
"Aku ingin menelpon ke kampung, aku rindu sama Paman Irwan dan Bibi Aminah," ujarnya Dewi dengan penuh harap sambil memperlihatkan wajah imutnya.
"Oke, Mas akan telpon mereka spesial untuk kamu," ucap Dewa.
"Makasih banyak Mas," balasnya Dewi sambil memeluk tubuh atletis dari suaminya itu.
Beberapa saat kemudian, sambungan Telepon dari Dewa pun terhubung ke nomor handphone Bibi Aminah.
Setelah sambungan telponnya tersambung, Dewa tanpa menunggu lama langsung menyerahkan telponnya ke tangan Dewinta istrinya.
Dewi meraih hp tersebut seraya tersenyum,"Assalamualaikum Bib," sapanya Dewi.
"Waalaikum salam," jawab dari Bibi Aminah.
"Gimana kabarnya Nak dengan si kembar??" tanya Bibi Aminah sekedar basa-basi.
"Alhamdulillah kami baik-baik saja kok Bi," jawabnya Dewi sambil memperbaiki posisi baringnya.
"Suami kamu di mana nak??" ucap bibi Aminah.
"Alhamdulillah kami sua baik-baik saja kok Bi, suamiku ada kok bersamaku bibi, lagi ngerjain kerjaan dari kantornya Bi," jelasnya Dewinta.
"Alhamdulillah kalau gitu," ucap Bibi Aminah.
"Oiy bi, bisa kah bibi ke rumah aku yang dulu?" ucap Dewi sambil memohon seakan-akan orang yang Berbicara dengannya melihat gerakan badannya untuk memohon.
"Untuk apa yah Nak, kalau boleh tahu??" Tanya Bibi Aminah penasaran dengan permintaan dari anak dari adik iparnya itu.
"Aku ingin Bibi ke rumahku, lalu buka laci lemari ibuku yang ada di dalam kamarnya ibuku, tolong Bi cek apa ada kotak warna merah muda di dalam laci lemari itu?" Terangnya Dewi.
"Ooh gitu yah Nak, Bibi akan ke sana besok untuk mengeceknya karena sudah malam juga," balas Bu Aminah.
__ADS_1
"Dewi minta tolong, kalau bisa sekarang yah Bi, soalnya penting sekali," pintanya Dewi.
Dengan berat hati menyetujui permintaan keponakannya itu, "Baiklah kalau begitu Nak," ujarnya Bi
"Kalau bibi dapat kotak itu tolong kirim ke kota yah Bi ke alamat rumahku," tuturnya Dewi.
"Baik nak sesuai permintaanmu Bibi akan laksanakan segera," imbuhnya Bibi Aminah.
"Makasih banyak Bi," tutur Dewi yang merasa bersyukur karena sudah dibantu
"Sama-sama Nak," timpal Bu Aminah.
"Aku tutup dulu telponnya yah Bi, insya Allah saya akan telpon bibi lagi lain kali," ujar Dewi.
"Assalamualaikum," salam Dewi.
"Waalaikum salam," jawab salam Bibi Aminah.
"Udah kan telponannya sayang jadi waktunya makan malam baru obatnya diminum biar dede bayinya senang dan sehat selalu," ungkapnya Dewa.
"Gimana dengan makanannya sayang, gimana dengan rasanya?" Tanya Dewa yang penuh penasaran apa kah istrinya menyukai masakannya tersebut.
"Gimana yah, aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata," guraunya Dewi sambil berpura-pura Seakan-akan ia memikirkan sesuatu yang sangat pelik dan susah.
"Maksudnya masakan Mas gak enak yah? Sini aku coba soalnya waktu di rumah aku cobain Alhamdulillah rasanya enak dan mantap loh," pujinya Dewa sambil menyendok sisa makanan yang ada di piring Delia ke dalam mulutnya.
Dewi kemudian memberikan kode kepada suaminya untuk mendekat ke arahnya. Dewa pun bagaikan dicocol hidungnya langsung saja mendekati tempat istrinya berada. Setelah mereka berdekatan, Dewi langsung memberikan kecupan singkat dipipi suaminya.
"Makasih banyak sayang, aku sama dede bayi suka sangat dengan semua makanan yang Mas masak," pujinya Dewi sambil tersenyum malu-malu mengingat aksinya yang terbilang cukup berani.
Dewa tersenyum bahagia dengan aksi sang istri. Dewa Wijaya terus saja memegangi pipinya bekas ciuman Dewi.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau kamu suka dengan masakan Mas dan makasih ciumannya tapi, boleh gak Kakak minta yang ini," ujarnya Dewa seraya menyentuh bibir Dewi.
Dewi tertawa disaat mendengar permintaan suaminya, "Jangan yang itulah aah entar ada yang bangkit lagi kan aku belum bisa kakak," ucap Dewi sambil menutup mulutnya.
"Iiisshh gak asyik, siapa coba yang duluan menggoda Kakak," ketusnya Dewa yang sudah ingin mendekati arah istrinya.
Dewi langsung mundur dan bersandar ke ranjangnya, tapi Arya semakin memajukan bibirnya. Tersisa sekitar 1 centi saja jarak mereka, tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar dari luar. Mereka berdua spontan menolehkan wajahnya ke arah pintu.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…..
__ADS_1