Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 12


__ADS_3

"Ooh gitu yah Nak, anaknya Papa sangat perhatian dan pengertian banget yah, buat Papa bahagia melihat kalian semua," timpalnya Dewa.


Nyonya Elisah datang dan menyuruh mereka masuk ke dalam, "Kita lanjutkan ceritanya di dalam saja yah Nak," ujarnya Mama Elisah.


Mereka kemudian berjalan menuju ruang tengah. Serta tak lupa membahas tentang rencana keberangkatan mereka ke Korea Selatan hari ini.


Dewinta menatap dengan teduh "Zacki tidak apa-apa kan kami tinggalkan sementara waktu?" Tanya Dewinta saat sudah duduk di hadapan anak keduanya itu.


Zacki tersenyum tulus ke arah Mamanya, "Zack tidak masalah kok Ma, yang penting Papa dan Mama senang dan bahagia, Zack juga pasti akan ikut bahagia melihat kalian bahagia selalu," ucap Zack yang selalu dewasa menanggapi setiap perkataan orang lain.


Dewi bergantian menatap ke arah anak sulungnya, "Kalau Zahrah gimana?" tanya Dewi.


"Kalau aku juga sama dengan Zack sih Ma, bagiku yang paling penting untukku adalah Mama bawa pulang Dede Bayi itu sudah," jawabnya Zahra sambil memeluk tubuh Mamanya.


Kedua anak kembarnya malah bahagia dengan rencana kedua orang tuanya tersebut. Mereka yang sama sekali tidak mempermasalahkan keberangkatan mamanya.


"Amin… insya Allah… doakan saja Mama sama Papa yang terbaik sayang, semoga saja kami pulang nanti sudah bawa kabar baik," timpalnya Dewa yang ikut nimbrung dengan kedua anak dan istrinya itu.


Setelah beberapa saat kemudian Dewa dan Dewi pamitan kepada anak-anaknya dan Bu Elisyah. Mereka ke bandara hanya berdua saja karena Mama Elisah dan si kembar akan menghadiri pengajian yang diadakan di salah satu masjid yang dibangun oleh Eyang Ester.


Sekitar jam 8 malam pesawat yang ditumpangi oleh pasangan suami istri itu bertolak meninggalkan bandara internasional Soekarno Hatta menuju Bandara internasional Incheon Korea Selatan.


Dengan penuh rasa bahagia dan antusias keduanya tersenyum selalu menuju negara tujuan mereka. Dewa lebih memilih naik pesawat komersial dari pada naik pesawat pribadi keluarganya.


Dewi ingin menikmati kebersamaan mereka. Dewa dan Dewi Ingin merasakan gimana rasanya naik pesawat dengan orang dan penumpang yang banyak. Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di Bandara internasional Incheon airport Korea Selatan.


Orang-orang yang diutus untuk menjemput mereka telah tiba di Bandara sebelum pesawat yang ditumpangi Dewa dan Dewi lending. Dewa dijemput oleh anak dari sepupu papinya dan beberapa anak buah kepercayaan oma Ester

__ADS_1


"Selamat datang di Korea Selatan," ucap Kim Jim dengan memakai bahasa Indonesia dengan dialek yang terbata-bata sambil memeluk tubuh Dewa


"Makasih banyak," sahutnya sambil Dewa membalas pelukan sepupunya.


"oiya ini pasti Dewinta Aulia Rahman istrimu," tebak Kim dengan seulas senyumannya.


"iya ini Dewi Istriku," balasnya Dewa sambil memeluk tubuh istrinya dengan sangat posesif seakan-akan Kim akan menggoda dan merebut Dewi darinya.


Kim tertawa cengengesan, "Gaya kamu ini seakan-akan aku akan merebut istrimu saja dan takut banget yah kehilangan istrimu," canda Kim sambil tertawa cengengesan melihat tingkah sepupunya.


"Ya betul sekali aku sangat takut kehilangan Dewi karena aku takut hidup sendiri dan tak mau hidup sendiri, tidak seperti kamu yang masih betah dengan kesendirian, atau jangan-jangan punya kamu tidak...." Dewa mengecilkan suaranya bahkan berbisik di telinga Kim sepupunya.


Dewa langsung terbahak-bahak melihat wajah Kim yang sudah seperti kepiting rebus karena saking malunya dengan perkataan dari kakak sepupunya itu.


Kim Jun spontan membalas perkataannya, "Gini-gini aku itu masih normal loh cuma belum ada yang cocok saja, atau kamu aku coba"gurauan Kim sambil maju ke arah Dewa dan berlagak kayak orang yang sedang ingin itu.


Dewa langsung menghindari Kim sambil menarik tangan Dewi dan berjalan cepat menuju mobilnya yang sudah terparkir sedari tadi yang telah menunggunya. Kim tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Dewa. Bahkan Kim merasa lucu banget dengan tingkahnya Dewa.


Dewinta sangat senang melihat tempat yang sedari dulu sudah ingin dia datangi. Bahkan ia menyuruh Kim untuk memberhentikan mobilnya sementara waktu.


"Stop!!!" Pekiknya Dewinta.


Dewa yang sedang bermain hp menolehkan kepalanya ke arah istrinya. Kim ikut melirik ke arah Dewi.


"Kim bisa stop di sini dulu gak?" Pintanya Dewi.


Kim menatap Dewa Maher Wijaya Lim untuk meminta ijin kepada kakak sepupunya itu melalui tatapan matanya. Dewa menganggukkan kepalanya tanda dia mengijinkan mobilnya berhenti sejenak.

__ADS_1


Kim langsung menghentikan laju mobilnya. Dewi tanpa aba-aba langsung keluar dari mobilnya dan berlari kecil ke arah pohon yang berjejer di sepanjang jalan yang mereka lewati. Dewi seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah yang luar biasa dari kedua orang tuanya.


Dewi bahkan berselfi ria di bawah pohon yang daunnya warna pink itu. Dewa sama sekali tidak melarang Dewi dengan tingkah lakunya yang terbilang norak. Dewa bahkan mengabadikan momen itu yang terbilang langka. Karena selama ini ia tidak pernah melihat tingkah laku Istrinya seperti anak kecil.


Padahal mereka sudah menikah selama sepuluh tahun lamanya. Kim ikut tersenyum melihat tingkah laku Istri dari sepupunya. Kim sejenak teringat dengan kisahnya waktu itu bersama seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.


****************


 


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…..


__ADS_2