Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 107


__ADS_3

"Ya makan nasi lah masa makan batu sama pasir," ucap Zack.


Mereka yang sudah mengenal Zack pasti tidak akan heran dengan sikapnya Zack. Anak laki-laki yang irit bicara tapi penyayang dan baik hati.


"Assalamualaikum kak Dewi," ucap salam Zahirah istrinya Bima Sakti sambil cipika-cipiki dengan kakak iparnya.


"Waalaikum salam Zahirah," sahutnya Dewinta Adinda Chandani Kusuma Wijaya.


"Perut kakak sudah besar yah," ucap Zahirah Sahertian Ishak sambil mengelus perut buncitnya Dewinta Adinda Chandani Kusuma Wijaya.


"Alhamdulillah, sudah sudah jalan nih, bahkan aku sudah seperti gentong berjalan" ucap Delia sambil tertawa.


"Kalau Aku Hamil, gimana yah kira-kira aku gemuk juga atau tetap langsing," candanya Priyanka Aura Jaelani Hutabarat.


Bu Sri Devi tidak sengaja mendengar perkataan dari keponakannya itu, "Kamu pasti akan gemuk nak, karena harus banyak makan makanan yang bergizi tinggi," imbuhnya Bu Sri Devi.


Priya hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mama mertuanya itu. Emilia tidak ingin menanggapi perkataan mamanya, Priya takut jika dirinya keceplosan.


Berselang beberapa menit kemudian, Sinta Ismayanti Rajab pun dibawa keluar oleh Gauri Candra Kirana Larasati untuk bertemu dengan keluarga dari calon suaminya. Arjuna Aryasetio Permana Kusuma Wijaya dibuat terpesona melihat wajahnya Sinta yang begitu cantik dan sudah memancarkan Aura pengantin.


Dewa Aryasatya Abimanyu Wijaya Kusuma langsung menepuk bahu adik angkatnya itu agar segera tersadar dari lamunannya.


"Cantik," satu kata yang lolos dari mulut Arjuna tanpa disaring.

__ADS_1


"Yah tentu saja cantik Pak, kalau cowok cakep kalau cewek pasti cantik lah," ketusnya Bima Sakti Martadinata Aryaduta Kusuma yang tertawa terbahak-bahak melihat reaksi adik bungsunya itu seperti orang yang baru mengenal cinta.


"Awas yah jika suatu saat nanti kamu juga ada diposisi aku siap-siap saja tunggu pembalasanku," gurau Arjuna dengan tatapan matanya yang tidak lepas dari Wajah Sinta Ismayanti Rajab.


Arjuna dan Sinta saling berhadapan karena ingin bertukar cincin pertunangan. Sinta yang tampak cantik harus tersenyum malu-malu. Sedangkan Arjuna sedari tadi degupnya jantungnya semakin kencang saja seakan-akan seperti genderang mau perang. Acara pertunangan mereka benar-benar private bebas dari sorotan kamera para warta.


Orang-orang bersorak gembira Setelah Mereka sudah saling bertukar cincin. Dan tidak lupa mendo'akan agar pertunangan dan pernikahan mereka lancar tanpa ada aral menghadang. Belum ada yang bubar dan meninggalkan ruangan. Mereka kembali berbincang-bincang santai.


"Rama, gimana dengan perusahaan yang ada di sana?" tanyanya Dewa kepada adiknya sekaligus saudara ketiganya itu.


"Alhamdulillah lancar kakak ipar," ucap Bima Sakti Martadinata Aryaduta Kusuma yang kata-kata terakhirnya dia kecilkan suaranya.


Dewa tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Adrian. Dewa merasa mendapat hiburan tersendiri, "Makanya jangan diam-diam," gurauan Dewa yang menggoda kakaknya itu.


Gauri Candra Kirana Larasati membantu Sinta berjalan ke dalam kamarnya, karena tiba-tiba Sinta merasakan mual.


"Kamu baik-baik saja kan Sin?" tanya Gauri yang mulai khawatir dan mencemaskan keadaan sahabatnya itu.


"Kepalaku agak pusing sih dan gak tau kenapa Aku selalu mual kalau mencium bau masakan terutama bumbu masakan seperti bawang," keluhnya Sinta.


"itu wajar karena kamu kan sedang hamil, oiy jaga baik-baik anak kamu yah," imbuhnya Gauri yang ingin menangis jika bercerita tentang anak.


Gauri Candra Kirana Larasati tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan Sinta. Dessy teringat kepada anaknya yang sudah meninggal. Anaknya Gauri saat itu meninggal dunia ketika saat ia berumur enam tahun dan sampai sekarang belum juga hamil lagi.

__ADS_1


"Makasih banyak Say, Kamu kembali saja ke depan, Aku bisa sendiri kok," pintanya Sinta.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2