Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 52


__ADS_3

"Alhamdulillah kami senang telah melayani Tuan Muda dan Nona muda, saya mewakili teman-teman jika ada kesalahan yang kami lakukan selama ini dalam melayani Tuan dan Nona kami minta maaf yang sebesar-besarnya," tuturnya Kepala Pelayan yang ikut terharu atas perpisahan mereka.


"Alhamdulillah saya dan suami saya sangat senang dengan kinerja kalian semua, tolong ditingkatkan dan saya dan suami juga meminta maaf jika kami tanpa sengaja melakukan kesalahan," tuturnya Dewi


Mereka kembali melanjutkan acara makan-makannya.Dewa tersenyum tulus kepada semua maid dan pegawainya,"


"Makasih banyak kalian telah memberikan pelayanan yang terbaik untuk saya dan Istriku selama kami ada di sini dan saya sangat berharap kepada kalian yang ada di sini mudah-mudahan kalian masih betah bekerja dan menjaga rumah Oma," tuturnya Dewa di hadapan para maidnya.


Kepala pelayan Pak Song, "Alhamdulillah kami senang telah melayani Tuan Muda dan Nona muda, dan saya mewakili teman-teman jika ada kesalahan yang kami lakukan selama ini dalam melayani Tuna dan Nona kami meminta maaf yang sebesar-besarnya dan dari lubuk hati terdalam kami," sahut Pak Song kepala pelayan.


Dewi pun tersenyum penuh bahagia dan tulus,"Alhamdulillah saya dan suamiku sangat senang dengan kinerja kalian semua, kalau bisa tolong ditingkatkan dan aku dan Mas Dewa juga meminta maaf jika kami tanpa sengaja melakukan kesalahan," ujarnya Dewinta.


Dewa yang melihat ada guratan kesedihan diwajahnya Dewi segera menarik pelan pinggangnya Dewi lalu merangkulnya dengan penuh kemesraan dan memberikan ketenangan kepada Dewi agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.


"Paman Jung dan yang lainnya kalau ada waktu jalan-jalan lah ke Indonesia, kami sebagai tuan rumah akan menyambut kalian dengan baik," imbuhnya Dewi lagi


Setelah mereka berbincang-bincang sejenak, barulah tiba saatnya mereka pamit dan undur diri karena pesawat mereka akan segera berangkat dan berpamitan khusus kepada Uncle Kim Park Jung dan yang lainnya.


Dewa memeluk tubuhnya Pak Jung dan tidak melupakan untuk mencium punggung tangannya Pak Jung. Dewi pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Uncle! Pasti kami akan sangat merindukan uncle, makasih banyak atas kasih sayangnya dan semuanya selama Dewi berada di Korea Selatan," tuturnya Dewi dengan sesekali menyeka air matanya yang mewakili perasaan sedihnya saat itu.


Pak Jung hanya tersenyum menanggapi perkataan dari keponakan saudara angkatnya.


"Insyaallah Paman pasti akan ke Indonesia karena ingin mendatangi makam ibumu adikku," terangnya Pak Jung.


Dewi tidak kuasa menahan tangisnya ketika mobil yang ditumpanginya perlahan-lahan meninggalkan pekarangan rumah Oma Ester di Seoul Korea Selatan. Karena di rumah itu lah Dewia mengetahui rahasia besar tentang jati dirinya yang sebenarnya. Di rumah itu pula ia harus mengikhlaskan atas kehilangan salah satu calon bayi yang dikandungnya.


Tangis haru terjadi ketika keduanya meninggalkan rumah itu. Semua maid dan asisten rumah tangga merasakan kesedihan karena menurut mereka Tuan Muda dan Nona muda mereka sangat baik kepada mereka selama mereka datang untuk berlibur di Korea Selatan.

__ADS_1


Pesawat yang ditumpangi oleh Dewa dan Dewi tinggal landas dan menuju tanah air tercinta Indonesia. Setelah menempuh beberapa jam, Akhirnya pesawat pribadi Dewa telah berhasil mendarat dengan selamat di Bandara internasional Soekarno-Hatta. Bima beserta anak buahnya telah menunggu kedatangan mereka.


"Selamat datang kembali saudaraku di Tanah air," ucap Bima Adriansyah sambil memeluk tubuh calon kakak iparnya itu.


"Makasih Abang," tampik Bima.


Bima yang sudah menjadi saudara angkat Dewa sejak mereka masih kecil bahkan ia belum lahir, Bima sudah menjadi saudaranya karena kedua orang tuanya Bima adalah sahabat terbaik dari Pak Emre kakeknya Dewa.


Dewa tersenyum,"Gimana keadaannya Perusahaan?" Tanyanya Dewa di hadapan Bima.


"Alhamdulillah semuanya lancar saja, tapi perusahaan yang ada di Kanada sedikit mengalami gangguan," jelas Bima sambil membuka pintu mobil untuk Dewa.


Mereka kemudian masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir cantik di parkiran mobil bandara. Dewa langsung menatap Bima untuk meminta penjelasan dan orang yang ditatap langsung mengerti dari maksud tatapan matanya Dewa.


"Aku berencana akan segera ke Kanada untuk mengecek apa sebenarnya yang terjadi di perusahaan kita," sarannya Bima.


"Baik Bos," ucap singkat Bima.


Sedang Dewi, hanya menjadi pendengar setia dari percakapan suaami dan kakak iparnya. Walaupun Bima hanya sekedar saudara angkat suaminya, tapi rasa hormat Dewi kepada Bima tetap lah sama kepada saudara iparnya yang lain.


Si kembar sudah tidak sabar menanti kedatangan papa dan mamanya. Bahkan si kembar sudah mondar mandir di depan pintu rumah mewah mereka.


Zacki menatap neneknya, "Nek Rina kok Papa dan Mama masih belum datang yah??" Tanya Zacky yang sudah tidak sabaran menunggu neneknya.


"Jangan-jangan mereka gak jadi datang yah Nek?" Tebak Zahrah yang hanya menerka saja.


"Kalian harus tenang dan sabar menunggu kedatangan Mama dan papa kalian," tutur Mama Rima untuk menenangkan kedua cucu-cucunya yang sudah seperti setrikaan saja kesana kemari.


"Gimana kabarnya adik bayi yah Nek, apa ia baik-baik saja kan habis naik pesawat yang cukup jauh?" Tanyanya Zahrah yang penasaran dengan calon adiknya lagi.

__ADS_1


Zahrah sambil memikirkan keadaan adek bayinya yang masih dalam kandungan Mamanya. Nyonya Rina belum sempat menjawab pertanyaan dari Zahrah Saldana, pagar besar rumah kediaman Dewa Wiguna sudah terbuka dan masuklah sebuah mobil mewah keluaran terbaru tahun ini.


Mobil yang sengaja dibeli oleh Bima khusus untuk hadiah menyambut kedatangan calon anaknya Dewa yang kedua sekaligus calon anaknya yang ketiga dan keempat.


Kebahagiaan terpancar di wajah Mama Rina dan Si kembar setelah mengetahui bahwa orang tua dan menantunya sudah datang. Kebahagiaan semakin bertambah mereka rasakan setelah tahu kondisi calon adik si kembar dalam keadaan yang baik-baik saja.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2