Risna setelah mengetahui kalau anaknya sudah tidak perawan lagi.
Tapi Bu Risna tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di hadapan puterinya, agar Sinta tidak bertambah sedih. Sinta memutuskan untuk Ijin cuti selama satu bulan dari tempat kerjanya.
Ia benar-benar ingin merehatkan fisik,raga dan perasaannya. Satu minggu kemudian, bertepatan dengan hari pernikahan Yudistira Rangga Perkasa dengan tunangannya yang bernama Rinjani. Sintaa segera mengirim chat kepada ke dua sahabatnya yang kebetulan mereka memiliki grup khusus yang anggota grupnya hanya mereka bertiga saja.
"Assalamualaikum," Chat yang dikirim Rina masih bertanda centang dua.
Sepertinya Dewinta dan Gauri Candra Kirana Larasati masih sibuk mengurus anak-anak dan suami mereka. Sinta masih menunggu balasan chatnya sambil menikmati secangkir teh hangat dan pisang goreng buatan mamanya.
__ADS_1
"Nikmat mana lagi yang engkau dustakan," Gumamnya Sinta sambil menyantap pisang goreng itu.
Handphone Rina yang ada di atas meja pun bergetar pertanda ada chat yang masuk. Rina bergegas mengambil handphonenya segera membaca pesan yang masuk.
"Waalaikum salam Sinta," balasnya Dewi.
"Waalaikum salam Sin, tumben loh gak nelpon biasanya loh kan yang paling males untuk mengetik," gurau Dewi.
Sinta langsung menelpon ke dua sahabatnya, "Iya, ada apa nih nelpon kami?" tanya Gauri yang suaranya agak serak karena baru bangun dari tidur siangnya.
"Gauri! kamu itu yah dichat protes, ditelpon masih tetap saja protes, jangan-jangan kamu belum dikasih uang jajan yah sama suami loh," pungkasnya Dewi yang tersenyum penuh arti dibalik handphonenya.
"Kalian masih mo lanjut candaannya atau Aku tutup dulu telponnya?" Gerutu Rina yang sudah kesal dengan ulah ledua temannya.
Dewi tertawa terbahak-bahak, "Sinta merajuk, Sinta merajuk," kelakarnya Dewi lagi.
"Betul… betul.. betul.." timpalnya Gauri.
"Kalian bakat juga yah, kalau gitu gantiin daja sono si kembar botak itu yang sampe kiamat pun gak bakalan tumbuh rambutnya," ketusnya Sinta yang semakin jengkel.
"Heran aku, sudah diijinin cuti beberapa hari, tapi kok sengsian yah, jangan-jangan lagi PMS yah Sin?" Candanya Dewi yang semakin tertawaa terbahak-bahak.
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
I love you all Readers…...
__ADS_1