
"Uncle Bima! kok bisa ada di sini, Uncle baik-baik saja kan?" tanya Michelle kepada Bima yang sudah berdiri di depannya Bima dengan tubuh kecilnya.
Papi Michelle memandang istrinya yang ingin bertanya tentang apa yang dilihatnya saat ini. Papi Michelle Pak Loil Edwin Sayed heran dengan tingkah anaknya yang mengenali laki-laki yang seperti orang gila itu.
"pria ini siapa yah? kok berlutut fi depan pintu, apa sebenarnya yang terjadi?" gumamnya Sayed.
"Papii, dia temannya Michelle yang dulu Michelle ceritakan kepada Papi dan Mami, apa kalian masih ingat?" ucap Michelle kepada papinya Sayed dan Astrid Maminya.
Sedangkan Nakula dibuat keheranan melihat siapa laki-laki yang terduduk di lantai rumahnya. Nakula ingin bertanya kepada Aunty Astrid tapi ia tahan karena takut jika akan menyinggung perasaan Maminya sendiri.
Tapi, disisi lain, dalam hatinya bertanya dan penasaran ada hubungan apa antara pria yang dulu ditemuinya di taman kota dengan perempuan yang telah melahirkannya ke dunia ini. Ia ingin mengetahui hal itu langsung dari mulut maminya Zameera Arliana Diego Costa.
"Uncle ayo bangun, Michelle bantuin yah Uncle!" Bujuknya Michelle sambil berusaha untuk membantu Bima Sakti Aryaduta berdir dari posisi berlututnya.
Bima tak kuasa untuk berucap ia hanya menganggukkan kepalanya dan langsung bangkit dari duduknya. Dengan raut wajahnya yang sendu dan sedih karena ada sisa tetesan air matanya yang belum sempat ia menyekanya karena kegalauan hatinya dan perasaannya saat itu.
"Maafkan saya yang sudah mengganggu ketenangan pemilik rumah ini," ucap sesalnya Bima sambil merapikan dan membersihkan pakaiannya yang sedikit kusut dan terkena debu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Pak, itu hal biasa terjadi kok santai saja kalau dengan kami, iya kan Papi!" ucap Astrid sembari melirik sekilas ke arah suaminya Sayed.
"Mungkin sebaiknya aku pulang saja dulu lagian sudah magrib, aku akan kembali esok hari," cicitnya Bima.
Bima akhirnya menyerah dan pamit untuk pulang. Karena memaksa terus Zameera juga tidak ada gunanya karena pasti ia takut dengan keluarga besarnya terutama papa dan mamanya yang sejak awal sudah menentang hubungan mereka berdua.
"Maafkan saya, sekali lagi saya minta maaf atas ketidaknyamanan kalian gara-gara ulahku," tuturnya Bima.
"Apa Uncle Bima sudah mau pulang?" Tanya Michelle sambil memegang tangan Bima untuk mencegah dan menahan kepergian Bima dari hadapannya.
"Uncle pulang dulu yah, insya Allah kalau ada waktu Uncle akan menemui Princess lagi," tampiknya Bima sambil mengelus kepala Michelle dengan lembut.
Bima akhirnya mengalah juga untuk saat dan kali ini mengalah dan pulang ke apartemennya. Tapi, Bima sudah bertekad dan berjanji akan datang lagi dan mencari tahu apa hubungannya Zameera dengan orang yang sudah menolongnya dengan ikhlas yang telah berbaik hati menjaganya pula disaat ia habis di operasi.
"Saya tidak boleh memaksakan kehendak kepada mereka dan juga aku tidak boleh gara-gara keegoisanku wanita yang aku cintai kembali menderita karena kesalahanku lagi," Bima membatin.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
I love you all Readers…...