
"Ini adalah cincin yang sama dengan milik ibuku," cictnya Dewi yang air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya dan sesekali terisak dalam tangisannya.
Dewa segera memeluk tubuh istrinya dari arah samping. Dewa masih menimbulkan banyak pertanyaan yang ingin dia sampaikan tapi, untuk sementara waktu ia urungkan niatnya itu.
"Tidak salah lagi kamu adalah anak tunggal dari adikku Diana, putri yang dihamilkannya saat meninggalkan Kota Seoul dan pulang ke Indonesia, cincin ini pemberian suaminya Daniel saat mereka menikah dulu, adikku Diana Nasution Hendrawan yang selama ini saya cari," ratapnya Paman Jung.
"Uncle Daniel!" Beo Dewa.
Andai saja Dewi sehat dan tidak dalam keadaan yang sudah dioperasi mungkin Uncle Park akan memeluk tubuh Dewi.
"Maksud Uncle??" Tanya heran Dewi.
"Kamu adalah anak dari Linda Nasution Hendrawan dan Daniel Wijaya," ujarnya Pak Park Kim Jung.
Bukan hanya Dewi yang kaget dengan pernyataan Uncle Park tapi Dewa pun kaget dengan semua ini. Dewa heran kenapa Uncle Daniel saudara kembar Papanya juga ikut dikaitkan dengan semua ini, apa sebenarnya yang terjadi. Seribu macam pertanyaan yang muncul di dalam benak dan kepala Dewa.
"Kenapa uncle Daniel juga disebut sebagai Papanya Dewi istriku padahal yang saya tahu jika Uncle Daniel sama sekali tidak pernah menikah," batinnya Dewa.
"Maaf Uncle Park, mungkin Uncle telah salah atau informasi yang uncle dapat itu keliru," Jelas Dewi.
"Mana mungkin Uncle Park keliru dan salah," jelasnya Pak Jung lagi dengan penuh keyakinan.
"Ayahku bukan Daniel Wijaya
tapi Arianto Hendrawan," tampik Dewi dengan penuh selidik.
Mereka sama-sama bingung dengan kenyataan ini semua. Dewa dan Dewi tidak percaya sekaligus shock mendengar kabar itu. Sedangkan Dewi tidak percaya karena orang yang selalu dipanggil ayah adalah Pak Arianto Gunawan Hendrawan bahkan nama itu ada dibelakang namanya.
__ADS_1
Uncle Park pun demikian, kenapa Linda memberikan mama orang lain di belakang nama anak tunggalnya. Keheningan terjadi semua orang sibuk dengan pemikirannya masing-masing.
Dewa langsung teringat sesuatu dan menurutnya Hanya mereka yang bisa menjawab dan mengetahui dengan jelas permasalahan mereka.
"Apa sebaiknya kita menelpon Paman Irwan dan bibi Aminah saja sebaiknya untuk mengetahui kejelasan dari semua ini dan aku yakin dengan sangat mereka pasti tahu tentang misteri ini," imbuhnya Dewa.
"Iya Nak, kenapa kita tidak menghubungi Paman dan bibi kamu saja," timpal Uncle Park.
Dewinta menatap Dewa suaminya dan mengangguk setuju dengan saran mereka. Dewi segera mengambil Handphonenya dan mencari nomor Bibi Aminah dikontak Hpnya. Telepon pertama mereka belum tersambung. Ia kembali mengulang lagi telponnya. Dan akhirnya Bibi Aminah pun mengangkat teleponnya.
"Assalamu alaikum Nak Dewi," sapanya Bibi Aminah.
"Waalaikum salam Bi," Jawab salam Dewi.
"Bibi sudah menemukan kotak yang kamu cari dan isinya adalah cincin yang sering ibumu pakai," tuturnya Bibi Aminah sambil melihat isi kotak itu.
Dewi segera langsung mengubah telponnya menjadi Video call. Bibi Aminah memperlihatkan cincin itu kepada mereka.
"Gimana Uncle Park apa itu cincin yang Uncle maksud??" Tanya Dewi sembari mengarahkan layar hpnya kedepannya Pak Jung.
"Iya itu benar sekali cincin mas kawin Ibumu yang diberikan oleh Tuan Muda Danil waktu mereka menikah beberapa tahun silam," ungkap Uncle Park.
Dewa tersentak kaget mendengar perkataan dari Pak Jung, ia kembali dibuat kaget dengan kata-kata Uncle Park.
"Bibi Ainun apa aku bisa bertanya sesuatu lagi??" Tanya Dewi.
"Silahkannak, kalau Bibi tahu pasti akan Bibi jawab dan katakan yang sejujurnya," ucap Bibi Aminah.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya ayah kandungnyan Dewi Bi, aku mohon dengan sangat kepada Bibi untuk berkata jujur dan mengungkapkan kebenarannya," pintanya Dewi yang sudah meneteskan air matanya.
Dewa segera mendekati Dewi dan memeluknya untuk memberikan kekuatan kepada Istrinya. Bibi Aminah ragu untuk berkata jujur dan membuka semuanya. Tapi Bibi Ainun teringat dengan janjinya kepada Ibunya Dewi yang suatu saat nanti jika, tiba waktunya akan bertanya maka Bibi aiNun berhak untuk mengungkapkan kebenarannya, Dewi berhak mengetahuinya.
"Sebenarnya Dewi kamu bukanlah anak kandung dari Arianto Gunawan Hendrawan," Ucap Bu Aminah.
Semua orang yang berada di dalam ruangan inap Dewi sungguh sangat kaget dan shock mendengar kenyataan yang sebenarnya.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…..