Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 99


__ADS_3

Rina semakin mempercepat langkahnya, karena jarak toilet sudah nampak di depan mata. Karena terburu-buru berjalan hingga Rina tidak sempat memperhatikan keadaan jalan yang dilaluinya. Rina pun menabrak tubuh orang itu.


Sehingga tubuh Gauri Candra Kirana Larasati terhuyung ke belakang. Untung orang Itu sigap membantu Rina agar tidak mencium dinginnya lantai depan Toilet. Orang itu terus saja memandangi wajah cewek yang ada dalam pelukannya. Bahkan dia terpana dan hanya bisa tersenyum tak hentinya.


Sinta segera melepaskan pegangannya dari pinggang orang itu, Karena Sinta ingin mengeluarkan seluruh isi perutnya. Tapi, Rina belum berhasil bergerak, Rina sudah memuntahkan seluruh isi perutnya ke atas pakaian orang tersebut. Sinta Ismayanti Rajab kemudian berlari ke Toilet karena masih ingin muntah dan Sinta tidak ingin menambah kotoran di pakaian orang itu.


Arjuna khawatir melihat kondisi perempuan yang ada di hadapannya. Sinta Ismayanti Rajab sepertinya trauma dengan kejadian yang terjadi dulu. Arjun andai saja tidak dalam keadaan pengaruh obat perangsang dan minuman alkohol pasti ia tidak akan melakukan hal itu.


Arjuna Arsyadi Sameer Wijaya segera menghubungi nomor handphone Dewa kakaknya. Karena hanya Dewa orang yang bisa membantunya mengatasi masalah yang sedang dialaminya dan juga saudara kandungnya sendiri.


"Abang Dewa ada di mana sih, kok teleponku gak diangkat sih," cicitnya Arjuna.


Dewa segera menghubungi nomor handphone Dewa. Tetapi sudah berulang kali ia menghubungi nomor handphone kakaknya, tetapi belum mendapatkan hasil.


Arjuna tidak putus asa dan tetap berusaha untuk menghubungi nomor handphone Dewa. Arjuna bernafas lega karena telponnya akhirnya diangkat juga. Ia bahagia karena sudah putus asa dengan keadaan Sinta.


"Assalamu alaikum Dewa, Abang ada di mana," ucap salam Arjuna setelah telepon tersambung.


"Waalaikum salam, maaf baru angkat telpon tadi aku sibuk, adek kamu gak pulang ke rumah kah?" Tanyanya Dewa balik.


"Abang, bolehkah tidak Aku minta tolong?" tanya Arjuna kepada Abang keduanya itu.


"Silahkan Emre, memangnya mau minta tolong apa sih seperti sama orang lain saja," sanggahnya Dewa.

__ADS_1


"Boleh gak kamu datang ke apartemenku sekarang," Tanyanya Arjuna yang meminta kepada Dewa untuk datang.


"Emangnya ada apa yah, sepertinya ada yang penting??" Imbuhnya Dewa dengan penuh selidik.


"Tolong jangan lakukan itu padaku, Aku mohon jangan" ucap Rina setengah berteriak.


Saking kerasnya suara Sinta berteriak hingga Dewa mampu mendengarnya. Arya pun kaget dan heran kenapa ada seorang perempuan di kamar apartemennya dan perempuan itu berteriak.


"Arjuna, itu suara siapa, kok ada suara perempuan yang meminta tolong?" tanya Dewa yang dibuat penasaran dengan penuh selidik.


Dewinta Atira Rahmany Daniel pun mendengar teriakan dari perempuan itu, "Mas, sepertinya Aku mengenal suara itu yah, seperti suara yang aku kenal gitu," ucap Dewinta yang mencoba mengingat dengan baik suara itu.


Mereka lalu langsung saling berpandangan setelah memikirkan tentang siapa pemilik suara itu. Pasangan suami istri sudah dalam perjalanan pulang ke kediamannya setelah dari acara resepsi pernikahan Yudistira Tirtayasa Rangga dan Raysa Rindu Kirana.


"Jangan mendekat!! Aku mohon pergilah dari sini!!" teriak Sinta yang semakin menjadi saja bahkan ia sudah melempar apa saja yang ada di dekatnya.


"Abang Dewa! cepatlah ke sini, please, saya mohon," gumamnya Arjuna yang sudah terkena lemparan pas bunga mawar.


Arjuna terkena lemparan pas bunga yang ada dia atas nakas. Ia berusaha untuk menghindarkan tetapi naas nasib Arjuna karena kenjngnya menjadi sasaran empuk dari amukan Sinta.


"Kak, Ayo cepat putar balik mobilnya, Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Sinta," ujarnya Dewi.


Dewa segera memutar balik mobilnya yang untungnya belum terlalu jauh dari Area Hotel DD "Dewa Dewi".

__ADS_1


Dewa Aryanta Martadinata Wijaya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena sudah mengkhawatirkan keadaan Sinta. Keduanya sangat yakin kalau perempuan yang berteriak itu adalah Sinta.


"Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi kepadamu Sinta?" batinnya Dewi yang sudah semakin mengkhawatirkan keadaan salah satu sahabatnya itu.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


I love you all Readers…...


__ADS_2