
Pak Jung hanya menganggukkan kepalanya dan ada setetes butiran air matanya yang membasahi pipinya. Dewi menghapus jejak air mata di pipi uncle Park.
"Jangan menangis Paman, saya tidak sanggup melihat air mata Uncle dan itu sama saja saya telah menyakiti hati uncle Park," sungut Dewi yang mulai ikut terharu dan akhir menangis juga.
"Maafkan uncle Park yang meminta sesuatu yang sulit untuk kamu lakukan Nak," ucap Uncle park.
Dewi memegang tangannya pamannya, "Jangan meminta maaf kepadaku uncle Park Kim Jung tidak mempunyai salah apapun kok," ucap Dewi.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang dari arah luar.
Tok… tok..
Dewi menatap intens ke arah Pak Jung, "Masuk saja," teriak Dewi yang terpaksa berteriak.
"Maaf ganggu Nona Muda," ucapnya maid itu yang langsung menundukkan wajahnya.
"Ada apa?" tanya Dewi kepada salah satu asisten rumah tangganya.
"Maaf! Di bawah ada Nona Kim Han Nara Nona," ucap art itu dengan pelan.
"Ohh Nara, kalau gitu suruh Nona Nara ke kamarku saja," perintah Dewi.
"Baik Non!" Balas art itu lalu sambil berjalan ke luar kamarnya Dewi.
Setelah beberapa saat kemudian, Han Nara pun datang ke kamar pribadi Dewi dan menenteng banyak baper bag. Seperti seseorang yang baru selesai berbelanja banyak barang saja.
"Ya Allah… aku baru bawa barang ginian nafasku sudah tersengal dan ngos-ngosan," kesalnya Nara.
Uncle Park segera membantu Han Nara untuk membawa sebagian paper bag yang ia bawa.
"Makasih banyak Uncle Jung," imbuhnya Nara dengan nada bicaranya yang ngos-ngosan karena ini pertama kalinya bawa barang yang cukup banyak sambil menaiki undakan tangga.
Dewi menepuk kursi yang ada disebelahnya, "Sini duduk di sebelahku, jangan lama," pintanya Dewi yang menyuruh Nara untuk segera duduk dan istirahat di dekat kursi yang dia duduki.
"Makasih banyak yah adikku yang paling cantik," pujinya Dewi diiringi dengan candaan.
__ADS_1
"Makasih banyak Mbak istrinya Abang Dewa yang cantik cetar membahana," pungkasnya Han Nara Naiha.
"Ya ampun Naiha! kamu kenapa meski harus repot-repot segala sih bawa barang banyak gitu?" Tanyanya Dewi.
"Cuma dikit kok dan ini tidak seberapa, lagian aku bawain ini untuk kamu bawa pulang ke Indonesia, kan aku dengar banyak keluarga sama pegawai Abang kita yang minta oleh-oleh khas Korea Selatan, karena itu lah aku beliin deh," timpalnya Naiha sambil nyengir kuda.
"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak cantik," ucap Dewi.
"Mbak, kamu besok berangkatnya jam berapaan sampai-sampai udah tengah malam masih sibuk packing, kamu seharusnya banyak istirahat tapi malah masih sibuk gini?" Tanya Naiha dengan wajah yang dibuat marah.
"Wajahmu itu gak cocok jika marah-marah, cantiknya berkurang loh," gurau Dewi.
"Serius Mbak! Cantik aku berkurang kalau aku marah-marah?" ucap Naiha sambil buru-buru berjalan ke arah cermin dan memeriksa keadaan wajahnya.
Dewi dan uncle Kim Park Jung tersenyum melihat tingkah laku Naiha yang menurut mereka lucu.
"Insya Allah setelah shalat subuh pesawat kami akan berangkat Nara, jadi yah harus selesai ini malam juga packingnya, takutnya gara-gara gak bawa oleh-oleh untuk mereka marah-marah dan mogok kerja," ungkap Dewi yang tersenyum simpul yang menampilkan raut wajah sedihnya.
"Iya juga sih, kalau gitu lanjut saja Mbak packing barang-barangnya," ujar Naiha yang masih berada di depan cermin.
"Mbak! udah kamu tanyakan gak sama kak Dewa tentang gelang aku yang mungkin terjatuh di sekitar kantornya?" Tanya Naiha kepada Dewi dengan penuh harap.
"Aku sudah tanyakan tapi, kata office girl dan office boy di sana gak ada yang lihat gelang kamu," ungkapnya Dewi yang mengingat perkataan dari pegawai Dewa.
Naiha tiba-tiba teringat dengan kejadian waktu Naiha menabrak seseorang di loby kantor Dewa karena saking buru-burunya berjalan.
"Apa mungkin gelangku jatuh yah disaat aku terjatuh di atas tubuh laki-laki itu yah?" Gumamnya Naiha kepada dirinya sendiri dengan samar-samar tapi masih bisa didengar oleh telinga Dewi.
Dewi melirik ke arah Naiha, "barusan kamu ngomong apa?"Tanya Dewi.
Naiha tersenyum cengengesan, "enggak apa-apa kok Mbak," Jawabnya Naiha yang menutupi kejadian itu karena Hia cukup lalu jika untuk menjelaskannya di depan Dewi dan uncle Park Kim Jung.
Mereka melanjutkan packing barang-barangnya yang segitu banyaknya. Karena rencananya Dewinta kembali ke tanah air menggunakan pesawat pribadi milik suaminya sendiri.
Jadi dia bebas membawa banyak barang. Tapi, pasti bayar pajaknya banyak nih Readers. Tapi Dewa tentunya yang akan menanggung semua pajaknya jadi eaders semua pegawainya bisa tenang menunggu kedatangan oleh-olehnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Naiha pamit kepada Dewi dan Pak Jung pun sudah kembali ke kamarnya. Dewi masih kepikiran dengan permintaan Ibunya yang terakhir kalinya. Ia merasa dilema antara memenuhi atau tidak.
Dewi tidak ingin mengecewakan Ibunya dan juga Pamannya. Tapi disisi lain, Dewi sangatlah khawatir jika keluarga besar suaminya tidak menerima kehadirannya.
Saking lelahnya dan capeknya sampai-sampai Dewi melupakan untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Kedatangan Dewa pun tidak disadari oleh Dewi karena ia sudah terlelap dalam tidurnya.
Bahkan Dewi sudah bermimpi membagikan oleh-oleh yang dibawahnya ke semua anggota keluarganya,maid, pegawai dan tetangganya itu. Dewa dengan sigap membantu Istrinya untuk mengganti pakaian Dewi. Mereka kembali melanjutkan acara makan-makannya.
Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun karena yang menyukaimu Tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.
Keikhlasan mengantarkan kamu ke pintu yang dinamakan kesuksesan.
Bukan karena dia kuat, tapi karena Tuhan yang maha kuat bersama dengan langkahnya.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
I love you all Readers…...