Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 127 Tamat


__ADS_3

Kepercayaan yang selama ini ia berikan kepada Rinjani ternyata disalah artikan. Dengan teganya mengkhianati kepercayaannya. Yudistira masih sering meyakini jika ia salah paham dengan kejadian semua ini.


"Aaahhh!! Sial ternyata selama ini aku cuma dipermainkan dan diperalat oleh Rindu di wanita sialan itu!!" Murkanya Yudistira yang akal sehatnya sudah hampir semakin terkikis melihat dan mendengar langsung perbuatannya Rinjani di dalam rumah pribadinya itu.


"Abang semakin kuat saja, kamu tahu gak Abang jauh banget perkasanya dari suamiku Yudistira Tirtayasa Erlangga Azof itu sebenarnya mandul Bang tapi Rangga tidak mengetahui kenyataan itu," cibir Rinjani.


Kenyataan yang baru saja didengarnya Rangga semakin membuatnya kalang kabut. Ia semakin murka dan amarahnya sudah memuncak dan mencapai titik level tertinggi di dalam hatinya.


"Aahhhhh!!!! aku manusia paling terbodoh di dunia ini, sungguh bego diriku telah diperdaya oleh wanita muu raaa haan!!" raungan Yudis dibalik pintu itu.


Rudi melirik sekilas ke arah Rindu sembari berbicara, "Maksud kamu apa sayang?" Tanyanya Abang Rusman kekasihnya Rinjani beberapa tahun belakangan ini yang selalu memberikan uang untuknya.


"Yudistira itu bukan pria yang sempurna setiap kali aku ingin begitu dengannya Aku selalu beri ia obat tidur setelah Rangga tertidur, Aku pergi ke kamar zecurity Aku untuk mencari kepuasan dan malam itu bukanlah suamiku yang memuaskan aku tapi security ganteng Abang." Jelasnya Rinjani sambil memainkan pusaka Abang om Rusman dengan penuh kelembutan.


"Kamu nakal yah sayang, dari pada Aku tidak bisa menyalurkan hasrat aku yah mending aku cari security saja, Abang sih kalau di telpon alasannya takut sama istri Abang!" Rengekan Rinjaniu yang bermanja-manja di atas tubuh Pak Rusman Effendi.


"Jadi selama kamu menikah dengan Yudistira belum pernah gitu yah??" ucap Abang Rusman yang penuh selidik.


"Iya Bang, gimana caranya dia puaskan saya punyanya itu selalu lesu lemah lelah, lunglai dan loyo ga bisa ber diiii rii dengan perkasa dan tegak," sarkasnya Rinjani yang tertawa.


Yudistira menangisi nasibnya yang telah memilih Rinjani menjadi istrinya dan meninggalkan Sinta Ismayanti Rajab yang menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Yudistira terduduk di lantai depan kamarnya.


"Maafkanlah aku Sinta, aku telah membuatmu sakit hati dan terluka, ini semua gara-gara kebodohanku yang lebih memilih wanita lukcnat itu daripada kamu," lirihnya Yudistira dalam tangisnya yang meratapi kesedihan dan kebodohannya.


"Kenapa kamu gak cerai saja dengan Yudistira jika kamu tidak mencintainya?" Tanyanya Pak Rusman lagi yang mulai mengorek informasi dari mulutnya Rinjabi secara langsung tanpa mengetahui jika Yudistira Tirtayasa sedari tadi menguping pembicaraan keduanya.

__ADS_1


Rinjani tersenyum penuh kelicikan,"Belum saatnya aku menceraikannya Abang, saya tidak bisa bebas melayani om-om di luar sana jika aku menceraikannya begitu saja, itu untuk mendapatkan alibi dan alasan untuk menutupi kesenangan saya lah Abang," ungkap Rinjani yang masih memainkan tongkat pusaka si Abang Rusman pria yang sangat cukup dewasa itu di usianya yang sudah kepala empat.


Kupingnya Yudistira sudah panas mendengar perkataan langsung dari mulutnya Rinjani Arinda Kamal dan selingkuhannya. Dengan kobaran api kebencian dan dendam.


Yudistira akhirnya membuka pintu kamarnya dengan keras. Rinjani dan Pak Rusman dibuat tersentak kaget dengan kedatangan Yudistira yang tiba-tiba tanpa mereka ketahui sebelumnya. Raut wajah keduanya pucat pasi karena cukup terkeju.


Bruuuuukkkkkk…


Rinjani dibuat keheranan karena biasanya jam pulang kerja Yudistira adalah akan pulang paling cepat jam delapan malam. Sedang Rinjani masih di dalam dekapan Abang Rudi bahkan Rinjani ingin melakukan hal itu lagi langsung di depan mata suaminya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Bahkan dia sendiri yang mengambil alih permainan mereka.


"Akhirnya kamu datang juga dan sudah melihat kami dalam keadaan seperti ini jadi aku akan memperlihatkan kamu bukti pria yang perkasa yang mampu membuat aku menjadi wanita seutuhnya yaitu dimabuk cinta," sarkas Rinjani yang menatap jengah dan malas ke arahnya Yudistira.


Sedangkan Rinjani mematung melihatnya yang sedang berhubungan dengan pria lain. Rinjani menjadi saksi bisu dari pergulatan putaran ronde kedua yang dilakukan oleh istrinya bersama Rusman pria selingkuhannya ayah biologis dari bayi yang didalam rahimnya saat ini.


Yudistira akhirnya gelap mata dan langsung meraih vas bunga yang ada di atas meja. Ia segera memukulkan vas bunga itu di kepala selingkuhannya Rinjani tanpa ba bi bu lagi.


Ia memukuli kepala Pak Rusmani dengan sekuat tenaga. Rinjani tidak mengira dan selama ini melihat Yudistira tidak akan berani dan nekat berbuat seperti itu. Karena Rinjani tahu selama ini Yudistira pria yang lemah dan mudah diatur sesuka hatinya saja.


"Rinjani?! Apa salahku kenapa kamu tega melakukan semua ini kepadaku, Aku sudah memenuhi semua permintaan dan kebutuhanmu haahh!! berang Rangga yang sudah tersulut emosinya.


"Semua yang kamu lakukan tidaklah cukup, Aku butuh kemewahan, Aku butuh shopping pakaian dan barang-barang branded, sedangkan kamu tidak mampu melakukan itu semua,"ketusnya Rinjani sambil terus berusaha memegang tangan Yudistira agar terselamatkan.


Awalnya keduanya sama sekali tidak gentar atau pun takut tapi, karena ia melihat dan memperhatikan Yudistira dengan senyuman meremehkan.


"Aku tidak menyangka kamu telah mengkhianatiku, karena selama ini demi kamu aku rela menjual warisan satu-satunya Ibuku tanpa sepengetahuan ibuku bahkan aku sudah korupsi di kantor aku hanya demi kamu gara-gara kamu, dan aku memutuskan hubunganku dengan Sinta Ismayanti Rajaba bahkan dengan mudahnya kamu membodohiku kalau kamu itu hamil anakku!!" Bentaknya Yudistira yang sudah menampakkan wajah kesetanan.

__ADS_1


Rinjani berdiri dan ingin mencegah Rangga yang sudah kalap dan terus memukul Pak Rusman Effendi yang jelas kekuatannya lebih besar dari bapak Rusman yang sudah tua. Dia berdiri tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.


Rinjani memegang tangan suaminya itu dan saling berebut pas bunga yang dipegang oleh Yudistira sedangkan Pak Rusman sudah semakin tak berdaya.


Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai, seperti itu lah pepatah yang menggambarkan kehidupan setiap insan manusia yang harus diperbudak oleh nafsu duniawi.


Rinjani dan Pak Rusman dinyatakan meninggal dunia di dalam kejadian itu, sedangkan Yudistira setelah menyebabkan kematian istrinya itu segera diamankan oleh pihak kepolisian.


Kedua orang tuanya Yudistira segera mendatangi kantor polisi setelah mendapatkan informasi jika anak keduanya itu ditangkap polisi.


Mereka tidak menduga jika Rinjani perempuan yang selama ini baik, penyabar, penyabar dimata kedua mertuanya itu ternyata perempuan yang tidak baik, wanita lucknut yang rela melakukan apapun demi uang bahkan jual kehormatannya pun dia lakukan dibelakang suaminya itu.


Sedangkan Sinta dan Arjuna yang menikah dadakan di luar jadwal yang ditentukan karena calon ayah mertuanya sekarat. ijab kabul pun berlangsung dan hanya beberapa menit kemudian, mereka sudah sah resmi menjadi suami istri dan papanya Sinta pun menghembuskan nafas terakhirnya hari itu juga.


Duka mendalam menyelimuti seluruh anggota keluarga besar mereka, disaat Arjuna dan Sinta bahagia, ayah mereka harus meninggal dunia untuk selamanya. air mata kehilangan mewarnai hari itu, dimana hari sahnya menjadi duka mendalam.


Priyanka dan Rama pun bahagia karena sudah mendapatkan ijin dan restu untuk menikah dan ke-dua orang tua mereka masing-masing yang awalnya tidak mendapatkan restu malah ditentang.


Kesalahpahaman sudah terselesaikan dengan baik dan kepala dingin, ,rahasia besar pun sudah terbuka semuanya sehingga mereka bisa bernafas lega dan bahagia tanpa ada dendam yang menyelimuti kehidupan mereka.


Satu bulan kemudian, Dewi dan Dewi kembali berbahagia karena mendapatkan anugerah berupa kepercayaan dari Allah SWT berupa calon anak ketiga mereka.


Rasa sukur mereka perlihatkan dan tunjukkan melalui berbagi sembako kepada masyarakat sekitar. semua orang turut berbahagia atas berita bahagia itu.


...*********END*******...

__ADS_1


__ADS_2