Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 29


__ADS_3

Sebenarnya Pak Jung sudah mengetahui dan membaca dengan seksama isinya tapi,ia ingin lebih jelas dan tidak ada lagi keraguan setelahnya. Isi yang ada di dalam CV itu awalnya membuatnya sangat terkejut dan tidak percaya sekaligus bahagia dalam waktu yang bersamaan.


"Mudah-mudahan dugaanku dan perkiraanku benar adanya dan tidak salah lagi," batinnya Pak Jung.


Dewi tanpa pikir panjang langsung menjawab pertanyaan dari Paman Jung.


Dewi tersenyum simpul lalu berucap, "Nama ibuku Diana Nasution Hendrawan, Paman!" Jawabnya Dewi.


Bagaikan disambar petir disiang bolong, Pak Jung sangat terkejut dengan perkataan Dewi. Dengan tanpa sengaja Pak Jung langsung menjatuhkan map yang ada di dalam genggamannya. Dan terduduk di lantai menangis tersedu-sedu.


"Diana maafkan Abang, semua yang terjadi padamu semuanya gara-gara Abang yang tidak mampu menjagamu dengan baik," ratapnya Pak Jung dalam tangisnya.


Paman Park Kim Jung meraung-raung menangisi nasib adik angkatnya yang sudah seperti adik kandungnya sendiri yang telah meninggal dunia dan membawa rahasia besar hidupnya Dewi. Keduanya keheranan melihat kelakuan Paman Park yang menurut mereka tak pernah terjadi dan tak pernah mereka lihat sebelumnya.


Uncle Park yang dalam kesehariannya selalu menunjukkan sikap dingin dan tegasnya dalam bekerja maupun bersikap. Tapi untuk saat ini, hilanglah sudah penilaian mereka kepada Pak Jung kepala pelayan keluarga besar Wijaya yang sudah bekerja sejak Tuan Muda David dan Daniel lahir ke dunia ini.


Di dalam kamar perawatan Dewi, Pak Jung memperlihatkan sisi lemah dalam kehidupannya selama ini. Pak Park Kim Jung menunjukkan sisi lemahnya dihadapan Dewa dan Dewi.


Pak Jung menangis sambil memeluk map yang ada di tangannya tadi.


Dewa berinisiatif untuk segera mendekati Uncle Park untuk membantunya berdiri.


"Apa yang terjadi Uncle Park, kenapa paman Park menangis??" Tanyanya Dewa penuh dengan selidik.

__ADS_1


Uncle Park hanya menatap Delia dan tak bisa berbicara apapun. Sorot mata Pak Park seakan-akan merasakan kerinduan yang sangat besar terhadap Dewi. Sedangkan yang ditatap seperti itu jadi tidak enak hati dan merasa gelisah. Ada gelenyar aneh yang tiba-tiba muncul di dalam hatinya yang paling terdalam.


Pak Park mendekat ke arah Dewi,


"Apa kamu pernah melihat cincin ini nyonya Muda!" Tanya Paman Jung sambil memperlihatkan foto seseorang yang sedang memakai cincin yang sangat indah.


"Ini kan cincin itu… sangat mirip dengan punya Ibu," Dewi terkejut dan tidak melanjutkan kata-katanya karena kaget dengan foto cincin itu yang dulu sering dipakai oleh ibunya itu.


Foto yg disodorkan Uncle Park adalah fotonya Eyang Ester isaat dirinya masih muda dan sedang memakai cincin yang sangat persis mirip dengan cincin ibunya pemberian bapaknya itu sebelum keduanya meninggal dunia.


"Iya ada apa dengan cincin itu Nak?" Tanya Pak Park dengan tidak sabar dan ingin segera mendengar apa yang akan dikatakan oleh Dewi di hadapannya.


Dewa sama sekali tidak berniat untuk menimpali percakapan keduanya atau pun menggangu apa yang sedang mereka berdua lakukan. Dia anya jadi pengamat dari interaksi antara Istrinya dan Paman Park. Dan tidak ingin mencampuri urusan mereka atau pun kepo.


"Itu kan cincin yang sama dengan punya ibuku Uncle Park, gelang itu sering di pakai ibu dulu kalau ke acara pesta," gumam Dewi seraya mengingat kejadian beberapa tahun silam yang lalu.


"Apa kamu tahu dengan cincin ini?" Tanyanya lagi Pak Jung sambil menyodorkan foto lebih dekat di depannya Dewi.


Hanya air matanya Dewi yang mampu mewakili dari berbagai pertanyaan yang terlontar dari mulutnya Pak Jung.


"Ini adalah cincin yang sama dengan milik ibuku," cictnya Dewi yang air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya dan sesekali terisak dalam tangisannya.


Dewa segera memeluk tubuh istrinya dari arah samping. Dewa masih menimbulkan banyak pertanyaan yang ingin dia sampaikan tapi, untuk sementara waktu ia urungkan niatnya itu.

__ADS_1


"Tidak salah lagi kamu adalah anak tunggal dari adikku Diana, putri yang dihamilkannya saat meninggalkan Kota Seoul dan pulang ke Indonesia, cincin ini pemberian suaminya Daniel saat mereka menikah dulu, adikku Diana Nasution Hendrawan yang selama ini saya cari," ratapnya Paman Jung.


"Uncle Daniel!" Beo Dewa.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…..


__ADS_2