
"Mami kan belum makan, gimana kalau Mami ikut dengan kami saja, kebetulan kami juga mau makan," ajaknya Nakula.
"Mami banyak kerjaan Nak," tolaknya Zameera dengan lembut agar anaknya tidak sedih dan kecewa.
"Mami kali ini harus ikut gabung dengan kami, mami tidak boleh menolak atau Andreas akan....." Paksa Nakula terpotong karena Zameera setuju dengan ajakan anaknya setelah mendengar ancaman dari Nakula yang belum dilanjutkan.
Zameera tidak menduga kalau sepucuk surat yang ditulisnya itu ia simpan di atas meja nakasnya Bima tidak dibaca sama sekali oleh Bima Sakti Aryaduta.
Bima pun heran dengan surat itu karena sampai detik ini masih belum memegang bahkan membaca surat itu.
"Maafkan Abang Zameera, saya sama sekali tidak ada niat sedikitpun untuk tidak memperjuangkan hubungan kita, tapi Aku sangat takut dengan ancaman Papa kamu dan setelah perpisahan kita di apartemenku dulu, aku pun langsung pergi dari tanah air menuju Dubai UAE, karena papaku menginginkan aku yang mengelola perusahaan Oma Eliza di sana," ungkapnya Bima panjang lebar.
"Kalau bukan Abang yang mengambil surat itu jadi siapa?" Tanya Zameera yang keheranan dan bingung dengan keberadaan suratnya itu.
"Maafkan Abang, aku mohon dengan sangat dan berikanlah aku kesempatan lagi," ratapnya Bima sambil menghapus jejak air matanya Zameera yang menetes membasahi pipinya itu.
"Maaf Kak, aku belum bisa," kilahnya Zameera.
"Apakah kakak tidak pantas untuk mendapatkan kata maaf darimu Zam?" Tanya Bima sambil memegang kedua pundak Zameera wanita pujaan hatinya itu.
Tapi Zameera tidak menjawab pertanyaan Bima malahan Zameera menoleh ke samping karena tidak mampu menatap ke dalam bola matanya pria yang sedari dulu ia cintai hingga detik ini.
__ADS_1
"Kumohon Emilia jawab Kakak," mohon Adrian.
Lagi lagi dia masih tidak bergeming. Adrian langsung berinisiatif kembali mencium bibirnya Zameera, karena saking gregetnya dengan sikap bungkam Emilia. Zameera kembali menolak ciuman itu tapi, ia tidak mampu untuk menghindari atau pun menolak ciuman Adrian yang begitu syahdunya dan memabukkan.
Zameera akhirnya tak mampu menolak hingga ia membalas ciuman Bima bahkan ia tidak segan untuk menantang Bima untuk beradu bibir, lidah dan bertukar saliva. Mereka menikmati ciuman panas mereka. Bahkan tangannya Bima sudah menjalar ke mana-mana.
De sah an kecil akhirnya keluar dari bibir keduanya. Godaan dari pihak ketiga benar-benar ampuh dan berhasil. Mereka lupa dengan status keduanya dan melupakan sekarang mereka ada di mana. Hubungan terlarang yang seharusnya tidak terjadi akhirnya terulang lagi.
Mereka sudah sama-sama tidak memakai sehelai benang pun. Pakaian mereka sudah teronggok di lantai. Sekuat apapun iman seseorang Jika dihadapkan dengan Yang menggoda iman makaogika tidak berjalan tapi nafsu kah yang dominan menguasai hati dan pikiran seseorang. Mereka kembali mengulang kesalahan yang pernah mereka lakukan dulu.
Mereka sama-sama meluapkan rasa rindu dan cinta mereka melalui perbuatan yang tidak pantas mereka lakukan. Adrian dan Emilia melupakan kalau ada dua bocah yang sedang menunggu mereka.
"Kakak kok Mami lama banget yah, Uncle Adrian juga belum selesai??" Tanya polos Michelle.
"Masa mereka antri Kak, kan mereka buang air di toilet pribadi ruangan ini?" Tanya Michelle yang heran dan tidak terima dengan jawaban Nakula yang menurutnya tidak masuk akal itu.
"Sudahlah dek, kalau sudah selesai mereka pasti kesini kok tidak akan pergi kemana pun dan ninggalin kita, jadi kamu jangan takut, okey!" Bujuknya Nakula yang tidak mau ambil pusing dengan kedu orang tuanya.
"Tapi kak..." ucapan Michelle belum selesai Nakula secepatnya menyela perkataan dari Michelle.
"Mereka bukan anak kecil adek, mereka sudah besar pasti mereka tahu apa yang mereka lakukan," sanggahnya Nakula yang sangat menikmati menu makan siangnya.
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
I love you all Readers…...