
Dewi diam dan berfikir sejenak untuk mencari cara untuk menyampaikan keinginannya.
"Kok diam saja sayang, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Dewa yang kebingungan melihat Dewi yang tiba-tiba terdiam..
"Aku baik-baik saja kok Mas, aku hanya ingin makan masakan Mas," jawabnya Dewi yang malu-malu.
Dewia heran dengan keinginannya yang ingin makan masakan buatan suaminya, Karena menurutnya, dia sudah keguguran dan tidak mungkin merasakan ngidam lagi. Dewa belum menyampaikan kebenarannya kepada Dewi, Dewa menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan kebenarannya.
Dewa berdiri dari duduknya lalu mendekati istrinya, "Apa kamu butuh sesuatu atau ada yang sakit, coba beritahukan sama aku sayang bagian mana yang sakit??" Tanya beruntun Dewa yang sangat khawatir dengan kondisi dari istrinya itu..
"Alhamdulillah tidak ada yang sakit kok Mas, aku baik-baik saja, apa lagi melihat wajah Mas aku semakin sehat dan baik saja," jawab Dewi mencoba untuk tetap tersenyum walaupun di dalam hatinya bagaikan diremas-remas.
Dewa tersenyum tipis kearahnya Dewi, "Serius Sayang, kamu baik-baik saja, atau kakak panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan kamu??" tanya Dewa yang sedikit tidak percaya melihat dari mimik wajahnya Dewi langsung.
Dewi berusaha untuk memaksakan senyumannya, "Aku hanya ingin minum Mas, haus banget," jawabnya Dewi sambil menyentuh bagian lehernya.
Dewi menyentuh bagian dadanya, "Hati ini yang sakit Mas, bukan fisik aku," batinnya Dewi.
Sayangnya ucapan itu hanya ada di dalam hati dan benaknya saja. Dewi tidak mampu untuk mengucapkan dan mengeluarkan kata-kata itu. Dengan rasa sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.
Dewa segera mengambil air dan gelas di atas meja nakas. Dan menyodorkan gelas yang berisi air itu ke arah mulut Dewi.
__ADS_1
"Ini minum sayang, pelan-pelan yah minumnya!" Harapnya Dewa dengan sangat hati-hati.
"Apa aku bisa minta sesuatu?" Tanya Dewi dengan hati-hati.
Dewa menatap wajah istrinya sebelum menjawab pertanyaan Dewi "Emangnya kamu mau minta apa??" tanya balik Dewa sambil terus menggenggam tangan Istrinya.
"Kak aku ingin Makan masakan Korea lagi tapi..." Ucap Dewi yang ragu-ragu untuk menyampaikan keinginannya.
"Tapi apa sayang, kenapa harus ada tapi nya kalau kamu menginginkan sesuatu, katakan saja insya Allah aku akan penuhi semua keinginan kamu," ucap Dewa.
"Apa aku boleh makan masakan Korea tapi aku maunya Mas yang masak makanan itu??" Tuturnya Dewi dengan menundukkan kepalanya.
"Kalau masalah itu, itu soal gampang sayang tapi kita harus konfirmasi dokter terlebih dahulu makanan apa yang paling cocok kamu makan dan yang tidak boleh kamu makan," jelasnya Dewa.
"Kamu minum obat dulu, setelah minum obat aku akan tanyakan hal ini kepada Dokter," usul Dewa yang berusaha untuk membuat Istrinya tenang dan nyaman.
Setelah Dewi minum air putih dan tak lupa membantu Dewi untuk minum obat. Dan meminta izin untuk ke luar karena ingin memanggil dokter.
"Kakak keluar dulu yah, mau panggil dokter untuk ngecek keadaan kamu, ga apa-apa kan aku tinggal sebentar?" Pamit Dewa di hadapan istrinya itu.
"Saya enggak apa-apa kok, Mas pergi saja insya Allah aku masih bisa walaupun sendirian," kilah Dewi.
__ADS_1
Sebenarnya Dewi ingin menangis tapi sekuat tenaga ia berusaha untuk menahan tangisnya tersebut. Ia tidak ingin memberikan beban dan tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain terutama suaminya sendiri.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…..