
"Siap!" ucap singkat Bima.
"Kak jangan lupa datangi dan jenguklah Sarah dan aku mohon kamu pantau lah dari jauh karena aku dengar dari Dewia katanya ada Pria yang selalu datang ke butiknya ingin mg dapatkan hatinya Sarah dan kalau tidak salah ingin melamar Sarah juga sih," terangnya Dewa sambil menatap ke arah luar jendela ruangan pribadinya yang tersenyum penuh maksud.
Bima yang mendengar perkataan dari Dewa terbakar api cemburu dan curiga. Ia jadi tidak sabar ingin segera berangkat ke Amerika serikat tepatnya di Washington DC.
"Aku Bima Sakti Aryanta tidak akan membiarkan dan mengijinkan siapa pun yang akan merebut kekasihku itu dalam keadaan apapun," bathin Bima dengan mencengkram erat kepalan tangannya.
Bima Sakti Aryanta langsung bereaksi dengan Mimik wajah yang tidak suka setelah mendengar perkataan dari mulutnya Dewa. Ia tidak ingin melihat perempuan yang selama ini dia sayangi harus direbut oleh pria lain.
"Insya Allah Aku akan melakukan semua perintahmu," imbuhnya Bima sambil memikirkan dan terbayang wajah Sarah yang cantiknya karena perpaduan antara orang Amerika, Turkey dan juga Korea Selatan.
Zahrah adalah perempuan yang selalu hadir di dalam mimpinya. Perempuan yang selalu menghantui di setiap kesendiriannya. Seorang wanita yang baik hati,sopan santun ramah dan baik hati yang hubungan mereka terpaksa backstreet karena kedua orang tuanya Zahrah yang tidak setuju jika mereka menjalin hubungan. Kedua orang tuanya Zahrah adalah adik dari papanya Dewa.
"Aku akan merebut Zarah dari siapapun karena Zarah adalah milikku, hanya milikku seorang," gumamnya Bima dengan kepalan tangannya yang menunjukkan jika ia sedang dalam keadaan yang tidak baik pula.
Bima pun pamit kepada Dewa karena akan bersiap untuk berangkat ke Amerika malam ini juga. Seharusnya ia yang akan berangkat ke Amerika besok tetapi, Bima serasa kebakaran jenggotnya setelah mendengar kalau ada pria yang ingin merebut wanitanya dari dalam pelukannya itu
"Aku tidak akan biarkan itu terjadi, apapun caranya dan apapun yang akan terjadi kedepannya nanti," geramnya Bima sembari mengemudikan mobilnya dan sesekali memukul setir mobilnya.
"Tunggu lah sayang, kedatanganku untuk kali ini aku akan buktikan dan perjuangkan cinta kita kepada keluargamu dan seluruh dunia kalau kamu hanya milikku seorang, hanya milik Bima Sakti Aryanta Martadinata bukan pria lain!!" Cercanya Bima dengan berbagai umpatannya yang menggebu-gebu.
Setelah kepergian Bima, Dewa melangkah kakinya menuju ke gudang yang ada di bagian belakang rumahnya untuk mengecek langsung asisten rumah tangganya yang ditugaskan untuk mengemasi oleh-oleh khas Korea Selatan yang akan dia kirimkan.
Semuanya untuk para keluarga besar, teman, rekan bisnis, karyawan, pegawai,maid serta asisten rumah tangga juga sudah masuk ke dalam daftar list penerima oleh-oleh dan buah tangan darinya yang berasal dari Korea Selatan.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap salam Dewa.
"Waalaikum salam Tuan," ucap serentak mereka yang bekerja di gudang tersebut.
"Gimana dengan oleh-olehnya Apa sudah ada yang terkirim??" tanyanya Dewa.
"Alhamdulillah sudah ada sebagian yang kami kirimkan Tuan Muda sesuai dengan alamat yang tuan serahkan kepada kami," ucap Maryam kepala pelayan di rumahnya.
"Alhamdulillah kalau gitu, ingat jangan sampai salah kirim ataupun paketnya tertukar, saya tidak mau dengar salah satu dari mereka ada yang marah, komplen atau komentar kalau paketnya salah alamat," jelasnya Dewa.
"Insya Allah itu tidak akan terjadi tuan karena kami berulang kali memeriksa paket-paket ini," timpalnya Pak Doni lagi.
"Bagian kalian juga ada dan ingat ambil sesuai nama kalian yah dan jangan saling berebut," perintah Dewa.
Dewa dan Dewi membelikan khusus pegawai setianya Hanbok beserta modelnya. Dewa juga membeli oleh-oleh sumpit katanya banyak yang memesan sumpit asli buatan Korea yang belum paham cara pakai sumpit.
Dewa juga memesan beberapa botol susu untuk security agar kuat dan tetap sehat menanti menjaga keamanan rumah dan perusahaan-perusahaannya. Dan mirror jadi pilihan oleh-oleh terakhir yang dibeli khusus oleh Dewia untuk para ibu-ibu pengajiannya juga tidak luput dari perhatian.
Alasannya katanya Dewi semua pegawainya dari security, officer boys, og officer girl, jajaran petinggi perusahaan semuanya cantik dan cakep-cakep.
Pak Kim Park Jung juga menyarankan agar Dewi membeli cemilan khas Korea Selatan walaupun di Indonesia sudah banyak yang dijual tapi Uncle Park tetap membelinya alasannya supaya ada temannya supaya bisa dinikmati, untuk menghindari pegawai, maid dan asisten rumah tangganya tidak kelaparan saat mereka bekerja.
Pasangan suami istri itu berharap dengan oleh-oleh dari mereka Bisa bermanfaat dan berguna untuk orang yang menerima barang itu sebagai cinderamata dari Korea Selatan.
Dewa hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke luar, hendak ingin mencari keberadaan Mama Elisah Sedangkan di Apartemen pribadi Bima, dia tidak lupa memasukkan sebuah kotak warna biru tua ke dalam kopernya. Kotak itu nantinya akan diberikan oleh Bima untuk Sarah kekasih pujaan hatinya sekaligus adik sepupunya Dewa.
__ADS_1
Bima menatap ke arah luar jendela tinggi itu, "Tunggu lah aku Sarah, aku akan buktikan pada dunia bahwa aku sangat mencintaimu dan aku tidak bisa hidup tanpa kamu walaupun dunia menentang hubungan kita," gumam Bima sambil packing barang-barangnya.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…...
__ADS_1