
"Maaf Pak, operasinya Belum selesai dan kami membutuhkan 2 kantong darah lagi karena sudah habis yang kami ambil," ucap perawat itu.
Paman Park segera mengambilkan Beberapa kantong darah dan menyerahkan kantong darah itu ke tangan perawat.
"Makasih Pak," tuturnya Perawat itu sambil kembali ke dalam ruang operasi.
Kim dan beberapa keluarga besar Wijaya yang ada di Seoul telah datang dan menguatkan hati Dewa agar tidak putus asa dan terus berdo'a.
"Maaf Pak, operasinya belum selesai dan kami membutuhkan 2 kantong darah tambahan lagi," ucap perawat itu.
Paman Park segera mengambilkan Beberapa kantong darah dan menyerahkan kantong darah itu ke tangan perawat.
"Makasih Pak," tuturnya Perawat itu sambil kembali ke dalam ruang operasi.
Kim dan beberapa keluarga besar Wijaya yang ada di Seoul telah datang dan menguatkan hati Dewa agar tidak putus asa dan terus berdo'a.
Bulan madu yang rencananya akan berakhir dengan kebahagiaan terpaksa Dewi dan Dewi harus lalui dengan penuh perjuangan. Sudah berjam-jam Dewi berjuang di meja operasi, tapi belum juga ada tanda-tanda kalau operasinya akan segera selesai atau pun berakhir.
Hal ini membuat seorang CEO muda yang garang dan bengis terpaksa harus mondar mandir di depan ruang operasi bagaikan setrikaan saja. Semua orang yang hadir di sana tak henti-hentinya berdo'a demi untuk keselamatan Dewi istrinya dan calon bayinya.
Dewa menatap ke arah Uncle Jung, "Paman kok operasinya belum selesai juga, apa sebenarnya yang terjadi dengan Istriku??" Tanya Dewa Wijaya yang sudah nampak sangat khawatir dan takut serta cemas yang meliputi seluruh perasaan dan pikirannya.
Uncle Jung memegang tangannya Dewa sembari berucap, "Tenanglah Nak, banyak lah berdo'a kepada Allah semoga Allah SWT menyelematkan ke dua-duanya," Jawab Paman Park Kim Jung.
Setelah mendengar kata-kata Paman Park, Dewa kemudian duduk di kursi tunggu. Dewa sama sekali tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi. Di sinilah Dewa sadari dengan sangat jelas kalau kekuatan dan kekuasaan Allah SWT yang berperan penting dari segalanya di dunia ini.
__ADS_1
"Ya Allah… aku serahkan hidup dan matinya kami di dalam genggaman tanganMu wahai maha pencipta dan maha penyayang," batinnya Dewa.
Tidak ada kuasa dan daya apa pun yang bisa menghalanginya jika, Allah SWT yang berkehendak. Karena adzan subuh sudah berkumandang dari handphonenya, Dewa segera pamit kepada Paman Park untuk segera ke Mushollah rumah sakit.
"Paman aku pamit ke Mushollah dulu," pamit Dewa kepada Paman Park.
"Hati-hati dan kalau operasinya sudah selesai paman pasti menghubungi Tuan Muda," imbuhnya Paman Park.
"Assalamu alaikum," ucap Salam Dewa.
Paman Jung tersenyum tipis, "Waalaikum salam," jawab Paman Park.
Paman Park awalnya seseorang yang tidak beragama dan memiliki keyakinan apa pun di dalam hidupnya. Tapi berkat persahabatannya dengan seorang cewek muslim yang berhijab dari Indonesia lah yang membantunya untuk menerima Ilham dan hidayah untuk segera memeluk agama Islam.
Tapi karena cewek itu pulang ke tanah air atau balik ke kampung halamannya, sehingga terpaksa persahabatan mereka putus. Paman Park sudah menganggap cewek itu adiknya sendiri. Dewa dan Kim berjalan ke arah musholla rumah sakit.
"Diana, aku merindukan kamu dek," gumam Pak Jung dengan mimik wajah sendunya.
Dan bergegas mengambil air wudhu, kebetulan saat itu, ada beberapa orang yang ada di Mushollah yang akan melaksanakan shalat subuh. Jadi mereka melaksanakan shalat subuh dengan shalat berjamaah.
Dewa melaksanakan shalat subuh dengan penuh takzim dan khusyuk. Dewa tak henti-hentinya meneteskan air matanya dikala dia mendoakan keselamatan Istri dan calon bayinya.
"Ya Allah… aku serahkan semuanya padaMu, berikanlah kami yang terbaik dalam menjalani ujian dan cobaan yang Engkau berikan," batinnya Dewa dengan air matanya yang perlahan menetes demi tetes.
Beberapa saat kemudian, Dewa dan Kim sudah kembali dari Musholla sehingga giliran Paman Park dan yang lainnya yang akan ke Mushollah. Beberapa menit kemudian, lampu ruang operasi padam menandakan operasinya telah selesai.
__ADS_1
"Syukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah," gumamnya Dewa sembari tersenyum penuh kebahagiaan
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…..
__ADS_1