
Dewa segera menelpon penghulu yang dia kenal dan tidak lupa menghubungi uncle Hussain Kamel untuk segera ke rumah sakit. Kebetulan uncle Hussain Kamel masih ada di Indonesia.
Beberapa saat kemudian, Pak penghulu, pegawai catatan sipil, pegawai KUA setempat juga sudah datang. Sedangkan Uncle Hussain masih dalam perjalanan.
Mereka terlebih dahulu menyiapkan beberapa berkas dan surat-surat penting sebelum mereka melangsungkan ijab qobul. Sedangkan Sintaa dibantu oleh duo sahabatnya untuk mengganti pakaian dan sedikit memoles wajah ia yang sudah sembab karena tidak henti-hentinya menangis.
Arjuna Aryasetio Permana Kusuma Wijaya Sinta Ismayanti Rajab sudah siap melangsungkan akad nikahnya. Dengan pakaian yang sederhana tampak membalut tubuh mereka dengan pas dan semakin menawan.
Uncle Hussain Kamel pun sudah hadir. Emre dan pak penghulu sudah saling berhadapan dan siap untuk mengucapkan ikrar ijab qobul. Setelah beberapa saat kemudian, Semua orang yang berada di dalam ruangan Perawatan Ayahnya Rina mengucapkan kata Sah.
"Sah!" ucap Pak Penghulu.
Itu tandanya mereka sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.
"Alhamdulillah," ucap ke dua mempelai dan yang lainnya.
Pak Penghulu membaca doa dan sedikit wejangan pernikahan kepada ke dua mempelai pengantin.
"Maafkan bapak yah nak, gara-gara permintaan bapak kalian harus menikah dengan kondisi yang seperti ini." ucap ibunya Sinta sambil memeluk putri tunggalnya.
"Ibu jangan berkata seperti itu, mungkin ini jalan yang terbaik untuk memulai hubungan kami," ucap Arjuna.
"Makasih banyak Nak, tolong jaga Rina dengan baik dan tolong terima segala kekurangannya Sintaa nak," ucap bapaknya Sinta disaat Arjun ada di depan beliau.
"Insya Allah Pak, Emre akan menjaga dan menerima segala kekurangan dan kelebihan Rina dengan sepenuh hati dan ikhlas Pak, jadi Emre mohon jangan risau kan lagi tentang Rina dan bapak harus kuat agar bapak bisa melihat cucu bapak lahir," ucap Emre.
__ADS_1
Pak Rahmat hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Emre. Dan itu menjadi senyum terakhir Bapak mertuanya. Pak Rahmat perlahan menutup matanya. Semua orang menangis histeris melihat kepergian Pak Rahmat Ahmed Rusman.
Suasana semakin bertambah haru ketika Dokter memeriksa keadaan pak Rahmat dan menyatakan bahwa pak Rahmat sudah tiada.
"Itu tidak mungkin Dok, pasti Dokter salah periksa, tolong periksa bapak Saya dengan baik dokter." Ratap Sintaa sambil meneteskan terus air matanya.
Sinta tidak percaya jika Bapaknya telah meninggalkannya untuk selamanya. Karena seingatnya bapaknya tadi pagi sehat dan baik-baik saja. Ibunda Rina pingsan setelah mendengar dokter menyatakan suaminya telah meninggal.
Dewa Aryasatya Abimanyu Wijaya Kusuma dan adiknya Arjuna segera membantu ibu Risma dan membawa Ibu Risma ke atas brankar yang ada di dalam ruangan itu. Semua orang ikut bersedih atas meninggalnya bapak Rahmat yang mereka ketahui bahwa Pak Rahmat adalah sosok bapak yang bijaksana, baik dan tentunya ramah kepada orang lain.
Semua orang yang mengenal pak Rahmat turut ikut bersedih. Pak Rahmat adalah sosok Tokoh masyarakat yang baik hati dan suka menolong warganya yang membutuhkan bantuan. Pak Rahmat dikebumikan di Kampung Halamannya. Setelah proses pemakaman pak Rahmat.
Sinta dan Ibunya memutuskan untuk pindah dan menetap di Ibu Kota. Sedangkan Arjuna selalu berada di dekat Istrinya. Dukungan moril dan semangat dari suaminya selalu berikan kepada Istrinya.
Satu bulan kemudian, kedua pasangan suami istri dan Ibunya berangkat ke Ibu kota. Perayaan pesta resepsi pernikahan mereka terpaksa ditunda beberapa hari. Rina belum sanggup untuk melaksanakan resepsinya karena masih terpukul dan sedih atas kepergian Bapaknya yang secara tiba-tiba.
Hari ini, irang-orang di jagad maya dihebohkan oleh berita panas yang pastinya sangat Hot. Orang gempar dan kepo ingin mengetahui siapa sosok pria dan wanita yang ada di dalam Video asusila yang beredar di sosial media.
Mereka dibuat heran sekaligus tidak percaya dengan video tersebut. Setelah mereka menelusuri jejak pelaku dan tokoh utama dari video tersebut akhirnya mereka mengetahui siapa sosok cewek itu.
Hari ini pun suasana di Perusahaan Global Group jadi riuh dan di sana sini semua orang memperbincangkan sosok istri dari Yudistira Tirtayasa Rangga Azof. Rangga dibuat heran dengan sikap dari semua rekan kerjanya. Dan bertanya kepada dirinya sendiri apa Rangga membuat masalah.
Hari ini Yudistira tidak bisa konsentrasi dalam bekerja. Sehingga dirinya memutuskan untuk segera pulang. Tetapi sebelum Rangga mengambil tasnya, hpnya berdering dan Yudis segera membuka hpnya.
Yudistiraa shock sangat melihat video yang dikirim oleh seseorang yang ia tidak kenal. Dia segera ingin menghubungi nomor tersebut tetapi tidak bisa karena nomor hpnya diprivat.
__ADS_1
Yudistira bahkan sudah melempar tas dan semua barang-barang yang ada di atas Meja kerjanya. Dia segera berlari dan menuju parkiran mobil karena ia ingin segera pulang ke rumahnya.
"Dasar bego, cewek model gitu dipertahankan," ucap karyawan A setelah melihat Rangga berlari.
"Aku juga tidak menyangka ternyata Rindu cewek ba ya Rab om-om genit, walaupun om-om itu sudah bau tanah yang penting berduit yah," ucap si B.
"Kalau Aku jadi Yudistira amit-amit punya istri kayak Rindu dan tidak Sudi aku nikahin cewek seperti itu, amit-amit lah," ucap si C.
"Goyangannya hot juga yah," ucap si D setelah melihat isi Video hot Rindu Anjani.
"Wajar sih menurut aku Rindu bekerja seperti itu, penampilan dan gayanya saja kalau ke kantor bukan kayak orang yang mau bekerja di kantoran tapi kayak orang yang ingin jual di ri iya kan?" ucap si A.
"Betul sekali apa yang kamu katakan, tapi itu wajah dan tingkahnya kok polos gitu yah??" ucap Si B.
"Mungkin gitu cara Rindu untuk menutupi jati dirinya yang sebenarnya" ucap si C.
Mereka tertawa terbahak-bahak Setelah melihat video Panas Rindu istri Rangga. Mereka sangat tidak percaya karena mereka mengenal sosok Rindu yang sok suci Dimata mereka.
"Apa yang kalian lakukan, apa kalian digaji hanya untuk bergosip gas atau kalian ingin aku potong gaji kalian bulan ini??" ucap Atasan Mereka.
Kumpulan para Gosiper akhirnya bubar barisan setelah mereka mendapatkan peringatan keras dari atasannya. Setelah kepergian Yudistira, Barata Laksmanasegera menghapus jejak video yang sudah beredar di sosmed.
Bahkan kemampuan Barata tidak diragukan lagi di bidang IT. Bahkan Dimas bisa menghapus jejak Video yang telah tersebar di kalangan karyawan Perusahaan Global Group dan masyakarat.
Yudis segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia bahkan sudah melanggar aturan. Tetapi dia tidak memikirkan hal itu yang ada difikirannya segera bertemu dengan Istrinya.
__ADS_1
Yudistiraa Rangga Tirtayasa Azof akhirnya sampai juga di rumahnya. Tapi Rangga heran dengan mobil sedan hitam yang terparkir di depan rumahnya. Rangga segera membuka pintu Rumahnya tapi Pintu Rumahnya terkunci. Untung saja Rangga memiliki kunci cadangan.
Rangga segera naik ke atas kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya. Tetapi Rangga dibuat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Rangga membanting pintu kamarnya dengan keras Setelah tidak sanggup lagi.