Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 8


__ADS_3

Dewi mencium sepintas bibir suaminya itu dengan penuh kelembutan. Sedangkan Dewa hanya tersenyum menanggapi ciuman itu.


"Kamu sudah mulai berani Yah, bersiaplah sayang karena sesampainya kita di Korea aku tidak akan memberi waktu kamu untuk beristirahat," gumamnya Dewa.


Dewinta yang mendengar gumaman suaminya itu spontan menyadarkan kepalanya ke pundaknya Dewa yang masih setia mengemudikan mobilnya yang hanya menanggapi dengan senyuman perkataan suaminya tersebut.


Sekitar kurang lebih satu jam perjalanan yang mereka tempuh hingga sampai di rumahnya. Setelah adzan shalat dhuhur berkumandang. Mereka berdua tidak langsung pulang ke rumahnya setelah dari kediaman utama David Hermansyah Wijaya.


Dewa menyempatkan dirinya untuk singgah ke makam oma Ester Warren dan tidak lupa untuk mengunjungi ayahnya di rumah sakit yang sudah berbulan-bulan mengalami koma. Dewa memarkirkan mobilnya di depan taman makam umum khusus keluarga besar David Hermansyah Wijaya.


Dewa sebelum ke TPU, ia singgah terlebih dahulu untuk membeli berbagai macam jenis bunga mawar. Semasa hidupnya oma Ester sangat menyukai dengan semua jenis bunga mawar.


Karena itu lah Dewa memutuskan untuk membeli semua bunga mawar yang ada di toko bunga langganannya. Dewa memarkirkan mobilnya tepat dibelakang mobil pemilik toko bunga langganannya.


"Siang Ibu," sapanya Dewa kepada pemilik Toko bunga langganannya itu.


"Siang Tuan Muda, silahkan masuk Nak," Jawab salam Ibu pemilik Toko Bunga langganannya yaitu ibu Liana.


"Ibu aku mau pesan semua jenis bunga mawar yang ada di Toko ibu masing-masing 1 buket bunga yah Bu," pinta Dewa kepada pemilik Toko Bunga.


"Siapa nak, tumben pesan bunga banyak-banyak nak, seingat ibu terakhir setahun lalu yah kamu pesan Bunga sebanyak ini" Tanya ibu Liliana Kepada Arya sambil menyiapkan pesanan Arya.


"Ibu masih ingat yah, Aku kira ibu sudah lupa" Jawab Arya sambil cengengesan.

__ADS_1


"Ibu kan belum pikun Nak, jadi tentunya ibu masih sangat ingat, bahkan wajah Nak Arya watu pesan bunga waktu itu masih ibu ingat jelas loh" ucap ibu Liliana.


Karena Delia menunggu lama di Dalam Mobil, Delia memutuskan untuk masuk dan menyusul Suaminya.


Delia menghampiri Suaminya yang sedang asyik bersenda gurau dengan pemilik Toko Bunga itu.


"Siang ibu" Salam Delia.


Arya dan ibu Liliana sama-sama menoleh ke arah pintu yang terbuka dan menampilkan sosok Delia.


"Siang juga Nak, apa ada yang ibu bisa bantu??" Tanya ibu Liana.


"Masuk sini Sayang" ucap Arya.


"Apa cewek cantik ini istrimu Nak Arya??"


"Iya ibu, betul sekali yang ibu bilang, inilah cewek yang berhasil menjungkir balik kehidupan seorang Dewa Dirgantara Hermansyah," tuturnya Dewa smbil berjalan ke arah Dewi dan langsung memeluk posesif tubuh istrinya.


"Kamu sangat pintar memilih istri Nak Dewa, kalau menurut ibu sesuai yang ibu lihat istrimu ini tidak hanya wajahnya yang cantik tapi hatinya juga harus cantik," timpalnya ibu Liana memuji Dewi.


"Makasih banyak ibu, ibu terlalu melebih-lebihkan," sanggah Dewi sambil mencium punggung tangan ibu Liana.


"Ibu tidak pernah berbicara tidak sesuai dengan kenyataan loh Nak," sahutnya Ibu Liana.

__ADS_1


"Alhamdulillah makasih pujiannya ibu, apa yang ibu katakan sangat benar adanya, dan aku sangat setuju dengan perkataan ibu," imbuhnya Dewa.


...****************...


 


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…..


__ADS_2