
Hati Pak Gunawan ayah Dewi sangat sakit ketika mengetahui puteri semata wayangnya yang paling disayanginya itu dihina. Pak Gunawan llangsung pasang badan dan membela anaknya dengan cara apapun.
"Apakah jika seorang anak yang tidak mirip dengan ayahnya dikatakan anak haram?? sungguh sempit pemikiran dan picik hati kalian!" Ketusnya Pak Gunawan.
Pak Gunawan segera memeluk puterinya yang sudah menangis, "Tenang yah sayang, kamu itu adalah anak Ayah apa pun yang terjadi dan sampai kapan pun kamu tetap anak Ayah hingga ayah sekalipun telah tiada," bujuk Pak Gunawan sambil berusaha menenangkan anaknya.
Setiap manusia punya kisah hidup dan garis tangan yang berbeda-beda. Terlahir dalam kembar pun memiliki banyak perbedaan apa lagi terlahir tak ada hubungan darah sekali pun.
Dewi nak kecil yang dipaksa menjalani kehaidupannya yang terbilang keras. Diusianya yang masih terbilang kecil harus menjadi yatim piatu dalam sehari. Siapa pun yang berada di posisi Dewi pasti akan merasa sangat sedih dan menderita hingga psikisnya terganggu.
Tapi disisi lain, ia masih bersyukur karena masih memiliki paman Kamal dan bibi Aminah yang menyayanginya layaknya orang tua kandungnya sendiri dan tidak membedakannya dengan anak kandung dari pamannya itu.
Sejak kematian dari orang tuanya, Dewi pindah ke kampung halaman bibinya. Desa tempat asal Bu Aminah terbilang tidak terlalu jauh dari tempat asalnya sebelumnya, masih dalam area kabupaten yang sama hanya terpisah beberapa desa saja.
Dan sejak itu pula, Nyonya Ester dan Tuan Hans kehilangan kontak dan jejak dari Dewi kecil. Di sana lah kehidupan baru Dewinta di mulai. Ia sudah merasakan kedamaian dalam menjalani kehidupannya karena tidak mendapatkan ejekan atau pun hinaan dari rekan sejawatnya maupun di sekolahnya.
Semua yang kenal Dewi sudah tahu kalau Dewi adalah anak yatim piatu. Sehingga orang-orang sekitar kasihan dan prihatin dengan kondisi dari Dewi Kehidupan ekonomi Paman dan Bibinya terbilang sederhana. Pamannya Pak Kamal membuka warung makanan di dalam area sekolah yang ada di Desanya.
Alhamdulillah kantin usaha yang dibangun oleh pamannya dari hari ke hari semakin ramai dikunjungi pembeli. Setiap hari Dewi di waktu pagi sebelum berangkat ke sekolahnya, ia menyempatkan waktu senggangnya untuk ke membantu Pamannya berjualan. Dari hasil jualan ini lah sehingga Dewi masih bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Flashback off
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Dewi sudah diijinkan oleh dokter untuk pulang ke rumahnya di Seoul. Kondisi kesehatan Dewi sudah sangat membaik dan keadaan calon bayinya juga sudah sehat.
Semua asisten rumah tangga kediaman oma Ester menyambutnya dengan penuh haru dan gembira. Mereka semakin sayang terhadap Dewi karena mereka sudah mengetahui kalau Deei juga adalah cucu ke tiga dari Tuan Besar Wijaya.
"Syukur Alhamdulillah… semoga saja kedepannya kondisiku semakin membaik dan juga keadaannya anakku sehat sampai lahiran," batinnya Dewi seraya mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
Dewi berjalan ke arah kamarnya dan tidak ingin dibantu oleh suaminya atau siapa pun saat mulai turun dari mobil.
"Sini Mas bantuin kamu jalan," usulnya Dewa yang melihat Dewi turun dari mobil lalu melangkahkan kakinya duluan.
Dewi tersenyum simpul," tidak perlu repot-repot kok Mas, aku masih sanggup untuk berjalan, lagian aku bukan wanita yang penyakitan meski dipapah saat berjalan," sanggahnya Dewi sembari bercanda.
Dewi tipe istri yang tidak suka bermanja-manja atau pun merepotkan suaminya dan orang lain.
Dewi hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum ke arah suaminya. Bagi Dewi selama ia masih mampu dan bisa dikerjakan dan ia lakukan Dewi pasti akan melakukannya sendiri.
Dewa melihat ada beberapa maid yang datang menyambutnya dan menawarkan bantuannya tapi, Dewa buru-buru memberikan kode kepada mereka untuk diam saja. Para maid tersebut spontan terdiam setelah melihat kode yang diberikan oleh Dewa untuk mereka.
Dewi berbaring di ranjang king size-nya dan segera menghubungi nomor handphone si kembar, karena sudah hampir dua minggu mereka tidak saling berkomunikasi. Delia tidak ingin anak-anaknya dan keluarga besarnya di Indonesia mengetahui kalau Dewi sedang di rawat di rumah sakit.
"Mas! Ingat jangan sampai mereka tahu jika aku pernah dirawat di rumah sakit yah!" Larangnya Dewi kepada suaminya.
__ADS_1
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
I love you all Readers…...