Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 108


__ADS_3

"Kepalaku agak pusing sih dan gak tau kenapa Aku selalu mual kalau mencium bau masakan terutama bumbu masakan seperti bawang," keluhnya Sinta.


"itu wajar karena kamu kan sedang hamil, oiy jaga baik-baik anak kamu yah," imbuhnya Gauri yang ingin menangis jika bercerita tentang anak.


Gauri Candra Kirana Larasati tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan Sinta. Dessy teringat kepada anaknya yang sudah meninggal. Anaknya Gauri saat itu meninggal dunia ketika saat ia berumur enam tahun dan sampai sekarang belum juga hamil lagi.


"Makasih banyak Say, Kamu kembali saja ke depan, Aku bisa sendiri kok," pintanya Sinta.


"Serius kamu baik-baik saja kalau aku tinggal sendiri?" tanyanya Gauri Candra Kirana Larasati.


"Iya, aku baik saja kok, kamu tidak perlu khawatir dengan saya," jawab Sinta Ismayanti Rajab yang sudah mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Gauri berjalan ke arah toilet umum yang ada di dalam rumahnya Dewa Aryasatya Abimanyu Wijaya Kusuma dan Gauri yang sedari tadi berusaha menahan tangisannya dan tidak bisa lagi untuk menahan tangisnya.


Gauri tidak kembali lagi ke dalam rumah,tetapi ai berjalan ke arah taman belakang rumah Dewi Adinda chandani Kusuma, Gauri menumpahkan segala keluh kesahnya sambil menatap sang rembulan malam itu.


Gauri langsung menoleh ke arah tangan yang memberikan sapu tangan berwarna biru tua. Ia spontan langsung saja mengambil sapu tangan itu tanpa memperhatikan siapa pemiliknya.


"Makasih banyak," ucap Gauri sambil mengulurkan sapu tangan itu kepada pemiliknya.


"Sama-sama," ucap singkat laki-laki itu.


Gauri pun bertanya-tanya dan kaget setelah melihat wajah orang yang memberikan sapu tangan itu. Karena dia baru kali ini melihat dan tidak pernah melihat sosok laki-laki tampan itu selama ini.


Sedangkan di dalam ruangan tempat acara pelaksanaan lamaran Sinta dan Arjuna Arkelio Prasetya Kusuma Wijaya. Orang-orang masih asyik dengan perbincangan mereka. Tiba-tiba pintu rumah Dewinta yang tinggi dan kokoh itu terbuka dan masuklah seorang wanita cantik dengan rambut yang panjang terurai.


Ada seseorang yang kaget sekaligus bahagia melihat kedatangan perempuan itu. Senyuman langsung mengembangkan di wajah gantengnya.


Semua orang mengucap Alhamdulillah disaat Sinta menerima pinangan dari Arjuna pria yang telah menanamkan benih ke dalam rahimnya. Semua orang yang hadir di acara tersebut merasa merasa bahagia dan bersyukur karena masalah yang dihadapi oleh kedua calon pengantin itu sudah mendapatkan solusi terbaik.


Acara lamaran itu sengaja diadakan secara privat dan tidak mengundang para awak media dikarenakan kondisi psikologis dan fisik Sinta yang tidak memungkinkan. Jadi lamaran itu hanya dihadiri oleh keluarga, kerabat terdekat saja.

__ADS_1


Setelah acara tukar cincin selesai, semua orang kembali menikmati hidangan yang tersedia. Hari ini hidangannya khusus makanan tradisional Indonesia. Menu ini adalah permintaan dari keluarga besar Kusuma Wijaya.


Ternyata Uncle Hussein adalah sahabat lama Mama Elisabeth. Uncle Hussain lah yang meminta makanan itu, karena dirinya merindukan makanan yang dulunya sering Beliau santap setiap kali berkunjung ke rumah orang tuanya Bu Sri Devi.


Akhirnya Dewa dan Dewi memutuskan untuk menyediakan berbagai macam masakan asli nusantara. Rina diantar oleh Gauri ke dalam kamarnya. Rina merasa mual dan sedikit pusing sehingga dia pamit kepada ke dua orang tuanya terlebih dahulu untuk beristirahat.


Setelah dari mengantar temannya, Gauri tidak kembali ke dalam rumahnya Dewa, tetapi, dia berjalan ke arah taman yang ada di belakang rumah Dewintia. Ia ingin menghirup udara segar dan Dia tidak ingin ada orang lain yang melihatnya sedang menangis.


Gauri kembali teringat akan anaknya yang meninggal enam tahun lalu akibat kecelakaan. Dan sejak itu, Gauri belum hamil lagi sampai sekarang belum dikaruniai lagi seorang anak.


"Maafkan Mama yah Nak, Mama tidak bisa menjagamu dengan baik," batinnya Gauri di sela tangisnya yang sedang memandangi foto anaknya.


Air matanya Gauri tidak hentinya menetes. Gauri sangat menyesal karena gara-gara kecerobohannya Putranya meninggal dunia. Tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan sebuah sapu tangan berwarna biru.


Tanpa pikir panjang Gauri langsung saja mengambilnya. Dan langsung melap sisa air matanya. Setelah Gauri merasa air matanya sudah kering, baru lah Dia mengembalikan sapu tangan itu kepada pemiliknya.


"Makasih banyak" ucapnya Gauri sambil mengulurkan saputangan itu kepada pemiliknya.


"Sama-sama," ucap singkat laki-laki itu.


"Maaf, saya sudah lancang memakai saputangan Anda," pungkasnya Gauri yang tidak enak hati.


"Tidak masalah kok, santuy saja" ucap pria itu.


"Silahkan duduk sepertinya saya tidak bisa pijat dan urut Anda jika Anda kelelahan berdiri," ucap Gauri.


"Makasih banyak," ucap Pria itu sambil tersenyum manis ke arah wanita yang sebenarnya membuatnya terpesona.


Gauri tidak memungkiri jika dirinya terkesima dan terpesona melihat senyuman pria itu dengan lesung pipinya, "Maafkan saya yang sudah mengganggu aktivitasnya," imbuhnya pria itu.


"Tidak apa-apa kok, oya sepertinya saya baru lihat Anda hari ini, apa dari luar negeri," tanyanya Gauri yang tersenyum simpul.

__ADS_1


"Kenalkan nama Saya Laksmana Afrizal Prayoga Kusuma Wijaya, benar sekali saya dari Singapura," jawabnya sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan perempuan yang telah sangat cantik dimatanya.


Gauri tersenyum tipis, "Gauri Candra Kirana Larasati," ucapnya sambil membalas senyuman Laksamana.


"Laksmana keluarganya Sinta atau Arjuna?" tanyanya Gauri yang penuh selidik.


"Dua-duanya salah," sanggahnya Laksamana sambil memandang bunga mawar yang sedang bermekaran.


"Hehehe, maksudnya salah satunya ada yang benar," ralatnya Laksamana.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2