Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 121


__ADS_3

Arjuna yang melihat hal tersebut segera bertanya, "Ada apa Sintaa, apa yang terjadi sama Bapak?" Tanyanya Arjuna yang ikut kebingungan.


"Bapak masuk rumah sakit karena serangan jantung," ujarnya Sinta sambil segera mengambil tasnya sesekali menyeka air matanya itu.


Kedua pasang calon pengantin itu segera ke rumah sakit. Sinta tidak lupa mengabari ke dua sahabatnya yaitu Gauri Candra Kirana Larasati dan Dewinta Aulia Sarah Sechan Wijayanto Daniel.


Setelah menghabiskan makanannya, Arjuna mulai membuka percakapan di antara mereka. Arjuna Arkelio Prasetya Kusuma memutuskan untuk berkata jujur kepada Sinta Ismayanti Rajab tentang siapa sosok pria yang telah merenggut mahkotanya.


"Ibu baik-baik saja kok Nak, tapi bapak kamu tadi tiba-tiba pingsan, jadi kami memilih untuk membawanya ke rumah sakit," imbuh ibunya Sinta Ibu Rimah dan semakin terisak.


"Maksudnya ibu gimana? tolong jelaskan dengan baik, coba ibu tenang dulu tarik nafas dalam-dalam lalu buang supaya Ibu bisa lebih tenang," ujarnya Sinta.


"Begini kejadiannya Nak, disaat kamu Minho dan baru sekitar lima menit perginya kamu pergi dari rumah bersama Nak Arjun, mamanya Yudistira datang nak dan dia memaki-maki dan menghina kamu di depan keluarga dan orang banyak bahkan dia berteriak kencang seakan-akan Dia sengaja ingin menghancurkan nama baikmu Nak,"tutur ibunya panjang lebar ibu Rimah.

__ADS_1


"Astaugfirullah ya Allah, Aku tidak menyangka tante Anne akan bertindak seperti itu, padahal selama ini dia baik banget sama aku Ibu," sanggahnya Sinta yang dibuat sedikit terkejut dengan kenyataan yang ada.


"Segera ke rumah sakit Nak, jangan lupa ajak Arjuna juga soalnya bapak ingin bertemu dengan Arjuna ini pesannya bapakmu," ucap Bu Rimah.l.


"Tapi gimana sekarang keadaannya Bapak, apa Bapak baik-baik saja?" Tanyanya Sinta yang sudah nampak khawatir mendengar kabar bapaknya yang masuk rumah sakit.


"Keadaan Bapak sekarang sangat mengkhawatirkan Sin, bapak belum sadarkan diri hingga detik ini," jawab ibunya Sinta yang semakin menangis.


"Tunggu ibu, aku akan segera ke rumah sakit, tapi ibu minta tolong sama suster yang jaga untuk share alamat rumah sakitnya ke nomor hpku yah Bu," pintanya Sinta.


"Apa yang terjadi Sayang?" Tanya Arjuna.


Sinta dibuat sedikit terkejut dan juga kaget dengan panggilan sayang yang diucapkan oleh Arjunauntuk dirinya. wajahnya merah merona saking malunya sehingga ia tersipu malu.

__ADS_1


Sinta tidak menampik jika sebenarnya ia sangat suka dan bahagia dengan panggilan itu, tetapi dia tidak ingin terlalu geer dan besar kepala. Karena setahunya Arjuna ingin menikahinya karena Arjun hanya kasihan kepada nasibnya saja yang hamil tanpa suami saja.


"Aku tidak boleh terlalu terbuai dan terlena dalam pujian dan perkataan dari Mas Arjun," batinnya Sinta.


Sinta segera menghilangkan rasa yang timbul dari dalam dirinya dan segera mengambil tasnya untuk segera berjalan ke arah parkiran. Emre bahagia setelah melihat respon dari Rina sewaktu dirinya memanggil Sinta dengan panggilan sayang.


Beberapa saat kemudian, kedua pasangan calon mempelai pengantin itu sudah sampai di RS Islamiah Center. Sinta berjalan terburu-buru ke dalam rumah sakit dan tidak memperhatikan kondisi lantai yang licin.


Sinta akhirnya terpeleset dan hampir terjungkal ke arah belakang andai saja Arjun tidak cepat tanggap untuk segera menolong Sinta. Ia segera memegang pinggang Sintaa agar tidak terjatuh dan bisa berakibat fatal. Dia langsung membantu Sinta untuk berdiri tegak.


"Sinta, kamu harus hati-hati kalau berjalan, ingat ada calon bayi kita di dalam sini." Pungkasnya Arjun sambil menyentuh perutnya Sinta karena berjalan terlalu tergesa-gesa.


Sinta lagi-lagi dibuat klepek-klepek dengan sikap dan perlakuannya Arjuna kepadanya. Sinta masih tidak percaya dengan perlakuan Arjuna dan membuat jantung Sinta berdetak kencang disaat wajahnya Arjuna semakin dekat dari wajahnya.

__ADS_1


"Ya Allah Apa Aku tidak boleh mencintainya, apa aku tidak pantas untuk mendapatkan kasih sayang dari pria lain!" bathinnya Sinta.


Arjun sama sekali tak bosan memandang wajah calon istrinya yang begitu cantik dan ayu dipandangnya. Arjun tidak ingin melepaskan pegangannya di pinggang Sinta yang seolah akan pergi jauh saja.


__ADS_2