
Hyuna pun mengirimkan chat ke nomor Dewa dan Dewi, "semoga saja gelang aku ada di kantornya kakak Dewa," harapnya Naiha.
Naiha pun berjalan memasuki rumahnya rencananya Naiha akan menginap di kediaman papanya. Sedangkan di rumah yang ditempati oleh Dewa dan Dewi. Keduanya sedang saling tawar menawar dan beradu argument.
Dewi menginginkan sesuatu sedangkan Dewa takut jika permintaan Dewi kabulkan akan membuat kandungan Dewi kenapa-kenapa. Itulah alasan Dewa tidak ingin melakukan dan memenuhi permintaan Istrinya walaupun di dalam hatinya sangat ingin melakukan hal itu.
Dewa serba salah antara mengiyakan dan memenuhi keinginan dan permintaan dari istrinya atau tidak.
Dewa mencoba membujuk Dewi dengan memegang memeluk tubuh istrinya itu, "Sayang dengarkan baik-baik Mas, bukannya aku tidak ingin memenuhi keinginan dan kebutuhanmu, jujur Mas juga saat ini sangat menginginkannya, kamu pun demikian tapi kamu kan dalam keadaan hamil dan kata dokter untuk sementara waktu tidak boleh melakukannya hal itu dulu," bujuknya Dewa agar istrinya mengerti dan tidak salah paham dan berusaha membujuk Istrinya yang sudah merajuk.
Dewi memelas di hadapan Dewa, "Tapi saya kan udah baikan Mas, kalau memang aku dalam kondisi yang tidak baik pasti aku tidak akan meminta hal itu kepada Mas!" Rengeknya Dewinta yang semakin gencar meminta haknya.
Dewa sesekali menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar, "Mas tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu dan bayimu, aku tidak akan bisa memaafkan diriku Sayang, lagian kamu masih ingat kan pesannya Mama Elisah akan marah jika beliau tahu kalau aku menggarap kamu pasti omelannya Mama dari ujung barat sampai ke timur pasti Mama dapat," ketusnya Dewa yang hampir pasrah dengan keadaan yang ada.
Karena keinginannya tidak terlaksana, Dewi mendiamkan suaminya hingga ia menutupi seluruh tubuhnya dengan double bbedcover dan selimut hingga keseluruh tubuhnya itu. Dewa menyugar rambutnya kebelakang dengan kasar karena membuat Istrinya marah dan kecewa.
"Ya Allah… aku menyerah kalah kalau seperti ini kejadiannya," batinnya Dewa.
Berselang beberapa menit kemudian, tiba-tiba hpnya Dewa berdering dan Dewi langsung merijek telepon itu dan langsung menonaktifkan gawai suaminya dan juga handphonenya tanpa ijin dari Dewa.
__ADS_1
Dewi kemudian menyimpannya di atas nakas tempat tidur mereka. Dewi kemudian membaringkan tubuhnya dan memiringkan tubuhnya dan langsung membelakangi punggungnya Dewa. Dewi tidak lupa menutupi seluruh tubuhnya dengan rapat.
"Istriku kalau merajuk seperti anak tk saja," dengusnya Dewa.
Dewa hanya tersenyum menanggapi aksi dari Dewa. Ia hanya bersandar di kepala ranjangnya sembari menunggu Dewi hingga terpejam dan terlelap dalam tidurnya. Ketika Dewi sudah tertidur, Dewa segera mengambil hpnya dan menghubungi Dokter kandungan yang menangani Dewi selama di Korea Selatan.
Setelah berbincang beberapa saat, Dewa tersenyum sambil menyimpan kembali handphonenya di atas nakas meja tempat tidurnya. Ia tidak lupa menonaktifkan hpnya kembali karena tidak mau diganggu.
"Yes!! Alhamdulillah untung nelpon Ibu dokter, jadi bisa bertempur hari ini juga, buka puasa nih, asyik!!" Gumamnya Dewa.
Tetapi Dewa memutuskan untuk tidak mau mengganggu istirahat Istrinya Dewi, Walaupun ia sudah tahu kalau sudah tidak apa-apa lagi, jika keduanya melakukan itu. Jadi ia memilih untuk tidur saja menyusul sang istri yang sudah terlelap dalam tidur nyamannya.
Keesokan paginya, Dewa terbangun lebih dahulu sedangkan Dewinta masih betah dengan tidur cantiknya. Dewinta sama sekali tidak terusik dengan tingkah suaminya yang sudah berpetualang di alam bebas dan di hutan belantara. Saking asyik dan nyenyaknya Dewi tidur sampai-sampai, ia tidak merasakan hal aneh yang terjadi di atas dan di dalam dirinya.
"Aku harus sangat pelan dan hati-hati agar tidak mengusik ketenangan istirahatnya," lirihnya Dewa.
Dewa melakukannya dengan sangat hati-hati mengingat Dewia yang masih sedang mengandung. Ia merasa kalau yang dialaminya sekarang adalah hanya mimpi semata saja. Dewi pun menikmati setiap sentuhan lembut dari tangan suaminya. Bahkan Dewi sudah mengeluarkan suara yang membuat Dewa semakin bersemangat dan gencar untuk berpetualang.
****************
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
I love you all Readers…...