
Dewi mengelus perutnya diam-diam, "Kamu suka yah masakan papa, nak!" batinnya Dewi dengan tersenyum sumringah.
Dewi makan dengan lahap dan tanpa rasa segan di depan suaminya. Ia menghabiskan seluruh makanan yang dimasak Dewa tanpa tersisa sedikitpun.
Dewi tersenyum simpul, "Alhamdulillah, makasih banyak Mas sudah masakin makanan yang Dewi suka, aku juga sudah kenyang," imbuhnya sambil menyelesaikan makannya.
"Syukur Alhamdulillah… kalau kamu suka dengan semua yang Mas masak," tuturnya Dewa.
Dewi menatap dengan penuh harap kearah suaminya berada, "Tapi boleh gak Mas, aku minta dibuatkan sesuatu?" Pintanya Dewi.
Dewa membalas tatapan penuh harap istrinya dengan tatapan memuja," kamu emang mau minta apa istriku?' tanyanya Dewa.
Dewi agak ragu untuk berbicara jujur dan mengatakan keinginannya itu karena ia takut jika suaminya tidak bisa memenuhi permintaannya tersebut.
"Aku i-ngin….," Ketusnya Dewi terpotong dan dari mimik wajahnya seakan-akan ada banyak keraguan dan rasa bimbang yang melanda hatinya itu.
"Sayang! Kamu ingin apa, coba utarakan sama Mas, insya Allah… kalau bisa Mas akan memenuhi semua permintaanmu itu," tuturnya Dewa dengan penuh kelembutan.
Dewi tersenyum cengengesan kearahnya Dewa," Aku ingin selama aku berada di Seoul Korea Selatan aku ingin makan makanan khas Korea setiap hari," pintanya Dewi dengan nada suara yang sangat kecil seperti seseorang yang berbisik.
Dewa tersenyum smirk sebelum menjawab perkataan dari Dewinta, "Boleh apa pun yang kamu mau makan, Mas akan suruh asisten rumah tangga untuk siapkan masakan yang kamu inginkan makan," ujarnya Dewa.
__ADS_1
"Tapi aku maunya Mas yang masak bukan orang lain," cicitnya Dewi dengan menundukkan kepalanya.
Raut wajahnya langsung berubah drastis yang menampilkan wajah dan mimik yang menggemaskan menurutnya Dewa.
Dewa segera berdiri dari tempat duduknya lalu berucap, "Itu tidak masalah, suamimu ini akan selalu siap dan bersedia memasak makanan yang kamu inginkan," timpalnya Dewa sambil menundukkan kepalanya seperti seorang koki yang sedang berbicara dengan pelanggannya.
"Seriusly nih Mas?" Tanya Dewi dengan antusias yang bola matanya sudah berubah berbinar terang.
"Aku sangat malah seribu rius loh sayang dan itu tidak masalah buat aku, kamu tenang saja tidak perlu merisaukan apa pun," imbuhnya Dewa.
Berselang beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah menyelesaikan makannya. Mereka sengaja ingin berlama-lama di dalam dapur dan ia membiarkan Dewa masuk duluan ke dalam kamarnya.
"Mas harus melihat langsung kado yang aku simpan di atas bantal," batinnya Dewi.
Dewi menggelengkan kepalanya lalu menjawab pertanyaan dari suaminya itu, "Kakak duluan yah ke kamar, aku ingin berbincang-bincang dengan beberapa Mbak disini, ga apa-apa kan Mas?" pinta Dewi yang menutupi alasan yang sebenarnya.
"Iya gak masalah sayang, tapi ingat jangan lama-lama yah!" Pungkasnya Dewa. sambil mencium puncak kepala Delia.
"Oke!" Jawab singkat Dewi sembari mengacungkan jarinya tanda setuju dengan persyaratan dari suaminya itu.
Dewa kemudian berjalan naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya. Ia mengambil handuknya dan segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian, Dewa keluar dengan wajah yang sudah segar dan mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh Dewi. Tapi tiba-tiba ada suara benda yang terjatuh ke atas lantai.
...****************...
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…..