
Dewa langsung memegang tangan istrinya untuk menguatkannya agar ia tidak teringat dengan kehilangan salah satu dari bayi kembarnya. Dewa sangat berhati-hati jika membahas masalah bayi mereka karena akhir ini Dewi lebih sensitif jika mengenai kesehatan bayinya.
"Ayo masuk sayang kok ngomongnya malah berdiri di luar, nanti Mama capek kan Dede bayinya juga bisa capek Nak," tutur Mama Elisah seraya menggandeng tangan anak menantu kesayangannya untuk masuk ke dalam rumahnya.
Mereka pun masuk ke dalam kediaman mewah Dewa yang sudah hampir enam tahun mereka tempati dan huni sebagai istana mereka.
Dewi berteriak memanggil dua orang security rumahnya untuk segera mengangkat ke dalam barang bawaannya itu, "Pak Dirman dan Pak Rudi tolong dibawa semua barang-barangnya ke dalam dan hati-hati yah Pak," ucap Dewi sebelum masuk ke dalam rumahnya.
"Baik Nyonya kami akan segera mengangkatnya ke dalam," ucap Pak Basri tukang kebunnya.
Sedangkan security yang dipanggil tadi hanya langsung bergerak mengangkat dan bekerja sesuai dengan arahan dari Nyonya rumah. Dewi langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya, karena ingin beristirahat setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Dewa dan Dewi berjalan berangkulan ke dalam ruangan rumahnya itu.
Dewa merangkul pinggang Istrinya, "Kamu istirahat saja sayang biarkan Mas yang urus dan handle semua oleh-oleh untuk keluarga dan yang lainnya," usulnya Dewa.
Dewi melihat ke arah suaminya, "Makasih banyak Mas," ucapnya Dewi mendengar tawaran bantuan dari suaminya itu.
Dewa masih berjalan berdampingan dengan Dewi sambil sesekali berbincang-bincang santai hingga ke dalam kamar pribadinya mereka berdua, "Ingat vitamin sama obatnya jangan lupa diminum yah sayang," imbuhnya Dewa sambil mencium kening istrinya.
"Siap big Bos," candanya Dewi yang bergaya seperti seorang anak buah ke atasannya dengan bergurau di hadapan suaminya.
Dewa hanya tersenyum menanggapi candaan dari Istrinya. Sedang Bu Elisah melihat kedekatan dan kebersamaan anak dan menantunya itu membuatnya bahagia dan tersenyum tulus dan kembali teringat beberapa tahun silam.
__ADS_1
"Aku sangat bersyukur karena kalian mendapatkan pasangan suami istri yang sangat baik dan menurut Mama sempurna walaupun di dunia ini tidak ada kata sempurna," batinnya Bu Elisah.
Setelah mengantar Dewi hungg ke dalam kamarnya dan berbaring di atas ranjang king size-nya, Dewa berjalan ke arah ruang tengah dan memanggil Bima ke dalam ruangan kerjanya.
Bima dan Dewa berjalan ke arah ruang kerja karena akan membahas rencana keberangkatan Biman ke USA Amerika serikat tepatnya untuk menangani masalah yang terjadi di perusahaan Sains Group.
Setelah itu barulah Dewa akan mengirim paket untuk para keluarga besar yang dekat, yang daerahnya jauh, tetangga, karyawan dan pegawainya di Perusahaan tak terkecuali orang tua dari teman sekolahnya Zacki dan Zahrah.
"Kak apa kamu sudah mengetahui dengan pasti apa permasalahan yang terjadi di sana??" tanya Dewa seraya duduk di sofa ruang pribadinya.
Bima menatap ke arah Dewa"Seperti info yang aku dapatkan ada beberapa karyawan kita yang nakal telah menggelapkan uang perusahaan," ungkapnya Bima Sakti Aryanta yang sangat marah dengan kejadian yang Itu.
"Kalau gitu berantas hama pengganggu sampai ke akar-akarnya dan ingat jangan sekali-kali beri ampun kepada pelakunya, siapa pun orangnya jangan pandang bulu dan jangan melihat hubungan kita dengannya terdahulu," geramnya Dewaa yang tidak ingin mendengar kegagalan ataupun bantahan.
"Kak jangan lupa datangi dan jenguklah Sarah dan aku mohon kamu pantau lah dari jauh karena aku dengar dari Dewia katanya ada Pria yang selalu datang ke butiknya ingin mg dapatkan hatinya Sarah dan kalau tidak salah ingin melamar Sarah juga sih," terangnya Dewa sambil menatap ke arah luar jendela ruangan pribadinya yang tersenyum penuh maksud.
Bima yang mendengar perkataan dari Dewa terbakar api cemburu dan curiga. Ia jadi tidak sabar ingin segera berangkat ke Amerika serikat tepatnya di Washington DC.
"Aku Bima Sakti Aryanta tidak akan membiarkan dan mengijinkan siapa pun yang akan merebut kekasihku itu dalam keadaan apapun," bathin Bima dengan mencengkram erat kepalan tangannya.
Rezeki merupakan anugerah artinya segala sesuatu yang kita miliki baik itu rezeki sehat, rejeki harta, rezeki kebahagiaan, rejeki kecerdasan, itu semua merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
__ADS_1
Sebagai umat yang taat kepada Tuhannya, kita harus pandai-pandai bersyukur terkait dengan semua rejeki yang kita dapat.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…...