
Dewa segera mendekati Dewi dan memeluknya untuk memberikan kekuatan kepada Istrinya. Bibi Aminah ragu untuk berkata jujur dan membuka semuanya. Tapi Bibi Ainun teringat dengan janjinya kepada Ibunya Dewi yang suatu saat nanti jika, tiba waktunya akan bertanya maka Bibi aiNun berhak untuk mengungkapkan kebenarannya, Dewi berhak mengetahuinya.
"Sebenarnya Dewi kamu bukanlah anak kandung dari Arianto Gunawan Hendrawan," Ucap Bu Aminah.
Semua orang yang berada di dalam ruangan inap Dewi sungguh sangat kaget dan shock mendengar kenyataan yang sebenarnya.
Suasana sungguh berubah 180 derajat setelah Ibu Minah berbicara. Suasananya di dalam kamar perawatan Dewinta menjadi hening dan temboklah yang menjadi saksi bisu dari terungkapnya kebenaran yang selama ini belum terkuak.
Bibi Aminah mau tidak mau harus berkata jujur. Ia pun memutuskan untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Diana Nasution Rahman Hendrawan Ibu Widya kandungnya Dewi beberapa tahun silam.
Bu Minah akhirnya menjelaskan dan menceritakan awal mula dan duduk permasalahannya kenapa nama Gunawan yang menjadi nama belakang Dewi.
Bibi Aminah pun mulai menceritakan kisah pilu dari ibu dan ayahnya Dewi sesuai yang diceritakan oleh Diana sejak kepulangannya dari Korea Selatan dulu kepada mereka.
Flashback on..
Waktu itu saya dan suami sedang duduk di beranda rumah kami, tiba-tiba ada sebuah motor yang berhenti di depan rumah kami. Kami kaget melihat siapa yang turun dari jok motor itu. Ternyata dia adalah adik kandung dari suamiku tepatnya ia adalah Diana.
Diana bekerja di luar negeri yaitu di Korea Selatan sebagai tenaga kerja wanita. Rencananya Diana akan pulang tahun depan. Tapi tiba-tiba Diana pulang tanpa memberi kami kabar terlebih dahulu.
Kami sebagai satu-satunya pihak keluarga yang dimilikinya sangat kaget karena Diana pulang tanpa membawa apapun selain tas selempangnya. Diana langsung berlari ke arah kakak satu-satunya dan menangis tersedu-sedu.
Diana menangis disaat dia memeluk tubuh kakak laki-lakinya, yaitu suamiku Kamal Hendrawan. Suamiku hanya memiliki satu saudara saja yaitu Diana seorang di dunia ini.
Kami pun menanyakan perihal kepulangannya yang secara mendadak. Adinda pun jujur dan menjelaskan alasan dibalik kepulangannya itu.
"Diana, adikku apa yang terjadi padamu, katakanlah kepada Mas yang sejujurnya," pinta Irwan Nasution Hendrawan kakaknya Diana.
"Maafkan Diana Kakak, aku selama ini sudah menikah dengan laki-laki asli Korea," jawab Diana Nasution dengan deraian air mata.
__ADS_1
Aku dan Suamiku kaget dan shock mendengar kejujuran Adinda.
"Apa yang kamu katakan, tolong jangan bercanda dengan kakak??" harap Irwan
yang sangat kaget dengan perkataan adik semata wayangnya.
"Iya Diana jangan bercanda, pernikahan itu bukanlah mainan dan bukan juga bahan lelucon," ketusnya Bu Aminah yang menganggap Diana adik iparnya hanya bergurau saja.
"Saya serius kakak, aku sudah menikah dengan anak majikanku namanya Daniel Wijaya," jelasnya Diana sambil menyodorkan sebuah map berwarna merah yang berisi berkas pernikahannya dengan Daniel.
Bu Aminah dan Pak Irwan segera membaca isi dari map itu. Dari situlah kami percaya dengan perkataan Diana.
"Pernikahan kami terjadi tanpa restu dari orang tua Abang Daniel kak, kami menikah atas dasar suka dan kami saling mencintai," ujarnya Diana Nasution Rahman Hendrawan.
"Maksudnya kalian menikah sembunyi-sembunyi??" tanya Pak Irwan yang kembali dibuat tidak percaya dengan tindakan adiknya yang terbilang cukup berani.
"Iya kak, kami menikah tanpa restu dari orang tuanya, dan hanya kakak angkatku saja yang hadir dan menjadi saksi sekaligus menjadi wali pernikahan kami waktu itu dan beberapa teman kerja kami menjadi saksinya," ungkap Diana.
"Aku tidak punya banyak waktu lagi kakak waktu itu, dikarenakan Daniel suami saya ingin dinikahkan dengan wanita lain kak, sehingga Abang Daniel terpojok dan terpaksa dengan segera menikahiku," tampik Diana lagi.
Diana vmenangis tersedu-sedu dan
menundukkan kepalanya karena malu dengan tindakannya. Diana merasa tidak pantas untuk dimaafkan oleh kakaknya yang telah berani menikah tanpa sepengetahuan kakak kandungnya.
Diana juga sekaligus takut jika kakaknya marah dan murka setelah mereka mengetahui pernikahan siri keduanya. Diana langsung bersimpuh di kaki kakaknya. Dan memohon maaf kepada kakaknya.
"Maafkan aku Mas! aku tidak bermaksud untuk menyakiti hati dan perasaan Mas," ratap Diana yang masih bersimpuh dan memohon maaf kepada kakaknya.
Pak Irwan spontan langsung memeluk adiknya yang sudah terpuruk dengan nasib biduk rumah tangganya yang harus berakhir dengan kesedihan dan penuh dengan air mata.
__ADS_1
"Jangan seperti ini adikku,, kalau kamu terus menangis itu sama saja membuat hati Mas hancur," tutur Pak Irwan yang juga sudah ikut menangisi nasib malang adiknya.
"Jangan kamu sakiti dirimu sendiri, semua ini sudah menjadi garis tanganmu yang harus kamu lalui dengan penuh kesabaran dan keikhlasan," timpal Bu Aminah.
"Tapi aku tidak tahu harus berbuat apa lagi Kakak, karena aku sudah mengandung bayi calon anak dari Daniel," imbuhnya Diana yang membuatnya semakin menangis.
"Kamu harus kuat untuk menjalani semuanya biarkanlah seperti air yang mengalir,"sahutnya Pak Irwan dengan bijak.
"Gimana kalau orang-orang menanyakan perihal kehamilanku kakak, aku tidak sanggup dan tidak bisa menerima kalau ada orang yang menghina anakku kelak," ratap Diana lagi.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…..