Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 126


__ADS_3

Amarahnya sudah menggebu-gebu hingga ke atas ubun-ubunnya sehingga Yudis tanpa peduli lagi dengan orang disekujur. Yudistira Erlangga Azof segera membuka pintu rumahnya tapi pintu rumahnya terkunci. Untung saja ia memiliki kunci cadangan.


"Kenapa juga baru jam segini sudah dikunci pintunya, padahal biasanya terbuka!" Ketusnya Yudistira.


Yudistira melangkahjsn kakinya untuk segera naik ke atas kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya. Tetapi, dirinya dibuat tidak percaya dengan apa yang dilihat sekaligus di dengarnya.


"Brengsek!! Emangnya rumahku ini tempat pe la cu ran apa!!" Umpatnya Yudistira Tirtayasa Erlangga Azof yang semakin meningkat tinggi.


Yudistira membanting pintu kamarnya dengan keras setelah tidak sanggup lagi untuk mendengar de sa han yang tidak pantas untuk didengarkan.


Yudistira segera mendobrak pintu kamarnya, "Rinjani!! Aku tidak menyangka jika kamu sejahat itu dan serendah itu dengan tanpa rasa malunya kamu menjual harga diri kamu sendiri, kamu sangat mempermalukan aku di depan semua teman kerjaku!!" Geramnya Yudistira.


Tangannya dengan mengepal dan mencengkeram kuat tangannya hingga buku-buku dan urat syaraf di tangannya nampak terlihat jelas dan bola matanya memerah saking marahnya saat itu. Yudistira merasa selama ini sudah dipermainkan dan diperalat oleh istrinya sendiri.


Alasannya Yudistira sangat marah setelah karena ia melihat rekaman video yang dikirim oleh seseorang ke nomor hpnya. Video rekaman itu yang isinya tentang aksi ranjang Rinjani bersama pria lain yang sudah bau tanah.


Bukan hanya seorang saja tapi, dengan pria yang berbeda-beda dengan jumlah yang tidak sedikit. Yudis dibuat terperangah melihat isi video itu. Yudistira sangat tidak menyangka kalau Rinjani tega berkhianat dan dengan santainya merekam setiap adegan demi adegan ketika berhubungan dengan semua Pria langganannya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


Yudistira menggelengkan kepalanya saking menyesalnya, "Ya Allah… ampunilah aku.. aku sudah salah melangkah dan menduga wanita yang aku anggap berlian tetapi hanyalah wanita ****** yang lebih bagus dari batu kerikil di selokan k dibandingkan dengannya!!" Sarkas Yudis yang mulai berjalan meninggalkan tempatnya semula.


Yudistira tidak segan untuk menghancurkan semua benda yang berada di atas meja kerjanya. Bahkan hpnya pun sudah menjadi korban amukan amarahnya hingga benda pipih itu dibanting ke tembok untung hp mahal jadi masih utuh cuma tergores dan retak dikit saja.

__ADS_1


Yudistira memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya untuk menemui istrinya dan menanyakan perihal kebenaran Video itu.


Yudistira Tirtayasa Erlangga Azof sangat yakin kalau cewek yang ada di dalam video itu adalah istrinya Rinjani Arimbi Latif bukan hasil editan atau rekayasa semata tapi, itu jelas asli.


Tetapi ia berusaha untuk menghilangkan kecurigaan dari pikirannya walaupun faktanya sudah sangat jelas-jelas itu adalah istrinya Rinjani.


"Aku sangat menyesal telah memutuskan pertunanganku dengan Sinta Ismayanti Rajab, padahal Sinta adalah gadis yang sangat lebih baik, sholeha, cantik dan sangat penurut dari pada Rinjani dari segala aspek dan sudut pandang manapun!" Kesalnya Yudistira Tirtayasa Erlangga Azof.


Rangga berlari ke luar ruangan kerjanya dan segera ke tempat parkiran mobil. Rangga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


"Kenapa Rinjani tega mengkhianatiku, apa salahku dan kekuranganku sehingga ia seperti ini padaku!" Lirihnya Yudistira.


Bahkan Yudistira sering kali melanggar aturan rambu-rambu lalu lintas di jalan tetapi Rangga tidak memperdulikan hal itu. Walaupun pihak kepolisian sudah mengikuti ke mana perginya Yudistira.


"Aku yakin Rinjani ada di rumah, aku akan memberikan pelajaran yang sangat pantas untuknya, agar dia segera menyadari kesalahannya dapatkan dan terima dalam hidupnya gara-gara kelakuannya sendiri yang tega mengkhianatiku!" gertak Yudis.


Yudistira dengan nampak yang air mukanya semakin memperlihatkan jika dirinya dalam keadaan yang tidak baik saja untuk didekati oleh siapapun itu.


Dengan amarah yang membara Yudistira terburu-buru segera membuka pintu rumahnya tapi pintu rumahnya terkunci dari dalam. Ia segera mengambil kunci cadangan di dalam saku celananya. Sama seperti orang yang tidak sabaran dan secepatnya segera masuk ke dalam rumahnya dan naik ke lantai atas tempat kamarnya berada.


Tetapi langkah kaki Yudistira terhenti setelah telinganya menangkap suara seseorang yang sedang men de sah hingga suara-suara yang begitu seksi dan hot terdengar memenuhi seluruh sudut penjuru kamar pribadinya.

__ADS_1


Yudistira semakin mendekatkan dirinya ke arah pintu kamarnya dan suara itu semakin jelas terdengar oleh telinganya. Amarahnya semakin terbakar dan bergejolak di dalam dadanya yang terbakar api cemburu dan kebencian dalam bersamaan memenuhi rongga hati dan pikirannya.


Yudistira berjalan perlahan-lahan dan mengendap-endap bagaikan pencuri saja di dalam rumahnya sendiri. Jantungnya Rangga sudah berdebar dan berdetak kencang dan kuat. Ia sudah tidak tahan mendengar suara orang yang lagi bergelut. Dia ingin menampik dan tidak ingin mempercayai kalau pemilik suara yang sedang mendesah itu adalah milik istri sahnya Rinjani.


"Ayo bang lagi.. asyik bang.. bang.. aaahhhh!!"racau Rinjani yang tidak tahan dengan kemampuan om-om yang ada di atas tubuhnya.


"Sabar yah sayang, dikit lagi yah, kok punya kamu gak seperti biasanya yah sayang,kok ber leen diir dan sangat baaa saah," timpalnya sang Bapak tersebut.


Pria itu yang terus memompa semangatnya diatas tubuhnya Rinjani yang sudah nampak tak terbungkus oleh selembar kain apa pun lagi.


"Abang kok lupa yah, Aku kan lagi hamil anak Abang jadi goyangan aku pasti kurang hot gitu," balasnya Rinjani yang lagi main cabut-cabutan.


"Tahan yah sayang dikit lagi yah aaaahhhh!!" Racau om-om itu yang masih kuat staminanya di usianya yang sudah lima puluh tahun lebih.


Berselang beberapa saat kemudian, keduanya terkulai lemas setelah main cabut-cabutan. Maklum lagi musim singkong nih kan musim hujan sudah.


Yudistira sudah dibuat kalang kabut dengan percakapan Rinjani bersama Abang omnya. Sekarang Yudistira sudah mengetahui kebenarannya bahwa anak yang dikandung oleh Rinjani bukanlah darah dagingnya.


Yudistira memukul angin dengan tangan kosong, "Aaahhh!! Sial ternyata selama ini aku cuma dipermainkan dan diperalat olehnya si wanita sialan itu!!" Murka Yudistira yang akal sehatnya sudah hampir semakin terkikis melihat dan mendengar langsung perbuatannya Rinjani di dalam rumah pribadinya itu.


"Abang semakin kuat saja, kamu tahu gak Abang jauh banget perkasanya dari si Yudistira, suamiku itu sebenarnya mandul Bang tapi Yudis sama sekali tidak mengetahui kenyataan itu," cibir Rinjani.

__ADS_1


Kenyataan yang baru saja didengarnya Rangga semakin membuatnya kalang kabut. Ia semakin murka dan amarahnya sudah memuncak dan mencapai titik level tertinggi di dalam hatinya.


Yudistira meninju tembok, "Aahhhhh!!!! aku manusia paling terbodoh di dunia ini, sungguh bego diriku telah diperdaya oleh wanita muu raaa haan!!" raungan Yudistira dibalik pintu itu.


__ADS_2