Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 62


__ADS_3

Puteranya Mami A segera bangun dan bersiap untuk pulang. Tapi ia sempat melirik sekilas ke arah tempat ranjang pasien.


"Makasih banyak Ibu atas bantuannya kalau boleh kami ingin meminta nomor handphone ibu sebagai ucapan makasih kami nanti atas pertolongan Ibu yang sudah sudi dan ikhlas menolong teman kami," mohon Sony kepada Mami N.


Mami N segera memberikan nomor Handphonenya kepada Pak Sony dan tanpa pikir panjang. Mami N dan putranya meninggalkan rumah sakit karena besok akan banyak kerjaan yang harus dia selesaikan. Mobil sedan putih itu melaju dengan kecepatan sedang dan tak berselang lama sudah memasuki area perumahan elit.


Beberapa hari kemudian, Bima Sakti sudah dinyatakan sembuh total dan luka bahkan bekasnya di wajahnya pun sudah hilang. Di dalam mobil, Bima menatap jalan yang tampak ramai. Tapi tidak ada kemacetan yang berarti seperti yang sering terjadi di Ibu kota tanah air beta.


"Apa kalian tahu siapa nama orang yang telah menolongku??" Tanyanya Bima Sakti.


"Maafkan kami bos, kami tidak tahu nama orang yang telah berbaik hati menolong Tuan Muda," jawab Nicolas salah satu anak buahnya.


"Yang kami tahu ia perempuan bos tapi sudah memiliki seorang putra yang mungkin sudah berusia 10 tahun," timpalnya Bastian.


"Selain itu apalagi yang kalian ketahui?" Tanyanya Bima sambil memainkan gawainya dengan seksama.


Anak buahnya saling berpandangan dan mencoba mengingat sesuatu yang mungkin mereka lupakan. Mereka mencoba mengingat beberapa hal penting yang terjadi sekitar satu minggu lalu.


"Tolong cari alamat serta biodata diri cewek yang menolongku dulu, Aku Ingin malam ini juga berkasnya sudah ada di mejaku dan saya tidak ingin ada kesalahan," perintahnya Bima.


"Baik Bos!" ucap serentak anak buahnya.


Bima dibuat penasaran dengan sang penolongnya. Andai saja Bima belum memiliki pujaan hati kemungkinan besar cewek itu akan ia jadikan calon Ibu untuk anaknya kelak. Dia tersenyum dengan pikirannya yang tidak masuk akal.


Anak buahnya hanya tersenyum melihat tingkah Bosnya yang terbilang cukup langka dan saling bertatapan satu sama lainnya.


Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi Bima sudah memasuki area Apartemen mewah yang terdapat di tengah Kota New York. Bima masuk ke dalam ruangan kerjanya dan memandangi langit yang cerah.

__ADS_1


Entah apa yang dipikirkan oleh Bima karena saking asyiknya menatap langit sampai-sampai dia tidak menyadari kalau handphonenya berdering. Ketukan pintu kamarnya pun tidak didengar padahal pintu itu sudah diketuk dengan keras oleh anak buahnya karena bel berbunyi tapi tidak ada tanggapan dari dalam pemilik rumah itu sehingga anak buahnya memilih untuk mengetuk pintu saja.


Akhirnya anak buahnya Bastian terpaksa mendobrak pintu ruangan pribadi Bima. Setelah pintu tinggi dan besar itu roboh baru lah, Bima tersadar dari lamunannya.


"Ada apa!" Geramnya Bima Sakti.


Bima melotot ke arah anak buahnya yang sudah lancang dan berani mengusik lamunanku. Anak buahnya langsung tidak berani menatap wajah danata bosnya karena sudah takut jika bos-nya akan mengamuk dan memotong gaji mereka.


Bima kesal menatap ke arah anak buahnya, "Apa kalian ingin gaji kalian saya potong atau kalian sudah tidak sayang pada nyawa kalian haaa!!" Bentak Bima yang sudah menampilkan wajah garang dan sangarnya di hadapan ketiga anak buahnya.


"Maafkan kami Bos, soalnya Bos Dewa sudah menelpon bos berulang kali, Tapi bos tidak mengangkat teleponnya," ucap Nics sambil menundukkan kepalanya karena takut.


Bima segera mengambil handphonenya dari saku celananya dan memeriksa handphonenya dan ternyata sudah ada lebih dari banyak kali panggilan tidak terjawab dari Dewa. Bahkan Dewa sudah dibuat geram dan marah dengan sikapnya Bima yang sama sekali tidak ingin mengangkat telponnya.


Bima langsung menghubungi nomor handphone Dewa Hermansyah Daniel. Ia sangat jengkel karena lupa menonaktifkan handphonenya sehingga kegiatannya bersama sang istri terpaksa terganggu. Dewa mengerang kesal dan harus terpaksa menghentikan aktivitasnya dan segera mengangkat teleponnya tersebut.


"Tumben lo angkat telpon gak pake salam," sarkasnya Bima kakak angkatnya Dewa.


"Tidak usah banyak canda, langsung saja pada intinya," dengusnya Dewa yang sudah berkabut gairah.


Bima tersenyum cengengesan, "Santuy Brotha, emangnya kamu mau ke mana sampai buru-buru banget mau nutup teleponku?" tanya Bima sambil menahan tawanya.


Bima sangat tahu kalau Dewa sedang melakukan sesuatu bersama istrinya Dewinta, jadi Bima sengaja mengulur waktu dengan menggangu kegiatannya Dewa.


"Kalau kamu gak mau bicara aku tutup saja telponnya, kamu buang waktu saja," gertaknya Dewa sambil memutuskan sambungan teleponnya.


Bukannya marah tapi Bima tertawa terpingkal-pingkal membayangkan bagaimana wajah adik angkatnya yang berusaha menahan kabut gairahnya.

__ADS_1


"Dasar suami mesum udah hampir punya anak empat, tapi itu nya gak bisa dikontrol," umpatnya Bima sambil membayangkan dirinya bersama Zameera dulu.


Bima memeluk pigura foto wanita yang sangat ia sayangi di atas meja kerjanya, "Aku sangat merindukanmu sayang," gumamnya Bima sambil mengelus wajah Zameera di dalam foto itu.


Karena sibuk dengan pikirannya tentang Zameera, Bima melupakan tugas yang ia berikan untuk anak buahnya yang mencari informasi tentang orang yang telah menolongnya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


I love you all Readers…...


__ADS_2