Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 46


__ADS_3

Keesokan paginya, Dewa terbangun lebih dahulu sedangkan Dewinta masih betah dengan tidur cantiknya. Dewinta sama sekali tidak terusik dengan tingkah suaminya yang sudah berpetualang di alam bebas dan di hutan belantara. Saking asyik dan nyenyaknya Dewi tidur sampai-sampai, ia tidak merasakan hal aneh yang terjadi di atas dan di dalam dirinya.


"Aku harus sangat pelan dan hati-hati agar tidak mengusik ketenangan istirahatnya," lirihnya Dewa.


Dewa melakukannya dengan sangat hati-hati mengingat Dewia yang masih sedang mengandung. Ia merasa kalau yang dialaminya sekarang adalah hanya mimpi semata saja. Dewi pun menikmati setiap sentuhan lembut dari tangan suaminya. Bahkan Dewi sudah mengeluarkan suara yang membuat Dewa semakin bersemangat dan gencar untuk berpetualang.


"Semakin asyik, tapi kok beda yah saat dia hamil dengan saat tidak, kalau boleh jujur enakan ini," gumamnya Dewa yang tersenyum smirk m


Tidak lama kemudian, mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan surga dunia.


Dewa berbaring di sebelah kanannya istrinya. Karena cukup kelelahan setelah melakukan pendakiannya di atas puncak gunung Himalaya melewati beberapa lembah yang cukup terjal yang membutuhkan tenaga yang cukup besar pula.


Dewa kemudian bangkit dan mengambil perlengkapan bersih-bersih seperti tissue untuk membantu membersihkan area sensitif Dewi. Setelah dirasakan bersih dan tidak berbekas sedikit pu, Ia kembali memakaikan pakaian tidur Dewi seperti sedia kala.


"Makasih banyak sayang, aku semakin mencintaimu dan tidak bisa hidup jauh dari sisi hidupmu," gumam Dewa sembari mengelus puncak rambutnya Dewi.


Dewa kemudian mengecup kening istrinya dan bangkit untuk ke kamar mandi karena ingin membersihkan dirinya sebelum melaksanakan shalat subuh.


Karena Dewi merasakan ada sesuatu yang aneh di bagian sen sen si tif nya, ia kemudian segera bangun dan berjalan ke arah kamar mandi, karena ingin memeriksa keadaannya dengan seksama.


"Syukur Alhamdulillah… tidak ada hal aneh yang terjadi," cicitnya Dewi.


Karena tidak ada yang terjadi hal lain yang dirasakannya dibagian sen si tif nya itu padahal ia akui kalau ia merasakan keanehan tapi, karena tidak ada bekas sesuatu itu sehingga ia merasa lega dan teringat dengan mimpinya semalam.


Raut wajahnya yang kebingungan, "Mungkin karena aku mimpi jadi seakan-akan aku melakukannya denganMas Dewa," batinnya Dewi.

__ADS_1


Dewi kemudian berendam ke dalam bathtub nya. Dan tidak lupa menuangkan sabun aromaterapi ke dalamnya. Dewi mencari keberadaan suaminya tapi tidak menemukan keberadaannya Dewa di dalam kamarnya itu.


Dewi mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu tapi tidak melihat batang hidungnya Dewa," Mas Dewa ada dimana, tumben cepat banget bangunnya padahal hari katanya rencananya mau libur!' lirihnya Dewi.


Dewi bangkit dari duduknya lalu pun memeriksa kamar gantinya tapi tetap tidak menemukan keberadaan dari Dewa. Malahan tempat itu seakan-akan belum tersentuh oleh tangan manusia saking bersih dan rapinya tempat itu.


Setelah berpakaian Dewi menuruni undakan tangga untuk mencari Dewa," mungkin Mas ada di tempat gym," ujarnya Dewi.


Dewinta berjalan ke arah bagian dalam rumahnya padahal awalnya berencana akan ke dalam ruangan olahraga tempat fitness di dalam kediamannya. Tapi Langkahnya perlahan terhenti karena hidungnya mengendus dan mencium aroma sedap dari arah dapur.


"Siapa sih yang masak? Wanginya enak banget pasti makanannya sangat lezat, perutku langsung bunyi nih," gumam Dewi.


Dewi merubah haluan jalannya lalu melangkahkan kakinya dan berjalan ke arah dapur, karena penasaran dengan makanan apa yang dimasak sehingga wanginya makanan itu tercium sampai ke atas kamarnya.


"Suamiku memang serba bisa segalanya, kalau gini aku tidak akan pernah kelaparan," lirih Dewi.


Dewi membelalakkan matanya melihat Dewa yang sedang bergulat dengan spatula, panci dan pisau serta apron terpasang rapi di tubuhnya yang sispack.


Dewi kemudian duduk di kursi meja makan. Dia tidak ingin mengganggu aktifitas suaminya karena ia merasa Hal yang dilihatnya sekarang adalah hal yang jarang terjadi di dalam hidupnya.


Dewi mengambil Handphonenya dan mengabadikan momen langka itu,"sepertinya bagus nih kalau diabadikan dengan kamera ini," usulnya Dewi.


Dewi mengambil gambar dengan berbagai pose yang dipotretnya saat suaminya sedang asyik memotong bahan makanan dan meracik beberapa bumbu.


Dewi sangat bersyukur karena diberikan oleh Allah SWT suami yang sangat baik, pengertian, penyayang, perhatian, setia dan pastinya serba bisa seperti jago masak. Menurutnya, Dewa adalah seorang suami yang paket komplit.

__ADS_1


Setelah masakan pertamanya selesai dimasak, barulah Dewa Abimana Thompson Lie menyadari kedatangan Dewinta istrinya. Dewa tersenyum manis ke arah Dewi menyambut kedatangan istrinya yang tercinta. Dewi pun repleks pun membalas senyuman suaminya yang lebih manis lagi tanpa ada gula dan pemanis tambahan lainnya.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2