Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 115


__ADS_3

Priya merasa heran dengan pemanggilan dirinya ke rumah utama keluarga Kusuma Wijaya. Biasa jika dirinya dipanggil itu tandanya ada yang penting yang harus dilakukan bersama. Pria tidak ingin berfikiran negatif. Ia tanpa sengaja melihat ke arah pergelangan tangannya sehingga dirinya teringat belum mengambil gelangnya dari Rama.


Priya tersenyum manis ketika mengingat kejadian yang terjadi dengan Aditya. Hyuna merasakan debaran jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya dan Priyaa selalu tersenyum mengingat setelah kejadian itu. Dia langsung menyentuh bibirnya dan membayangkan bagaimana jika bibirnya mencicipi manisnya bibir seksi Rama.


Priyanka Nadine Alexandra langsung menggelengkan kepalanya tanda dia malu mengakui kalau dirinya menginginkan hal itu. Pak supir dibuat heran dengan tingkah lakunya.


"Ada apa Nona??" tanya Supir pribadi nyonya SrieDevi.


"Aku tidak apa-apa kok Pak!" Kilahnya Priya yang tampak malu-malu.


"Tapi Nona Priya menggelengkan kepala Nona, apa Nona sakit atau nona mau Bapak antar ke klinik yang ada kebetulan ada di dpan??" tanya Pak supir lagi.


"Makasih banyak, tapi maaf Saya baik-baik saja kok," ujarnya Priya yang sudah merona malu dengan kelakuannya sendiri.


"Ohh gitu yah Non, kalau Nona menginginkan sesuatu tolong jangan sungkan dengan Bapak kalau ada yang Nona inginkan," Pak Supir.


"Makasih banyak Pak," imbuhnya Priya.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Priya pun sudah memasuki area rumah mewah dan megah keluarga besar Wijaya Kusuma. Priyanka kaget melihat begitu banyak mobil yang memenuhi garasi mobil milik Auntynya yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Ia tidak sempat untuk menanyakan perihal itu kepada Pak Supir yang sudah mengantarkannya. Priya membuka pintu kayu yang tinggi mengjulang ke langit-langit rumah Uncle Wijaya itu. Semua mata tertuju pada dirinya, bahkan Priya kaget melihat papinya dan Mama sambungnya juga hadir di tempat itu.


Priya mengambil tangan semua anggota keluarganya yang hadir di sana lalu mencium tangan keluarganya secara bergantian.


"Alhamdulillah anak kamu sudah besar yah?" ucap uncle Lukman sahabat sekaligus keluarga papinya pak Adijaya.


"Iya, Alhamdulillah dia sudah besar," sahutnya Pak Adijaya sambil menyuruh Priya duduk di sampingnya.


"Putri kamu semakin cantik saja dan semakin mirip dengan maminya," pujinya Uncle Lukman.


Priya tersentak kaget setelah mendengar perkataan dari uncle Lukman yang mengatakan tentang Ibu kandungnya yang sedari kecil ia tidak pernah dia lihat maminya. Bahkan oapinya pun akan berkata Ibunya sudah meninggal sejak ia masih sangat kecil.


Priya mengarahkan pandangannya dan langsung menatap kearah Papinya untuk meminta penjelasan tetapi papinya seakan-akan menutup akses tentang semua yang berhubungan dengan Maminya Priya Priyanka Nadine Alexandra.


Suasana kekeluargaan terasa sangat kental di acara pertunangan Arjuna Aryasetio Permana Kusuma Wijaya dan Sinta Ismayanti Rajab. Mereka berbincang-bincang bebas melepaskan rasa kerinduan yang ada pada diri mereka. Ada yang rindu dengan sanak saudaranya seperti Bima Sakti Martadinata Aryaduta Kusuma dengan Zaheera Caundari Smith Jung.


Sedangkan Bu Sri Devi dan Uncle Hussain Kamel melepaskan kerinduan mereka setelah berpuluh tahun tidak bertemu karena kesibukan dan jarak yang memisahkan mereka. Perbincangan mereka terpaksa terhenti karena Priyanka berteriak sekaligus kaget melihat gelang kesayangannya yang sudah lama dia cari dipakai oleh seorang pria.


"Itu kan ge....!" Teriak histeris Priyanka yang betapa kagetnya setelah melihat gelangnya dipakai oleh seorang pria yang sangat dikenalinya.

__ADS_1


Rama langsung melihat ke arah pergelangan tangannya dan langsung teringat dengan gelang yang sudah lama dia pakai, "Ooh ternyata yang punya gelang ini kamu," ketusnya pura-pura tidak tahu kalau yang punya gelang itu adalah cewek yang sudah ia cintai.


"Kok bisa yah! gelang Aku ada sama Anda!" Ujarnya Priya yang keheranan.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


__ADS_2