Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 38


__ADS_3

Dewa melihat ada beberapa maid yang datang menyambutnya dan menawarkan bantuannya tapi, Dewa buru-buru memberikan kode kepada mereka untuk diam saja. Para maid tersebut spontan terdiam setelah melihat kode yang diberikan oleh Dewa untuk mereka.


Dewi berbaring di ranjang king size-nya dan segera menghubungi nomor handphone si kembar, karena sudah hampir dua minggu mereka tidak saling berkomunikasi. Delia tidak ingin anak-anaknya dan keluarga besarnya di Indonesia mengetahui kalau Dewi sedang di rawat di rumah sakit.


"Mas! Ingat jangan sampai mereka tahu jika aku pernah dirawat di rumah sakit yah!" Larangnya Dewi kepada suaminya.


Dewa menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari istrinya itu. Dewa kemudian melakukan video call dengan Zack dan Zah anak kembarnya mereka.


"Assalamu alaikum Mamaku yang paling cantik," sapanya Zahrah dari seberang telepon saat telponnya sudah tersambung.


"Waalaikum salam puteri Mama yang paling super duper cantiknya," timpalnya Dewinta.


"Ma Zacky kangen banget sama Mama," ucap Zack yang mengambil alih hp dari tangan kakaknya itu.


"Mama juga kangen banget sama Zac dan Zah," balasnya Dewi.


"Gimana liburannya Mama, apa Mama sudah menjelajahi seluruh pelosok Korea Selatan dan sudah jalan-jalan ke mana saja Mama??" Tanya Zah dengan penasaran.


Dewi melirik sekilas ke arah suaminya sebelum menjawab, "Mama sudah mendatangi berbagai tempat dan lokasi yang paling bagus dan menarik loh sayang, semuanya tempat itu sangat menarik," jawabnya Dewi yang terpaksa berbohong untuk menutupi kenyataan agar si kembar tidak khawatir.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kami bahagia dengarnya kok Ma, oiya Ma apa sudah ada calon dede bayi untuk kami??" tanya Zack yang tidak sabaran ingin mengetahui hal itu.


Dewa yang melihat raut wajah istrinya berbeda dari sebelumnya berinisiatif langsung mengambil handphone itu dari tangannya Dewi. Dewa lalu menggantikan Dewi untuk berbicara dengan kedua anak kembarnya.


"Iihh Papa!! ga asik, Zack kan lagi ngomong sama Mama kok papa main nyerobot hpnya Mama segala," gerutu Zahrah anak sulungnya.


"Iya nih Papa! Main ambil handphone Mama saja," sungutnya Zack yang menampilkan wajah imutnya jika sedang merajuk.


"Apa Zack cuma kangen sama Mama saja, apa kalian berdua gak kangen sama Papa nih??" Ketusnya Dewa sambil berpura-pura sedih.


"Papa jangan sedih dong, Zack kan cuma bercanda Pa! Jangan diambil hati," kilahnya Zacky yang tidak suka melihat papanya sedih.


"Ma cuekin saja Papa sama adik, itu urusan laki-lak loh!i" sanggahnya Zahrah.


Dewa tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan putrinya yang sok dewasa.


"Ma kami serius nih bertanya apa sudah ada calon dede bayi kami?" Tanya Zahrah yang mulai serius.


****************

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...

__ADS_1


I love you all Readers…...


__ADS_2