
Dewi tidak ingin mengecewakan Ibunya dan juga Pamannya. Tapi disisi lain, Dewi sangatlah khawatir jika keluarga besar suaminya tidak menerima kehadirannya.
Saking lelahnya dan capeknya sampai-sampai Dewi melupakan untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Kedatangan Dewa pun tidak disadari oleh Dewi karena ia sudah terlelap dalam tidurnya.
Bahkan Dewi sudah bermimpi membagikan oleh-oleh yang dibawahnya ke semua anggota keluarganya,maid, pegawai dan tetangganya itu. Dewa dengan sigap membantu Istrinya untuk mengganti pakaian Dewi.
Dewi akhirnya menyelesaikan packing barang-barangnya yang akan mereka bawa pulang ke Tanah air tercinta. Saking capeknya Dewinta ketiduran tanpa membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.
Bahkan kedatangan suaminya pun Dewi tidak sadari. Dewa dengan sigap mengambilkan aur hangat dan kain untuk dipakai membasuh tubuhnya Dewa lalu kemudian membersihkan tubuh istrinya, kemudian menggantikan pakaiannya.
Dewa senyum-senyum sendiri melihat tubuh Dewi yang sudah tidak tertutupi selembar kain pun, Dewa sekuat tenaga menahan sesuatu yang sudah bergejolak di dalam dirinya.
"Istriku emang seperti ini selalu kalau sibuk lupa segalanya," gumamnya Dewa yang geleng-geleng kepala.
Karena Dewaa membersihkan seluruh tubuh istrinya. Ia tidak ingin orang yang disayanginya sakit hanya karena gara-gara lupa membersihkan badannya sebelum tidur. Dewa segera ke dalam kamar mandi untuk mengguyur sekujur tubuhnya dan untuk menghentikan fikirannya yang sudah traveling ke mana-mana.
Dewa sebenarnya bisa melakukan hal itu,tapi ia tidak ingin mengganggu istirahat Delia. Setelah membersihkan tubuhnya sendiri Dewa menemui Uncle Jung untuk menanyakan perihal tentang oleh-oleh yang akan mereka bawa pulang ke Indonesia.
Dewa tidak mau dihujat dan dibully oleh semua orang yang sudah dijanjikan olehnya, jika tidak membawa oleh-oleh khas Korea Selatan untuk para pegawai, seluruh karyawannya baik di rumah maupun di perusahaannya.
"Assalamualaikum Paman Park Jung," ucap salam Dewa.
"Waalaikum salam Nak" jawab Uncle Park.
Pak Kim Park sedang menikmati kopinya di meja dapur. Uncle Park segera berdiri ingin membuatkan khusus untuk Dewa secangkir minuman tapi, Dewa segera melarang Uncle Park.
Dewa menggeleng kepalanya, "Tidak usah Uncle, biarkan saya sendiri yang buat, Paman lanjutkan saja minum kopinya," tolaknya Dewa secara halus.
__ADS_1
Dewa segera melarang Pak Kim Park Jung membuatkan minuman untuk dirinya. Dewa dengan telaten dan cekatan membuat minuman kesukaannya. Ia adalah tipe suami yang paling mengerti dengan keadaan.
Bahkan Dewa tidak ingin selalu memerintah kepada orang lain, jika Dewa membutuhkan sesuatu. Setelah minuman dia selesai, ia segera mendatangi meja dapur dan duduk di sebelah kursi Pak Jung.
"Udah lama di sini uncle Park?
?" Tanya Dewa sekedar basa-basi di hadapan Dewa.
"Baru saja Nak," jawab Pak Jung.
"Paman! apa barang-barang yang aku suruh beli semuanya sudah siap?" Tanya Dewa yang menatap intens ke arah Pak Jung.
"Alhamdulillah semuanya sudah siap dan beres nak, tinggal diangkut ke pesawat saja," imbuh uncle Park Jung.
Dewa tersenyum penuh kebahagiaan, "Alhamdulillah kalau gitu, makasih banyak Paman," tuturnya Dewa.
"Insya Allah uncle aku akan bicarakan lagi dengan Dewi tapi aku harus cari waktu yang tepat karena aku tidak ingin memberikan beban fikiran kepada Dewi yang sedang mengandung bayi kami," tampiknya Dewa.
"Uncle sangat mengerti dengan keadaan Istrimu tapi uncle juga tidak ingin ibunya istrimu tidak tenang di alam sana," ucap uncle Park disela Isak tangisnya.
"Aku janji Paman untuk mengusahakannya." Janji Dewa.
Setelah menghabiskan minumannya, Dewa kembali ke kamarnya dan berniat ingin menelpon Bima untuk menyampaikan kalau besok pagi mereka akan pulang.
Setelah menghubungi Bima, Dewa naik ke ranjangnya dan bersiap untuk tidur, Ia pun terlelap dalam tidurnya. Keesokan harinya, mereka berdua berpamitan kepada seluruh asisten rumah tangganya dan tentunya kepada Pak Kim Park Jung.
"Makasih banyak kalian telah memberikan pelayanan yang terbaik untuk saya dan Istriku selama kami ada di sini dan saya berharap kepada kalian yang ada di sini mudah-mudahan kalian masih betah bekerja dan menjaga rumah Oma," timpalnya Dewa.
__ADS_1
"Alhamdulillah kami senang telah melayani Tuan Muda dan Nona muda, saya mewakili teman-teman jika ada kesalahan yang kami lakukan selama ini dalam melayani Tuan dan Nona kami minta maaf yang sebesar-besarnya," tuturnya Kepala Pelayan yang ikut terharu atas perpisahan mereka.
"Alhamdulillah saya dan suami saya sangat senang dengan kinerja kalian semua, tolong ditingkatkan dan saya dan suami juga meminta maaf jika kami tanpa sengaja melakukan kesalahan," tuturnya Dewi
Mereka kembali melanjutkan acara makan-makannya.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
I love you all Readers…...