
"Wooow amazing kalau gitu," sahutnya Dewa yang ikut menimpali percakapan mereka.
Setahu Dewa Rama itu benar sang Casanova sejati tetapi tidak sembarang perempuan yang dia cicipi harus yang masih tersegel untuk mencari keamanannya, Rama melakukan hal itu hanya ketiga saudaranya yang mengetahui hal itu yaitu, Dewa, Bima Sakti Martadinata Aryaduta Kusuma, Laksmana Raja Aryaduta Kusuma dengan Arjuna Arkelio Prasetya Kusuma Wijaya.
Arjuna tersenyum sambil berucap, "Semoga sepupuku bisa merubah sang Casanova kita saudara," guraunya Arjuna sambil kembali meminum minumannya.
"Amin ya rabbal alamin, semoga saja, tapi jika dia menyakiti adikku Aku yang akan menghadapinya," candanya.
Setelah pertunangan itu, kedua keluarga sepakat dengan hari pernikahan mereka akan diadakan tiga minggu dari sekarang. Arjuna Arkelio Prasetiya Kusuma Wijaya meminta waktu selama tiga minggu karena rencananya Arjuna Ingin mengurus ijin di pemerintah setempat untuk mendirikan cabang Perusahaannya di Indonesia.
Arjuna sudah memantapkan hatinya untuk menetap dan menjadi warga negara Indonesia seutuhnya. Dia tidak ingin setelah menikah Dia meninggalkan Sinta Ismayanti Rajab sedangkan, Rina tidak ingin tinggal dan menetap di Amerika mengingat Sinta Ismayanti Rajab adalah anak tunggal sedangkan orang tuanya sudah tua.
Arjuna dengan berat hati akhirnya mengambil keputusan untuk menjadi warga negara Indonesia kembali seperti dulu. Hari ini Emre ingin ke luar bersama Rina untuk melihat Hotel Dewa dan Dewi yang akan mereka pilih untuk dijadikan sebagai tempat pelaksanaan resepsi pernikahannya.
Salah satu hotel kebanggaan Iconic group, sebenarnya Sinta dan keluarganya menginginkan acara pernikahan yang sederhana tetapi, mengingat Arjuna bukanlah dari kalangan biasa sehingga Sinta terpaksa mengikuti saran dari calon suaminya itu.
Arjuna sudah berada di depan pintu rumah Sinta calon istrinyaa. Dia merasa deg degan dan degup jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Arjuna untuk pertama kalinya grogi dan tidak pede jika akan bertemu dengan seorang perempuan.
Arjuna berusaha untuk menguatkan hati dan perasaannya agar tidak grogi lagi. Ia yakin dan juga takut kecewa akan penolakan oleh Sinta Ismayanti Rajab.
__ADS_1
"Assalamu alaikum," ucapnya salam Arjuna sambil mengetuk pintu rumahnya Sinta yang sederhana itu dan hadiah dari perusahaan tempat ia bekerja selama ini.
Rina bergegas ke pintu untuk membuka pintu Rumahnya Karena mendengar ada suara seseorang yang mengetuk pintunya dan mengucap salam.
Sinta bergegas menuju ke pintu depan membuka pintu rumahnya sambil membalas salam Arjuna, "Waalaikum salam," jawab Sinta sambil tersenyum manis ke arah Arjuna.
Arjuna dibuat meleleh setelah melihat senyuman yang tersungging di bibirnya Sinta,"Abang Arjuna, silahkan masuk kak,"imbuhnya Sinta.
"Makasih banyak," balas singkat Arjuna.
"Tante dan om di mana?" tanya Arjuna sambil celingak-celinguk mencari keberadaan kedua calon mertuanya.
"Mereka ke kampung tadi pagi Kak, insya Allah pulangnya lima hari kedepan," jawabnya Sinta dengan seulas senyumannya.
"Bisa kah kamu temani Kakak untuk lihat undangan yang Kakak pesan??" tanya Arjuna di hadapan calon istrinya itu.
"Tunggu aku ganti pakaian dulu, kakak silahkan habiskan air dinginnya maaf hanya kue seperti ini saja," tuturnya Sinta seraya pamitan karena akan mengganti pakaiannya.
"Makasih banyak," ucapnya Arjuna.
__ADS_1
Arjuna hari ini berniat ingin berkata jujur kepada Sinta tentang siapa sebenarnya pria yang bersamanya malam itu. Arjuna tidak ingin memikul beban berat yang selama ini membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang.
Setiap saat Arjuna selalu dihantui dengan rasa bersalahnya. Dia sudah siap menghadapi segala konsekuensi dari kejujurannya itu terutama dari saudaranya, perempuan itu dan kedua orang tuanya.
Jika memang Rina marah bahkan membatalkan pernikahan mereka setelah mengetahui kenyataan yang ada, Arjuna tetap akan berusaha ikhlas dan sabar menerima kenyataan yang ada.
Arjuna sudah memantapkan hatinya, ia hanya berdoa yang terbaik untuk hubungan mereka. Beberapa saat kemudian, Sinta sudah siap untuk berangkat bersama Arjuna.
Sinta berdiri di depan Arjuna yang membuat Emre pangling melihat kecantikan Rina yang begitu alami dan sederhana. Arjuna dan Sinta pun berangkat menuju butik Nakula Sadewa yang menjadi butik tempat gaun pengantinnya dibuat.
Kebetulan Zaheera Amanda Putri Bessara sendiri yang mendesain pakaian pengantin mereka. Zahera belum pulang ke Amerika karena ingin menghadiri pesta pernikahan Arjun dengan Sinta. Sedangkan Adrian sudah pulang ke Amerika tetapi akan balik lagi sekitar dua minggu kemudian.
Matahari pun perlahan-lahan meninggalkan singgasananya sedangkan Sang Dewi malam pun memperlihatkan keindahannya yang menyinari bumi malam ini dengan cahayanya. Priya sudah berada di depan kamar yang sudah menjadi tempat perjanjian nya bersama Aditya.
Priyanka terpaksa memenuhi persyaratan Aditya karena dia ingin mengambil gelangnya dan sudah siap menerima resikonya. Perasaannya Priya yang sudah tidak karuan memikirkan apa yang akan dilakukan oleh Aditya terhadapnya.
Tetapi demi gelang peninggalan mamanya, Priyanka Nadine Alexandraa terpaksa datang ke hotel ini. Rama tersenyum melihat tingkahnya Priya di depan kamar hotelnya. Rama mengamati Hyuna dari layar handphonenya yang tersambung langsung dengan cctv.
"Ternyata kamu berani juga datang, Aku kira kamu tidak akan datang memenuhi permintaan aku itu," sarkasnya Rama Aditya Aryasatya Wijaya Kusuma sambil menghabiskan minuman yang ada di dalam gelasnya.
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...