Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 94


__ADS_3

"Kalian masih mo lanjut candaannya atau Aku tutup dulu telponnya?" Gerutu Rina yang sudah kesal dengan ulah kedua temannya.


Dewi tertawa terbahak-bahak, "Sinta merajuk, Sinta merajuk," kelakarnya Dewi lagi.


"Betul… betul.. betul.." timpalnya Gauri.


"Kalian bakat juga yah, kalau gitu gantiin daja sono si kembar botak itu yang sampe kiamat pun gak bakalan tumbuh rambutnya," ketusnya Sinta yang semakin jengkel.


"Heran aku, sudah diijinin cuti beberapa hari, tapi kok sengsian yah, jangan-jangan lagi PMS yah Sin?" Candanya Dewi yang semakin tertawaa terbahak-bahak.


Sinta Ismayanti Rajab langsung teringat kalau bulan ini, ia belum menstruasi. Rina segera mengambil kalender yang terpasang cantik di atas nakas tempat tidurnya.


"Udah satu bulan Aku belum haid, jangan-jangan sku lagi..? itu tidak mungkin pasti aku tidak hamil!" Lirihnya Sinta yang masih kedengaran sampai ketelinga teman-temannya.


Dewi mulai bertambah khawatir saat Sinta tiba-tiba diam,"Sinta! kamu baik-baik saja kan??" tanya Dewinta.


"Ini anak kenapa? Apa dia marah dengan candaan kami yah atau tersinggung," batinnya Dewi.


Sinta belum menjawab pertanyaan dari Dewinta, Sinta masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Raut wajahnya Sinta langsung berubah menjadi pucat pasi karena takut jika, apa yang dia khawatirkan menjadi kenyataan.


"Hello Sinta!, kamu baik-baik saja kan?? tanya Gauri Candra Kirana Larasati yang ikut penasaran dan juga cemas dengan sikap Sinta yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Sinta berusaha menetralkan perasaannya, "Aku baik-baik saja kok, oiy Aku Ingin meminta tolong kepada kalian bisa gak kalian tolong temani Aku ke acara resepsi pernikahan Yudistira Rangga Perkasaa dengan Ranjani?" Pintanya Sinta yang berharap tinggi yang pikirannya masih tertuju kepada masalah pmsnya yang terlambat datang.


"Tak masalah, kami akan temani kamu ke sana, tapi jam berapaan acaranya?? Tanya Dewi.


"Sekitar pukul 8 malam kita tempat acaranya," jelasnya Sinta.


"Berarti kita masih punya banyak waktu untuk ke salon dong kalau gitu," imbuhnya Gauri..


"Ide bagus tuh Gauri, sudah lama aku enggak ke salon juga sih," timpalnya Dewi yang tersenyum tipis.


"Idenya bagus sih, tapi Ibu Bos yang bayar yah, boleh kagak? Hitung-hitungan keluarin sedekahnya harta suami loh ya banyak itu," imbuhnya Gauri sembari bercanda yang seakan-akan Dewi ada di depannya.


"Kita ke salon biasa saja yah langganan setia kita," usulnya Gauri Candra Kirana Larasati.


"Kalau gitu Aku mo siap-siap dulu sekalian pamit sama My hubby," pintanya Dewinta.


"Ok kita ketemu di sana yah," ucap Sinta Ismayanti Rajab.


Karena sibuk bercanda bersama dengan kedua teman terbaiknya, dia sudah melupakan perihal tentang haidnya yang terlambat datang. Ketiga perempuan cantik itu sudah bersiap untuk berangkat ke salon. Gauri pamit kepada suaminya dan pamitan kepada Ibu atau mama mertuanya.


Sedangkan Dewinta seperti biasa jika menginginkan sesuatu pasti suaminya Dewa Arsyadi Sameer Wijaya meminta upah dari Dewi. Dewa tersenyum penuh kemenangan manis kepada Istrinya Karena ia mendapat cara terampuh, Jika sedang ingin meminta jatah kepada istrinya. Dewi malah dengan senang hati melayani permintaan dari suaminya selama itu tidak menganggu dede bayinya

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2