
Dewa Abimanyu pun sudah meneteskan air matanya tapi dia buru-buru menghapus jejak air matanya karena tidak ingin dilihat oleh Dewi yang bisa membuat Dewi bersedih.
Uncle Jung langsung memegang tangan Dewinta dan meminta maaf kepada Dewi atas ketidak mampuannya lah yang membuat adiknya Diana hidup menderita.
"Sebenarnya yang kamu tahu tentang ayahmu hanya lah secuil dari kisah nyata mereka nak, bahkan kamu tidak akan sanggup berkata apapun setelah tahu kenyataan yang sebenarnya," tutur uncle Park Kim Jung.
Dewi kembali menangis meraung mengingat perjuangan ibunya dulu setelah mengetahui informasi yang sebenarnya.
"Ayahku Daniel Hermansyah Wijaya berada di mana saat itu, Apa dia sudah melupakan ibuku dan tidak mencintai ibuku lagi sehingga dia tidak mencari keberadaan kami??" Cercanya Dewi yang sudah mulai perlahan tersulut emosinya.
Dewa mengelus punggung istrinya itu, "Dewi ingat kamu sedang hamil sayang, apa kamu lupa ada calon baby kita di dalam sini," bujuk Dewa sambil menunjuk ke arah perutnya Dewi yang masih datar.
Karena sudah emosi yang meletup-letup, Dewi sudah melupakan keadaannya yang baru saja dioperasi dan melupakan jabang bayi di dalam rahimnya, ia pun tersadar dan beristighfar berulangkali. Dan langsungt menangis tersedu-sedu.
"Iya Nak, ingat bayi kamu," ujarnya Bibi Aminah dari balik telponnya yang sedari tadi masih setia.
"Maafkan Mama sayang, Mama melupakan keberadaan kalian," ratapnya Dewi sembari mengelus perutnya yang masih datar tersebut.
Dewa Wijaya pun sudah meneteskan air matanya tapi dia buru-buru menghapus jejak air matanya karena tidak ingin dilihat oleh istrinya yang bisa membuat Dewi bersedih. Uncle Park Kim Jung langsung memegang tangan Dewi dan meminta maaf kepadanya atas ketidak mampuannya lah yang membuat adiknya Diana menderita.
__ADS_1
"Sebenarnya yang kamu tahu tentang ayahmu hanya lah secuil dari kisah nyata mereka nak, bahkan kamu tidak akan sanggup berkata apapun setelah tahu kenyataan yang sebenarnya," tutur Pak Park.
Uncle Park sangat tahu gimana dulu perjuangan seorang Daniel Hermansyah Alfian Wijaya memperjuangkan istri dan pernikahannya yang membuat dirinya jatuh sakit.
"Boleh kah uncle Park meminta ijin kepada kamu Nak untuk menjelaskan persoalan yang dihadapi oleh ayahmu waktu itu??" Tanya uncle Park.
Dewi hanya menganggukkan kepalanya tanda dia siap dan setuju untuk mendengarkan penjelasan dari Uncle Park. Uncle Park pun memulai ceritanya.
Flashback on..
Setelah orang tua dari Tuan Muda Daniel mengetahui kalau tuan Muda telah menikahi seorang asisten rumah tangga nya sendiri, Tuan besar Wijaya sangat marah besar dan murka. Bahkan semua orang di dalam keluarga Wijaya mendapatkan amukan dari kemarahannya itu.
Tuan Besar Hermansyah Wijaya marah dikarenakan Tuan Besar Wijaya sudah berjanji dengan salah satu sahabat baiknya untuk menikahkan tuan Muda dengan salah satu puteri dari sahabatnya itu.
Tuan Besar bahkan sudah memukul putera kedanya. Dan memisahkan mereka apa pun caranya. Aku sebagai kakak tidak tinggal diam setelah mendengar kalau Diana Nasution dalam keadaan bahaya.
Bukan karena ancaman dari Tuan Besar tapi dari calon besannya itu yang mempunyai rencana ingin membunuh adikku yang sama sekali tidak bersalah itu.
Tapi hal itu tidak ada yang mengetahuinya, Uncle Park pun tahu secara tidak sengaja waktu itu, karena mendengar percakapan Tuan Hans Candra Jung Malik bersama anak buahnya. Tuan Hans adalah papi dari cewek yang terobsesi dengan Tuan Muda Daniel ayah kandungnya Dewinta.
__ADS_1
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…...