
Mereka akhirnya saling berpandangan dan menikmati keindahan dari wajah mereka masing-masing. Hal ini berlangsung beberapa menit. Andai saja yang dibawah sana tidak ikut terbawa suasana mungkin Rama belum bangkit dari atas tubuh Priya.
Rama langsung berlari ke kamar mandi, ia lagi kesal dengan keadaannya Rama pun sudah frustasi dibuatnya,"Kalau gini terus lama-lama aku bisa gila!!" Pekik Rama.
Sedangkan Priyanka masih asyik berbaring dan menyadari kondisi Rama yang menginginkan lebih dari sekedar ciuman sesaat saja. Ia menyentuh bibirnya yang sempat bersentuhan dengan bibir seksinya Rama. Priya pun tersenyum mengingat kejadian itu. Dia bahkan membayangkan hal yang lebih dari itu.
Priyanka Nadine Alexandra masih berada di dalam kamar hotel milik Rama Aryasetio Aditya Kusuma. Priya masih asyik dengan lamunannya. Bahkan Priya tidak menyadari kehadiran Rama yang mengambil pakaiannya di dalam lemarinya. Saking asyiknya mengkhayalkan sesuatu yang seharusnya ia harus hentikan membuatnya tidak menyadari kedatangan Rama di dalam kamar itu.
Setelah menyelesaikan mandinya Rama bersiap ke kantornya dan mulai detik ini dirinya tidak ingin berdekatan lagi dengan gadis yang membuatnya selama ini jantungnya selalu berdebar kencang tak karuan. Aditya tidak ingin jika dirinya berdekatan dengan Hyuna yang otomatis membuatnya menginginkan sesuatu yang lebih.
Karena itu lah Rama meninggalkan kamar hotel tempatnya menginap tanpa pamit atau memberitahukan kepada Priya jika dirinya akan pergi. Rama hanya menyimpan gelang Priya di atas nakas meja tempat tidurnya.
Rama menyimpan tidak lupa secarik kertas yang bertuliskan sesuatu yang hanya Aditya dan Author yang tahu isinya. Aditya berjanji kepada dirinya untuk mengjauhi Priya. Walaupun hati dan perasaannya menginginkan sesuatu yang lebih dari hubungan mereka walaupun mereka baru sekedar kenal saja.
Saking asyiknya melamun Priya baru tersadar saat Aditya sudah pergi jauh meninggalkan dirinya seorang diri di dalam kamar hotel. Sebenarnya Rama tidak ingin meninggalkan Priya tanpa pamit, tetapi ia tidak membalas ucapan dari Aditya bahkan Aditya sudah mencium kening perempuan yang mulai dia sayangi itu.
Rama tetapi tidak mendapatkan respon apa pun. Aditya tidak ingin menganggu khayalan Priya sehingga Aditya memutuskan untuk pergi tanpa sepengetahuan dari Priya.
__ADS_1
"Aku harus pulang, sudah jam 10 pagi juga," gumam Priya.
Priya bangkit dari duduknya setelah haus dan mencari minuman. Tetapi tanpa sengaja Hyuna menyenggol sebuah kotak yang ada di atas nakas meja. Dia penasaran dan langsung mengambil kotak tersebut yang terjatuh di lantai. Ia ingin mengambil kotak tersebut tapi handphonenya berdering sehingga perhatian Priya teralihkan oleh kotak yang terjatuh tadi.
"Assalamu alaikum Aunty," jawab Priya yang tersenyum tipis.
"Waalaikum salam Nak, oiy Nak kamu sekarang di mana? kalau bisa Aunty minta tolong kamu datang ke rumah yah Nak nanti siang," pintanya Aunty Sri Devi.
"Bisa nanti agak siangan yah Aunty, boleh yah!" Harapnya Priyankaa sambil tetap mencari keberadaan kotak yang terjatuh tadi.
"Kalau bisa sekarang yah Nak, ada yang penting yang Aunty mau omonging sama kamu," tuturnya Bu Sri.
Priya bergegas meraih untuk mengambil jaket dan tasnya handbagnya dan segera pergi dari hotel itu. Ia sudah lupa dengan kejadian yang dia alami bersama dengan Aditya bahkan Priya yang melupakan hal yang membuatnya mengkhayalkan sesuatu yang tidak sepantasnya dia khayalkan.
Rama sudah sampai di kantornya sedangkan Priya masih dalam perjalanan pulang ke apartemennya. Hari ini mengambil keputusan yang sangat besar dalam hidupnya yaitu menerima tawaran dari papinya.
Priya harus untuk menangani dan mengambil cabang perusahaan papinya yang ada di Australia. Rama sebenarnya berat dengan keputusannya itu, tetapi Aditya tidak ingin tetap di Indonesia yang memungkinkan dirinya untuk selalu bertemu dengan Priya yang membuatnya bisa gila.
__ADS_1
Sedangkan Rama tidak mampu untuk mengambil keputusan untuk hubungan yang ingin dua jalin dan bina bersama dikarenakan dirinya sudah bertunangan dengan perempuan lain pilihan Mami sambungnya. Rama tidak bisa menolak permintaan dan permohonan Papi dan mami nya sehingga dia terpaksa menerima pertunangan itu walaupun Rama sangat tidak ingin melakukan itu padahal gadis calon jodohnya masih teka-teki.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...