
Bima mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman, "Ke mana yah kedua bocah kecil itu, mungkin mereka sudah dijemput oleh ke dua orang tuanya," gumam Bima Sakti.
Bima segera kembali ke tempat duduknya setelah selesai mengangkat teleponnya Bima. Tapi ia kembali dibuat heran karena kedua Blbocah yang diajaknya berbincang-bincang tadi sudah tidak berada lagi di posisi mereka sebelumnya.
Bima terus berusaha untuk mencari keberadaan mereka, tapi tetap nihil saja tidak menemukan keberadaan kedua bocah itu. Bima berniat ingin mendatangi rumah yang ditunjukkan oleh Michelle, tapi tiba-tiba Handphonenya kembali berdering lagi yang mengehentikan langkah kakinya.
"Halo, Iya saya sudah sampai, Iya aku akan segera kesana," Ucap Bima.
Setelah mengangkat teleponnya, bima mempercepat langkahnya dan segera ke tempat parkiran mobilnya yang berada di depan Masjid. Rencananya tadi, Bima Sakti ingin mengajak kedua bocah itu untuk menemaninya makan siang. Tetapi karena kedua anak itu sudah tidak ada yah terpaksa rencananya dibatalkan.
Bima masuk ke dalam mobilnya, "Jalan Pak kita ke perusahaan Ionic Internasional!" perintah Bima kepada Supirnya.
Bima ingin segera menuntaskan pekerjaannya di USA setelah itu baru lah ia memperjuangkan dan mengejar cintanya. Bima tidak ingin menunda dan membuang waktunya terlalu lama karena ia sudah ternyata memilki memiliki saingan.
Hingga malam harinya, Bima masih sibuk rapat dengan petinggi perusahaan Ionic Internasional Group yang ada di USA. Bima sangat murka mendengar kalau orang kepercayaannya lah pelaku dari kekacauan yang terjadi di dalam perusahaan kedua orang tuanya.
Bahkan Bima sudah melewatkan makan siang dan makan malamnya. Ia sebenarnya tidak boleh terlambat makan, dikarenakan dia pengidap sakit maag dan itu terjadi dikarenakan perpisahannya dulu dengan Zameera menyebabkan ia menjadi workholik.
"Cari Markus beserta antek-anteknya dan basmi dan hancurkan mereka sampai ke akar-akarnya hingga mereka menginginkan kematiannya sendiri," gertaknya Bima yang sudah menampilkan wajah kegarangnya.
Berselang beberapa saat kemudian, setelah menyelesaikan rapatnya, Adrian bergegas keuar kantornya untuk segera ke resto favoritnya yang ada di New York city jika Bima berkunjung dan pastinya resto itu bersertifikat halal itu menjadi tujuannya.
Bima baru saja masuk ke dalam mobilnya tapi sudah merasakan perutnya yang mules. Tapi Bima tidak terlalu mengharapkannya. Ia etap melanjutkan perjalanannya menuju ke Resto.
Karena Bima sudah tidak tahan akhirnya tanpa sengaja Adrian segera mempercepat laju kecepatan mobilnya. Untungnya jalan yang dilalui sudah nampak agak sepi jadi, Bima Sakti bebas untuk menaikkan dan menambah laju kecepatan mobilnya.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba ada sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi berlawanan arah dengan mobilnya Bima Sakti, pas di dekat lampu merah. Sehingga ia harus membanting setirnya ke arah Kiri badan jalan untuk menghindari tabrakan dengan pengendara motor tersebut.
Kecelakaan tak terelakkan, tetapi naas mobil Bima l angsung menabrak salah tiang listrik dan mobil depan Adrian hancur tak berbentuk seperti semula dan mengeluarkan asap. Bima sudah tidak sadarkan diri di dalam mobilnya, karena kepala Bima sempat terbentur dengan setir mobilnya dengan sangat kuatnya.
Dan kondisi perutnya Bima yang sakit sehingga memperparah kondisinya yang cukup parah dan mengkhawatirkan. Beberapa saat kemudian, ada mobil yang berhenti di dekat mobil Bima dan langsung buru-buru mendekati mobil yang mengalami kecelakaan itu.
Orang itu berusaha membuka pintu mobilnya Bima, tapi sayangnya pintu mobil Bima terkunci dari dalam, sehingga mempersulit pertolongan yang dilakukan oleh orang itu. Orang tersebut ingin meminta tolong kepada orang yang lewat di jalan sana tapi tak ada satupun mobil yang melewati mereka.
Orang itu kembali ke dalam mobilnya untuk mencari alat yang bisa dipakai untuk mencungkil kenop pintu mobil Bima. Setelah sekian lama berusaha untuk membuka akhirnya pintu mobil Adrian terbuka juga.
Orang itu langsung menolong Bima lalu kemudian menarik keluar tubuh Bima yang lumayan tinggi. Dengan susah payah akhirnya Bima berhasil dibaringkan di dalam mobil orang tersebut.
"Ma kenapa dengan orang ini, apa yang terjadi padanya??" Tanya Anak laki-laki tersebut sambil mengucek matanya karena baru bangun dari tidurnya terganggu dengan keributan yang diciptakan oleh ibunya sendiri.
"Kasihan Nak, makanya Mami tolong Bapak ini," jawab Mami dari anak laki-laki tersebut sambil melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat dengan kecepatan yang cukup tinggi.
"Ma aku bantu bersihkan wajahnya yah? Kasihan banyak darahnya soalnya," ungkap dengan anak laki-laki itu.
Anak laki-laki itu mengambil tissue untuk membersihkan darah yang masih menetes di wajahnya Bima Sakti. Mobil mereka memasuki area lokasi rumah sakit. Petugas yang berjaga di rumah sakit itu segera bertindak untuk menangani kesehatan Bima.
"Maaf ibu apanya pasien kalau boleh kami tahu?" tanya salah satu perawat yang ingin mengambil data-data Bima Sakti.
Mami anak itu menjawab semua pertanyaan dari perawat. Dokter pun segera menemui mami anak laki-laki itu untuk menginformasikan bahwa Bima harus dioperasi. Sekitar jam 2 malam akhirnya Bima telah selesai dioperasi di bagian kepalanya, pperasi tersebut diambil oleh dokter karena ada sedikit robekan di bagian wajah dan sudut pelipisnya Bima.
Tanpa menunggu lama, Bima segera dibawah ke dalam ruangan perawatan. Karena kondisinya Bima yang belum sadarkan diri dari pengaruh obat anestesi nya, sehingga Mami anak itu terpaksa menginap di rumah sakit. Karena wajah Bima dan kepalanya dibalut Perban sehingga orang lain tidak bisa mengenali siapa pemilik wajah itu.
__ADS_1
Mami N menatap wajahnya Bima Sakti dan entah kenapa ada perasaan rindu yang tiba-tiba muncul dari dalam lubuk hatinya, "Hidung, dagu, mata serta warna rambut ini mengingatkanku pada nya,"gumam perempuan itu sambil menyentuh wajah Bima Sakti sambil meneteskan air matanya.
Air mata yang sudah puluhan tahun ia tahan dan sudah berjanji kepada anak semata wayangnya untuk tidak ingin menangis kembali tapi entah kenapa saat ini, ia sangat sedih dan tidak bisa menahan laju air matanya yang sudah membasahi wajah cantiknya.
"Ada apa dengan diriku ya ALLAH??" batinnya ibu dari anak kecil itu sebelum terlelap dalam tidurnya.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…...