
"Tolong jelaskan dengan baik maksud dari perkataan kamu Sinta!" pintanya Candra.
Sinta akhirnya menceritakan tentang semua yang terjadi pada dirinya saat ia berada di Amerika. Dewi dan Candra yang mendengar perkataan temannya itu shock dan kasihan kepada sahabatnya itu. Mereka kemudian berpelukan untuk saling memberikan dukungannya.
"Ya Allah... Sinta kamu harus sabar sayang, kami selalu ada untuk kamu," imbuhnya Dewi.
Tapi mereka tidak menyangka kalau apa yang mereka bicarakan ternyata terdengar sampai ke telinganya Yudi calon suaminya Sinta dan Dewa yang kebetulan berada di depan pintu kamar perawatan Sinta yang pintunya tidak rapat.
Yudi dengan raut wajahnya yang memendam dan berusaha menahan amarahnya langsung saja masuk ke dalam kamar perawatan Sinta calon istrinya itu. Semua orang yang berada di dalam sana kaget melihat kedatangan Yudi yang tiba-tiba.
Sinta menundukkan kepalanya tidak sanggup menatap calon suaminya. Ia takut dengan reaksi dan tanggapan Yudi setelah mendengar langsung Apa yang sedang terjadi kepadanya.
"Maafkan aku, pernikahan kita tidak seharusnya dilanjutkan lagi," tuturnya Yudi sambil melepaskan cincin pertunangan mereka dari jari manisnya.
"Mas apa maksud dari semua ini?" tanya Sinta yang terkejut walaupun sudah mengetahui bayangan kehancuran pernikahannya sebelumnya.
"Maaf hubungan kita cukup sampai di sini saja, aku tidak ingin memiliki istri yang tidak perawan lagi," sarkasnya Yudi dengan begitu teganya memutuskan hubungan mereka.
__ADS_1
"Mas, apa enam tahun lebih itu tidak berarti sama sekali? dimana janjimu yang dulu kau ucapkan yang katanya apa pun yang terjadi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku apa pun yang terjadi, mana janjimu itu Mas!!" Pekiknya Sinta yang semakin menangis saja.
Dewa, Dewinta dan Gauri Candra Kirana tidak bisa berbuat apa-apa dan ikut campur dalam urusan mereka.
Dewi hanya memeluk tubuh sahabatnya. Sedangkan Gauri mencoba menenangkan Sinta.
"Yang sabar Sinta, kami ada untuk kamu," bujuknya Dewi sambil terus menahan laju air matanya dengan mengelus punggungnya Sinta.
"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan Mas Yudi, Aku ikhlas Mas tapi aku mohon jangan katakan kepada keluarga kita kalau mas memutuskan untuk mengakhiri pertunangan kita karena aku tidak...." ucapan Sinta terpotong yang tidak mampu meneruskan kata-katanya.
Yudi menatap jengah ke Sinta, "Maaf! aku tidak ingin menikah dan melanjutkan hubungan apapun lagi denganmu," ucap Yudi sambil berlalu meninggalkan Sinta yang sudah terpuruk.
"Yang sabar Sinta, Insya Allah aku yakin akan ada suatu saat nanti pria baik hati dan bertanggung jawab akan menikahimu yakinlah dengan hal itu, jadi jangan berputus asa, mungkin memang kalian tidak berjodoh jadi kami mohon jangan ratapi," imbuhnya Gauri Candra.
"Iya kami masih ada bersama kamu dan aku yakin kamu pasti akan mendapatkan Pria yang jauh lebih baik dari pria pengecut brengsek itu," dengusnya Dewi yang berusaha menenangkan Sinta seraya menatap penuh kekecewaan terhadap Yudi.
Mereka kembali berpelukan satu dengan yang lainnya. Mereka saling menguatkan untuk memberikan dukungannya kepada Sinta agar lebih sabar, ikhlas dan tulus.
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
I love you all Readers…...