Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 86


__ADS_3

Bima bagaikan orang yang kesetanan karena tidak berhenti untuk menghujani dan membasahi goa milik istrinya untuk menanamkan benih unggul terbaik Bima Kegiatan mereka tidak terusik oleh hiruk pikuk kota New York. Hal seperti itu bagi orang Amerika serikat lumrah dan biasa saja.


Tidak akan ada yang berani bertanya atau pun berkomentar tentang mobilnya yang sudah lama terparkir. Keduanya sama-sama tumbang setelah mencapai puncak surga dunia. Adrian menjatuhkan badannya di samping Emilia. Dan tidak lupa untuk mencium kening istrinya.


"Makasih banyak sayang, aku sangat bahagia dan sangat mencintaimu hingga kapan pun dan tidak ada wanita lain selain dirimu yang aku puja dan aku sayang," ujarnya Bima sambil memeluk tubuh istrinya.


"Aku juga sangat mencintaimu melebihi mencintai diriku sendiri," imbuhnya sambil membalas pelukan suaminya.


Bima tak hentinya tersenyum setelah beberapa hari harus memendam perasaan yang sudah ingin meletup di dalam hatinya. Zameera sangat mengerti dengan apa yang terjadi pada suaminya sehingga beberapa hari ini marah dan mendiamkannya.


Setelah beraktifitas panjang, Zameera Amelia Duncan dan suaminya Bima Sakti Martadinata Aryaduta terlelap dalam tidurnya. Mobil yang mereka pakai sudah disulap seperti kamar mini khusus untuk mereka berdua.


Bima cepat tanggap darurat dan sudah mempersiapkan hal itu jauh-jauh hari karena setelah, menikah Bima belum pernah menikmati indahnya penyatuan diantara mereka. Hal itu terjadi sebelum mereka bertemu dan resmi menjadi pasangan halal suami istri.


Jauh dari tempat Bima dan Zameera berada, tepatnya di dalam kamar hotel mewah, seseorang masih terlelap dalam tidurnya. Arjuna masih sibuk dengan mimpinya. Dalam mimpinya ia bertemu dengan seorang gadis cantik yang memakai hijab.


Arjuna melihat gadis itu berjalan ke arahnya dan tersenyum manis. Arjuna Ingin mendekati cewek itu, tetapi tiba-tiba cewek itu berlari mengjauh dari Arjuna. Ia berusaha untuk mengejar perempuan itu, tetapi usahanya Arjuna menuai kegagalan.


Arjuna pun terbangun dengan nafas yang memburu seakan-akan dia habis dari berlari. Nafasnya ngos-ngosan, peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuhnya.


"Aaaaakhh!!" Arjuna berteriak histeris.


Hanya berteriak seakan-akan menyalurkan kekesalannya karena gagal mendapatkan perempuan yang ada dalam mimpinya padahal ia sangat ingin melihat wajah perempuan itu secara langsung.


Gadis itu menghilang sebelum wajahnya kelihatan jelas, karena sudah beberapa hari belakangan ini wajah gadis itu menghantui mimpinya dan juga pikirannya. Arjuna belum sadar sepenuhnya yang masih beberapa persen saja, dari pengaruh minuman beralkohol yang ia minum semalam.

__ADS_1


"Aaah sakit!!" Keluhnya Arjuna sambil menyentuh kepalanya yang pusing itu serasa apa yang dilihatnya berputar.


Arjuna langsung bangun dari duduknya dan betapa kagetnya Setelah melihat dirinya yang sudah tidak memakai satupun pakaian.


"Apa yang terjadi padaku? Kenapa keadaanku seperti ini?" Cicitnya Arjuna yang keheranan ketika tersadar dan melihat kondisinya tersebut.


Arjuna bertanya-tanya kepada dirinya sendiri tapi belum mendapatkan jawaban. Ia bahkan tidak mengingat sedikit pun yang telah terjadi. Dia hanya mengingat terakhir kalinya, ia minum di bar dan saat itu ada cewek yang mendekatinya yang berpakaian seksi.


"Tidak mungkin dengan perempuan itu! Walaupun aku mabuk aku masih mengingat dengan jelas rasanya saat aku memasuki area tubuhnya, saat itu sangat sempit bahkan sangat susah untuk ditembus jadi kalau wanita mu ra han itu pasti tidak mungkin!" Ketusnya Arjuna.


Tanpa sengaja Arjuna menyentuh seprei yang dipakainya. Tiba-tiba tangannya tanpa sengaja menyentuh benda yang cair tapi agak kental. Matanya melotot saking kagetnya dengan benda itu yang ternyata darah segar yang ada di seperi itu.


"Itu tidak mungkin darah cewek bayaran itu?" Umpatnya Arjuna yang bertanya-tanya siapa pemilik darah itu.


Arjuna segera menghubungi orang yang bekerja di bagian ruang cctv, ia bebas melakukan hal itu, dikarenakan hotel itu adalah salah satu kepunyaan kelurganya Arjuna.


"Baik Bos!" Jawab anak buahnya Arjuna tanpa banyak protes.


Sambil menunggu hasil temuan dari anak buahnya. Arjuna Satya Nadella ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan seluruh tubuhnya yang masih ada bekas percintaannya semalam.


"Ya Allah maafkanlah… Aku telah melakukan dosa besar dan hal ini sama sekali aku tidak sengaja, aku pasti sangat melukai perempuan itu," lirihnya Arjuna sambil terus mengguyur tubuhnya.


Arjuna tiba-tiba teringat dengan aksinya semalam. Dia dengan samar-samar mendengar tangisan dari seorang perempuan yang meminta tolong.


"Siapa perempuan itu ya Allah? Aku yakin pasti perempuan itu sangat sedih dan hancur jika perempuan itu masih pe ra wan," batinnya Arjuna.

__ADS_1


Sedangkan di dalam mobil milik Bima Sakti Martadinata Aryaduta Martadinata, pasangan suami istri itu masih terlelap dalam tidurnya. Bahkan hingga pagi hari menjelang. Keesokan harinya, Bima terbangun dari tidur panjangnya.


Karena alarm di handphonenya sudah berbunyi menandakan bahwa hari sudah subuh. Bima segera bangun dan memakai kembali pakaiannya yang teronggok di lantai mobil. Kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya Zameera.


Bima kemudian mengemudikan mobilnya kembali ke rumahnya. Karena ia tidak ingin terlambat melaksanakan shalat subuh.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


I love you all Readers…...


__ADS_2