
"Maaf ini semua gara-gara Aku andai saja waktu itu, Aku tidak terpengaruh dengan obat itu pasti kamu baik-baik saja," batinnya Arjuna di dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian, Sinta sudah bisa lebih tenang dan mulai memejamkan matanya. Dewi sudah cukup tenang setelah melihat Sinta terlelap. Dewi membantu Sinta untuk menyelimuti seluruh tubuhnya agar tidak kedinginan.
"Apa hubungannya Mbak Dewi dengan Sinta yah? apa mereka saling kenal," Arjuna membatin.
"Abang bolehkah kita berbicara sebentar?" tanya Arjuna Arsyadi Sameer Wijaya Kusuma setelah kepalanya sudah diobati.
"Baik," ucap singkat Dewa Aryasatya Wijaya Kusuma dengan wajahnya yang mulai serius setelah memperhatikan raut wajah adiknya.
Mereka berjalan ke arah kursi yang ada di dalam kamar hotel itu. Arjuna mulai grogi dan agak takut untuk menjelaskan semuanya. Dia bahkan tidak tahu harus memulai semuanya dari mana. Kedua pasangan suami istri pun saling berpandangan ketika mereka melihat Arjuna yang tampak menghayalkan sesuatu.
"Maaf kalau boleh tahu kamu mau bicara apa?" Tanyanya Dewa yang to the points.
Arjuna pun akhirnya memutuskan untuk berkata jujur dan menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutupi. Mulai dari alasan dirinya ke diskotik sampai dirinya berakhir dalam pelukan Sinta Ismayanti Rajab. Dewinta dan Dewa dibuat terkejut dan kaget mendengar penjelasan dari mulutnya langsung Arjuna.
Dewa tidak ingin memperkeruh suasana sehingga ia tidak ikut berkomentar. Sedangkan istrinya Dewinta marah, tidak menerima perbuatan Arjuna bahkan emosinya sudah ada di ubun-ubun. Tanpa mengingat jika Arjuna adalah adik iparnya sekaligus sepupunya sendiri. Dewi langsung menampar wajah ganteng Emre.
Arjuna berusaha untuk menenangkan keadaan istrinya yang sudah jelas marah dan emosi. Dewa memegang tangan Dewi agar tidak menambah luka dan beban pikiran adiknya Arjuna. Dia berusaha menenangkan Dewinta agar tidak semakin marah yang berdampak tidak baik kepada kandungannya.
"Sudah sayang, kasihan sama Arjuna ia di sini juga termasuk korban, dan ingat anak kita sayang kamu itu sedang hamil loh," bujuknya Dewa sambil mengelus perut Istrinya yang sudah nampak buncit.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Abang Dewa, Aku memang pantas untuk mendapatkannya karena kesalahanku dan kebodohanku sehingga seperti ini," pungkasnya Arjun.
"Kamu sadar juga yah, baguslah kalau kamu menyadari kesalahannya kamu, walaupun kamu saudaraku tapi perbuatanmu sangat tidak baik dan tidak pantas apa lagi Sinta adalah sahabatku," sarkasnya Dewi yang masih marah dan menunjukkan wajah bermusuhan.
"Karena itu lah Aku Ingin mempertanggungjawabkan semua perbuatanku Mbak, aku sangat sadar aku yang salah di sini bukan orang lain," jelasnya Arjuna yang sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Hidup seorang perempuan itu ada pada mahkotanya jika mahkota sudah terenggut hancur sudah masa depan perempuan tersebut!" Gertaknya Dewi yang masih sedikit emosi tapi ia berusaha untuk menurunkan dan meredam amarahnya sendiri.
Arjuna langsung berlutut di hadapan Dewi, Arjuna memohon ampun dan meminta izin agar dirinya diijinkan dan direstui untuk bertanggung jawab dan menikahi Sinta Ismayanti Rajab adalah jalan yang paling terbaik.
Dewi menatap jengah ke arah Arjuna adik iparnya itu, "Maaf tidak semudah itu Furguso apa yang kamu inginkan harus menemui banyak ujian dan cobaan jangan seenak saja," tampiknya Dewi seraya memalingkan wajahnya dari Arjuna yang merengek minta bantuan di hadapan kakaknya.
"Sayang berilah satu kesempatan kepada Arjuna untuk memperbaikinya dengan cara Menikahi Rina, akupun akan melakukan hal itu jika aku berada di posisinya Arjuna, bukannya aku membela atau pun menyetujui dan menyukai kesalahan yang dilakukan oleh Arjuna adikku sendiri," jelasnya Dewa di hadapan istrinya.
Dewi menatap jengkel ke arah suaminya, "ooohh jadi kamu mengumpamakan dirimu jika, ada di posisi adikmu itu gitu?" Geramnya Dewi Arita Praselia Kusuma yang sudah ingin memukul lengan suaminya.
Arjuna malah tertawa melihat abangnya dimarahi oleh istri dari abangnya sendiri dan kedua pasangan suami istri itu bertengkar.
"Aku juga ingin seperti mereka Sinta, semoga kamu setuju menerima pinanganku," batinnya Arjuna.
"Aku tidak berhak untuk menjawab semua pertanyaan dan permintaanmu, kamu seharusnya datang ke rumah orang tua sahabatku itu dan yang paling penting kamu sendiri yang berterus terang kepada Sinta, tetapi bukan sekarang, jangan lupa juga katakanlah semuanya sama mama dan papa di rumah," cibirnya Dewi yang memandang ke arah ranjang king size milik Arjuna.
__ADS_1
Berselang beberapa menit kemudian, Sinta sudah terbangun dari tidurnya dan ngos-ngosan seakan-akan dia dari berlari mengelilingi stadion Gelora Bung Karno saja. Dewi cepat tanggap, ia langsung berlari ke arah Sinta teman terbaiknya itu.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
I love you all Readers…...