
"Itu kan ge....!" Teriak histeris Priyanka yang betapa kagetnya setelah melihat gelangnya dipakai oleh seorang pria yang sangat dikenalinya.
Rama langsung melihat ke arah pergelangan tangannya dan langsung teringat dengan gelang yang sudah lama dia pakai, "Ooh ternyata yang punya gelang ini kamu," ketusnya pura-pura tidak tahu kalau yang punya gelang itu adalah cewek yang sudah ia cintai.
"Kok bisa yah! gelang Aku ada sama Anda!" Ujarnya Priya yang keheranan.
"Apa kamu sudah lupa waktu di Perusahaan Iconic Group yang ada di Jerman Berlin waktu itu ada cewek yang nabrak Aku, katanya cewek itu gak sengaja nabrak aku gara-gara buru-buru," dengusnya Rama Aryasetio Kusuma Wijaya sambil memainkan gelang Priyanka Nadine Alexandra yang ada di tangannya sambil tersenyum penuh kelicikan.
"Ok! Aku minta maaf atas kecerobohanku waktu itu, tapi tolong balikin gelang Aku, gelang itu peninggalan mama aku soalnya," gerutu Priya yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Masak mintanya seperti itu, coba dilembutkan dIkit suaranya kenapa, jadi perempuan lembut sedikit," sarkasnya Rama Aryasetio Permana Kusuma.
"Bapak yang terhormat tolong yah balikin gelang Aku!" Kesalnya Priya.
Priya yang melembutkan suaranya padahal dia sudah ingin menelan bulat-bulat pria yang arogan dan menjengkelkan itu.
"Aku akan balikin gelang kamu tapi.... Ada syaratnya," tampiknya Ramayana yang tersenyum penuh maksud yang sengaja memotong perkataannya.
"Apaan sih, gak jelas banget tadi udah janji mau balikin eehh sekarang kamu sendiri yang ingkari, dasar enggak konsisten," cibirnya Priya yang sudah mulai jengkel.
"Aku kan belum selesaikan kata-kata Aku, tapi udah menyimpulkan padahal aku hanya ingin katakan..." Pungkas Rama yang kembali memotong pembicaraannya sambil mengangkat gelang yang sangat cantik ke depan wajahnya Priya.
__ADS_1
Tanpa ragu Priyanka langsung ingin merebut gelang itu dari tangan Aditya. Tetapi, dia tidak bisa mengjangkau nya. Maklum badan Priya hanya sampai sebatas dadanya Rama yang tinggi dan jangkung.
"Aku hanya ada satu syarat yang harus kamu penuhi dan sumpah aku akan kembalikan gelang kamu asalkan kamu setuju dengan syarat Aku," ujarnya Rama yang berbicara sambil memajukan wajahnya di hadapan wajahnya Priyanka Nadine Alexandra.
Priyaa pun refleks mundur dan tubuhnya tersandar di dinding. Hal itu membuat Rama seolah ia di atas angin, "Baiklah lanjutkan kata-kata kamu dan aku akan penuhi semua permintaan kamu asalkan kamu kembaliin gelang aku," gerutu Priya yang sudah menyerah meladeni Aditya sambil menahan tubuh Rama Aryasetio Aditya Kusuma yang semakin maju.
"Aku hanya ingin kamu menemaniku satu malam saja, setelah itu Aku janji akan balikan gelang kesayanganmu ini," ucap Rama yang setengah berbisik di telinganya Priya.
Priya kaget dan takut dengan permintaan dari Aditya. Dia sudah berfikiran yang macam-macam. Dan langsung bengong sendiri. Rama tersenyum penuh arti ketika melihat Priya mematung setelah dia berbisik di telinga Priyanka Nadine Alexandra.
Rama memasukkan kertas ke dalam tasnya Priya secara diam-diam. Sambil berjalan meninggalkan Priyanka yang masih mematung. Aditya tersenyum penuh kemenangan.
Kejadian ini tak lupuk dari penglihatan semua orang yang berada di dalam ruangan itu. Dewa Aryasatya Abimanyu Wijaya Kusuma dan Arjuna Arkelio Prasetiya Mulya Kusuma hanya geleng-geleng kepala melihat aksi dari saudaranya.
"Itu tidak boleh terjadi, Aku tidak akan biarkan adik sepupuku masuk ke dalam perangkap buaya buntung," timpalnya Dewa yang tersenyum penuh arti.
"Tapi sepertinya, Sang Casanova kita sudah perlahan tobat, aku bersyukur kalau seperti itu," ucap Laksmana.
"Maksudnya??" Tanya Dewa sembari menoleh ke arah adik bungsunya.
"Setahu Aku yah, Rama sudah hampir lima bulan tidak berkunjung ke club langganannya," jelasnya Arjuna.
__ADS_1
"Wooow amazing kalau gitu," sahutnya Dewa yang ikut menimpali percakapan mereka.
Setahu Dewa Rama itu benar sang Casanova sejati tetapi tidak sembarang perempuan yang dia cicipi harus yang masih tersegel untuk mencari keamanannya, Rama melakukan hal itu hanya ketiga saudaranya yang mengetahui hal itu yaitu, Dewa, Bima Sakti Martadinata Aryaduta Kusuma, Laksmana Raja Aryaduta Kusuma dengan Arjuna Arkelio Prasetya Kusuma Wijaya.
Arjuna tersenyum sambil berucap, "Semoga sepupuku bisa merubah sang Casanova kita saudara," guraunya Arjuna sambil kembali meminum minumannya.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...