Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 75


__ADS_3

"Sudahlah dek, kalau sudah selesai mereka pasti kesini kok tidak akan pergi kemana pun dan ninggalin kita, jadi kamu jangan takut, okey!" Bujuknya Nakula yang tidak mau ambil pusing dengan kedu orang tuanya.


"Tapi kak..." ucapan Michelle belum selesai Nakula secepatnya menyela perkataan dari Michelle.


"Mereka bukan anak kecil adek, mereka sudah besar pasti mereka tahu apa yang mereka lakukan," sanggahnya Nakula yang sangat menikmati menu makan siangnya.


Michelle akhirnya tidak banyak tanya lagi dan kembali melanjutkan makannya dan lebih memilih diam dari pada mendengar perkataan judes dari Nakula Sadewa.


Sedangkan di tempat lain yang masih ada di dalam ruangan itu, ada dua anak manusia yang melakukan aktifitas yang tidak boleh mereka lakukan tapi, karena adanya pihak ketiga yang membuat mereka menikmati kegiatannya.


Bima bagaikan seorang yang haus akan belaian dan sentuhan dari tangan dan jari lentiknya Zameera perempuan yang sudah memberikan ia seorang anak. Sedangkan Emilia yang sangat menikmati permainannya yang sudah bertahun-tahun yang tidak pernah lagi ia lakukan.


De sa han, dan deru nafas mereka memenuhi toilet tersebut, dengan berbagai gaya dan pose mereka pilih untuk sama-sa saling menyalurkan perasaan yang ada. Beberapa saat kemudian, mereka masing-masing sudah mencapai puncak kenikmatan surga dunia.


"Kak, seharusnya kita tidak boleh melakukan hal ini," kilahnya Zameera yang sambil membersihkan tubuh dan wajahnya dengan mengunakan tissue karena tidak membawa perlengkapan mandi saat itu.


"Iya, sayangku tapi maafkan Abang yang tidak bisa mengontrol diri ini jika melihat tubuhmu yang selalu membuat Abang tergila-gila dan mabuk kepayang," tuturnya Bima Sakti Aryaduta Mandala sambil memakai pakaiannya.

__ADS_1


"Apa kita akan seperti ini terus Kak, dan sampai kapan? Aku tidak sanggup seperti ini terus bermain kucing," ketusnya Zameera.


Adrian langsung memeluk tubuh Zameera dari arah belakang karena posisi Zameera yang sedang menghadap cermin untuk memasang hijabnya.


"Kita pulang ke Indonesia dan menemui Mama dan papa kamu untuk meminta restunya apa pun yang terjadi aku akan memperjuangkan cintaku padamu," tegasnya Bima.


"Tapi Aku sangat takut Kak, gimana kalau Mama Liana dan Papa Lubis marah dan tidak merestui hubungan kita malah akan memisahkan kita lagi Abang!" Tampiknya Zameera yang kembali meneteskan air matanya.


"Kalau paman dan Tante aku akan berusaha untuk meyakinkan mereka tidak memberikan restunya kita datangi saja Paman Wijaya, gimana?" Usulnya Bima.


"Gimana kalau kita menikah saja dulu, minta restu nya nanti saja, kalau kita sudah nikah mau tidak mau mereka pasti memberikan restunya, karena hanya itu jalan terakhir yang bisa kita tempuh dan lakukan," usulannya Bima Sakti.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra

__ADS_1


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2