Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 44


__ADS_3

"Aduh sakit!" ringis Bayu itu setelah dicubit oleh sepupunya sendiri yang merangkap menjadi Asisten pribadinya.


Bayu yang mendapatkan cubitan itu hanya menatap wajah asistennya dengan wajah garangnya. Karena telah menganggu aktifitasnya yang sedang menikmati keindahan dan kecantikan wanita Korea Selatan.


"Aku harus mendapatkannya bagaimana pun caranya," Gumam Bayu Prasetya.


Han Nara Naiha hanya tersenyum manis melihat tingkah pria yang tidak sengaja dia tabrak tadi, "Maafkan sayaPak, saya sama sekali tidak sengaja menabrak Bapak," ucap Naiha.


Bayu Prasetya Mulya Lesmana,"Tidak apa-apa kok, saya yang seharusnya meminta maaf kepada gadis tercantik yang aku lihat hari ini," puji Bayu pemilik perusahaan ke dua terbesar di Ibu Kota Jakarta.


"Kenapa pria ini terlihat begitu tampan di mataku, indahnya perhiasan dunia… cuci mata dulu gaes," bathin Naiha dengan seulas senyumannya.


"Aku harus bisa menaklukkan hatinya jangan panggil aku Bayu jika aku tidak bisa melewati satu malam bersamanya," batinnya Bayu yang tersenyum smirk.


Pria yang masih betah dengan status singlenya yang kadang membuat keluarganya heran karena tidak mau dijodohkan dengan wanita mana pun. Bayu adalah seorang pria Casanova yang suka celap celupnya dengan gadis belia yang masih tersegel.


Bayu Prasetya Mulya Lesmana adalah salah satu rekan bisnis Dewa dan sekaligus sahabat baiknya Dewa yang berasal dari Indonesia.


"Maaf pak saya harus buru-buru karena saya sudah ditunggu di depan," Pamitnya Naiha di hadapan Bayu.


"Jangan pergi dulu cantik!" Tampik Bayu yang mencegah Naiha untuk melangkahkan kakinya dengan menarik tangannya Naiha hingga tubuhnya mereka saling bertabrakan.


Tatapan matanya yang indah dari Naiha mampu menyihir Bayu dengan sejuta pesonanya Naiha. Sedang Naiha pun tidak jauh beda merasakan hal yang sama. Ia begitu mendamba dan memuja bentuk wajah dan tubuhnya Bayu diam-diam.


Bayu hanya membalas perkataannya Naiha dengan senyuman smirknya yang begitu penuh dengan arti yang tersirat.


"Kita pasti akan bertemu lagi cantik," Gumam Bayu yang masih sempat di dengar oleh asisten Pribadinya setelah Naiha buru-buru melepaskan tubuhnya dalam dekapan hangat Bayu.


Joni hanya tersenyum mendengar kata-kata dari kakak sepupunya sekaligus CEO di tempat ia bekerja.


"Moga saja si bujang lapuk ini cepat ketemu jodohnya biar gak marah-marah mulu," lirihnya Joni yang masih bisa didengar oleh Bayu walaupun agak samar-samar sampai ke pendengarannya.


Bayu refleks langsung membalikkan badannya ke arah Joni, "Kamu tadi bilang apa??" tanya Bayu dengan geram yang sudah menampilkan wajah garangnya yang mengintimidasi Joni kala itu juga.

__ADS_1


"Aku tidak bicara apa-apa kok Pak," kilahnya Joni yang sudah takut jika Bosnya memotong gajinya lagi.


Untung saja Dewa segera datang sebagai penyelamat Joni, sehingga Joni Budianto bisa selamat dari amukan dan terjangan dari Bosnya. Dewa tanpa basa-basi langsung memeluk tubuh rekan bisnisnya sekaligus sahabatnya sewaktu mereka kuliah di Kanada.


Dewa tersenyum penuh bahagia, "gimana kabarnya Brotha??" tanyanya Dewa seraya menepuk punggungnya Bayu.


"Alhamdulillah aku baik Brotha, gimana dengan kamu sendiri?" Tanya balik Bayu.


"Alhamdulillah baik juga sesuai yang kamu lihat sekarang," balas Dewa yang tersenyum tipis.


"Lama kita tidak bertemu kamu semakin tampan dengan sejuta karisma kamu," pujinya Bayu.


"Kamu bisa memuji aku, kalau seperti ini pasti ada maunya nih, ayo kita ke kantorku di sana kita lanjutkan bincang-bincangnya," harap Dewa sembari menggandeng tangan sahabatnya itu.


"Baik," timpalnya Bayu singkat.


Bayu tapi arah pandangan matanya masih tertuju ke arah Naiha yang sudah berjalan ke arah pintu keluar apa yang dilakukan oleh Bayu, hal itu tidak luput dari penglihatannya Dewa dan hanya tersenyum melihat tingkah laku dan peringai sahabatnya itu.


Mereka pun meninggalkan Loby Perusahaan Global Group dan berjalan ke arah lift khusus petinggi perusahaan untuk ke tempat pertemuan yang sudah disiapkan. Naiha sudah berada di dalam mobilnya dan siap menuju arah rumahnya.


"Apa mungkin gelang aku Jatuh di dalam kantor kak Dewa yah?" Lirihnya Naiha sambil mengingat-ingat kira-kira gelang kesayangannya jatuh di mana.


"Sudahlah nanti aku telpon Kak Dewa saja," Gumamnyaa sambil melajukan mobilnya ke arah jalan besar.


Setelah dari Perusahaan Global Group, Naiha mengunjungi kediaman papanya. Karena selama ini ai tinggal terpisah dan hanya seorang diri di Apartemennya. Selama Ibundanya meninggal dunia Han Nara Naiha memilih untuk mandiri dan hidup sendiri.


Naiha jika masih tinggal di kediaman orang tuanya pasti akan selalu teringat dengan kenangan bersama Ibunya semasa hidupnya dan akan membuat bersedih dan sakit lagi.


Tapi setelah sekitar lima tahun lamanya, Naiha akhirnya kembali menginjakkan Klkakinya kembali di Kediaman itu, Papanya Naiha dua tahun yang lalu memutuskan untuk menikah lagi dengan wanita lain yang berasal dari Indonesia.


Hal itu juga salah satu alasan yang membuat Naiha memilih tinggal di Apartemennya jika berada di Korea Selatan. Karena selama ini dia menetap di Los Angeles, Amerika serikat.


Sebelum masuk ke dalam rumahnya, Han Nara Naiha masih berusaha untuk mencari keberadaan gelangnya. Karena gelang itu adalah milik ibunya yang diberikan kepadanya saat berulang tahun yang ke 21.

__ADS_1


Mobilnya sudah tidak terlihat rapi isi dalamnya, Karena Naiha mencari keberadaan gelangnya dengan cara membongkar semua barang-barangnya yang ada di dalam mobilnya, tapi hasilnya masih tetap sama.


Tiba-tiba ia teringat dengan kejadian tabrakan saat ia berada di lobi pun teringat kejadian waktu itu Kantor kakak sepupunya. Naiha pun mencoba menelpon Dewa tapi, berulang kali teleponnya tidak tersambung.


"Kok Nomor Kakak Dewa tidak aktif yah?? Saya coba telpon nomor hpnya Mbak Dewi," Naiha membatin tapi hasilnya juga sama, hanya Mbak operator yang menjawabnya.


"Kok Hp mereka sama-sama gak aktif yah? aku chat mereka saja pasti kalau handphone mereka Aktif mereka akan membalasnya.


Hyuna pun mengirimkan chat ke nomor Dewa dan Dewi, "semoga saja gelang aku ada di kantornya kakak Dewa," harapnya Naiha.


Naiha pun berjalan memasuki rumahnya rencananya Naiha akan menginap di kediaman papanya. Sedangkan di rumah yang ditempati oleh Dewa dan Dewi. Keduanya sedang saling tawar menawar dan beradu argument.


Dewi menginginkan sesuatu sedangkan Dewa takut jika permintaan Dewi kabulkan akan membuat kandungan Dewi kenapa-kenapa. Itulah alasan Dewa tidak ingin melakukan dan memenuhi permintaan Istrinya walaupun di dalam hatinya sangat ingin melakukan hal itu


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…...


__ADS_2