
"Apa kah Pria itu yang dimaksud oleh Adit yah??" gumam Bima pada dirinya sendiri.
Setelah Zameera turun, Pria itu segera berjalan ke arah pintu belakang mobilnya. Dan membuka pintu mobil bagian belakang dan langsung menggendong seorang anak kecil yang mungkin ketiduran saat di perjalanan karena Pria itu tetap menggendong anak kecil itu ke dalam rumah Zameera.
Mata elang Bima seakan-akan ingin memangsa sosok laki-laki itu. Seandainya handphonenya tidak berdering, ia sudah mendatangi mereka. Bima dibakar rasa cemburu setelah melihat kedekatan Zameera dan pria itu.
Bima mengangkat telponnya dengan sedikit kesal, ia menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar, "Halo, ada apa?" Ketusnya Bima Sakti.
"Bos! Perwakilan dari Korea Selatan yang ingin bertemu dengan Bos sudah datang dan mereka ingin langsung bertemu dengan Bos sendiri tidak ingin ada yang menggantikan kehadirannya Bos!" Jelasnya Samantha sekretarisnya yang ada di USA Amerika Serikat.
"Baiklah aku akan segera ke kantor, tunggu aku sekitar 20 menit aku akan sampai," timpalnya Bima sambil memutuskan sambungan teleponnya.
Bima memukul setir mobilnya dengan kuat, karena tidak punya waktu dan kesempatan lagi untuk mendatangi Zameera yang sudah ada di depannya. Ia harus kembali gagal untuk bertemu dan mengurungkan niatnya untuk berbicara langsung dengan Zameera wanita pujaan hatinya.
Sedangkan di Bumi tercinta yaitu Tanah air Beta tentunya. Tepatnya di rumah sakit tempat Pak Wijayanto dirawat. Hari ini, entah kenapa Dinda ingin sekali datang menjenguk papa mertuanya. Padahal perutnya sudah membuncit dan membuat pergerakan Dinda yang terbatas.
Hal ini membuat suaminya Adityawarman Wijayanto berfikir keras untuk mengambil keputusan apa Dinda Anjani Khaerunnisha diijinkan atau tidak.
"Mas! ijinkan Dinda esok untuk jengukuk papah yah sayang, entah kenapa aku kepengen banget ketemu sama papa!" Rengeknya Dinda yang memelas sambil merangkul pundak suaminya.
"Tapi sayang,kamu itu tidak boleh capek dan banyak gerak harus banyak istirahat kamu kan lagi hamil besar," sanggahnya Adit.
"Tapi ini kemauan anak kita Mas, bayi kita yang mau seperti itu Sayang," Bujuknya Dinda sambil mengelus perut buncitnya.
Aditya tidak kuasa melihat istrinya merajuk jika permintaanya tidak dipenuhi. Akhirnya ia memutuskan untuk mengijinkan Dinda ke rumah sakit. Dinda sangat bahagia karena bisa mendapatkan dan mengantongi izin dari suaminya itu dengan berbagai rayuan maut yang dia luncurkan.
"Baiklah Mas akan ijinkan kamu menjenguk kakeknya Dede Bayi tapi dengan satu syarat kamu harus diantar oleh anak buah kakak," pintanya Adit sambil memeluk tubuh istrinya dengan mesra seraya mengecup keningnya Dinda.
Tangan Dewa sudah mulai bergerilya ke mana-mana dan sudah ada desakan dari arah bawah yang harus mendapatkan perhatian khusus dari Dewinta. Raut wajahnya Dewa dan sorot matanya sudah mengisyaratkan jika ia menginginkan hal yang lebih dari sekedar sentuhan lembut dan kecupan singkat.
__ADS_1
Dewinta sangat mengerti kondisi suaminya jika menampilkan mimik wajah yang sudah berkabut gairah. Dewa sudah menggendong Istrinya ala bridal style ke ranjang king size-nya, tetapi tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka lebar.
"Ya Allah… kenapa juga mereka meski datang disaat seperti ini sih! Ini gara-gara aku yang teledor lupa mengunci rapat pintu kamarku!" Umpatnya Dewa yang kegiatannya terpaksa terganggu dan keinginannya yang sudah berada di puncak harus pupus dan kandas karena kehadiran kedua anaknya.
Adit mengerang kesal dan membuang serta menghembuskan nafasnya dengan cukup keras dan kasar. Dia sangat jengkel karena aksinya yang ingin bereksplorasi di atas tubuh sang istri terganggu.
Tapi, Adit tidak bisa melampiaskan amarahnya kArena arana yang membuka pintu kamar pribadi mereka adalah Zacky Alfariq dan Zahrah Zulfa Adinda pelakunya.
Dewa Aryaduta langsung berlari ke kamar mandi untuk mendinginkan dan menghentikan gejolak dari dalam sana. Sedangkan Dewinta diam-diam memperbaiki pakaiannya yang sudah terbuka beberapa kancingnya.
"Mama kok Papa lari ke dalam kamar mandi saat melihat kami datang? apa ayah kebelet??" Tanya polos Zack yang memperlihatkan wajah imutnya.
Dinda hanya tersenyum menanggapi perkataan puteranya, karena tidak tahu harus menjawab apa yang paling tepat di hadapan anaknya yang mulai kepo. Sedangkan Dewa di dalam kamar mandi, sedang berusaha untuk menenangkan si kecil yang masih ber di ri tegak di dalam sangkarnya.
Dengan berat hati, Dewa harus mengalah dengan kedua anak kembarnya dan harus ikhlas dan rela bermain solo karir di dalam kamar mandi.
Pengumuman!!!!!
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away untuk novel fania yang judulnya "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI"
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.
__ADS_1
Syaratnya Wajib:
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
I love you all Readers…...
__ADS_1