
"Nyonya Besar Ester tahu kabar bahagia itu dari uncle tapi kami merahasiakan hal itu dari orang lain, karena kami tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu dan ibumu, Bu Ester pun mengirimkan uang setiap bulannya ke rekening uncle Park dan uncle Park yang bertugas untuk mentransfer uang itu ke rekening ibumu Tapi hal itu hanya berlangsung selama beberapa bulan saja, karena Tuan Hans mengetahui keberadaan dari ibumu jadi Oma Ester terpaksa menghentikan kirimannya untuk biaya hidup kalian," ungkap uncle Jung.
"Apa ayahku tidak pernah datang ke Indonesia Paman?" Tanyanya Dewi.
Uncle Kim Jung tidak bisa menjawab pertanyaan Dewi karena sangat sedih jika paman mengingat kejadian itu.
Panan Park Kim Jung sangat bersedih dan menyesali dengan semua yang telah menimpa nasib rumah tangga adik angkatnya Diana Nasution Rahman Hendrawan.
Pak Kim Jung tidak habis pikir kenapa Tuan Besar Hans tega melakukan hal itu semua, hanya karena cinta dan ibsesinya dari puteri pertamanya membuat Tuan Hans tega tanpa hati nurani dan perasaan melakukan hal yang diluar jangkauan nalar mereka yang menyadari hal tersebut.
Pak David saudara kembarnya Pak Daniel tidak mengetahui kejadian yang terjadi di dalam keluarga besarnya yang ada di Korea Selatan. Karena semasa mudanya David besar dan menetap di luar negri jauh dari kehidupan semua keluarganya hingga menikah pun ia masih di luar negri bersama istri dan juga anak kembarnya.
David dan keluarga kecilnya menetap dan hidup di luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya sedangkan Daniel lebih memilih untuk menyelesaikan perkuliahannya di Korsel.
Karena itu lah, David tidak pernah bertemu atau pun tahu kehidupan adik kembarnya sedikit pun, kalau adik kembarnya telah menikah dengan seorang wanita yang berasal dari Indonesia tanah kelahiran kakeknya ayah dari Tuan Wijaya.
Dewi tidak bisa menerima semua kenyataan ini dengan mudahnya. Ia kembali teringat sewaktu dia masih kecil. Bahkan sering mendapatkan bullyan, hinaan dan ejekan dari teman sebayanya baik dari sekolah maupun temannya di sekira Lingkungan rumahnya.
__ADS_1
"Dewi sabar Nak, Paman sangat tahu apa yang terjadi padamu dulu dan itu sangat wajar," sahutnya Pak Jung.
Dewi sering sekali mendengar kata-kata yang mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kemiripan dengan bapaknya Pak Gunawan. Bahkan pernah ada yang mengejeknya kalau Dewi anak haram dari laki-laki lain. Mereka mengatakan seperti itu karena matanya Dewi yang sipit seperti keturunan Tiongkok sedangkan Bapaknya matanya sedikit belo.
Hal itu tidak pernah ia utarakan kepada Ayah maupun Ibunya. Karena Dewi kecil tidak mau memberikan beban pikiran ataupun masalah kepada Ayah dan ibunya. Cukup dia yang mengetahui hal tersebut dan dia pendam dalam lubuk hatinya yang terdalam.
Dewi akan menumpahkan segala gunda gulananya dan menangis tersedu-sedu dibalik selimutnya. Bahkan ia pernah menangis di toilet sekolahnya setelah mendengar beberapa cemoohan dari beberapa teman sekolahnya.
Tapi saat itu Dewi memiliki teman baik namanya Rian dan Rita. Rita dan Rian selalu berada di garis paling depan, jika Dewi mendapatkan bullyan dari temannya.
Tapi suatu hari tanpa sengaja Ayahnya mengetahui kalau Dew dihina oleh teman sepermainannya. Waktu itu Ayahnya baru pulang dari kota dan tidak sengaja mendengar dan melihat langsung kondisi putri sambungnya saat dihina.
"Apakah jika seorang anak yang tidak mirip dengan ayahnya dikatakan anak haram?? sungguh sempit pemikiran dan picik hati kalian!" Ketusnya Pak Gunawan.
Pak Gunawan segera memeluk puterinya yang sudah menangis, "Tenang yah sayang, kamu itu adalah anak Ayah apa pun yang terjadi dan sampai kapan pun kamu tetap anak Ayah hingga ayah sekalipun telah tiada," bujuk Pak Gunawan sambil berusaha menenangkan anaknya.
****************
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…...