
"Hati-hati dan ingat Mama mau lihat kamu pulang ke rumah bersama calon istrimu dan Mama tidak menerima berbagai macam alasan atau pun penolakan," ancam Bu Elisah.
"Insya Allah Ma," ucapnya Bima lagi..
Nyonya Elisha hanya tersenyum kepada putra sulungnya itu dan Bima tidak lupa mencium tangan Mamanya. Tidak ada hubungan darah yang mengingat keduanya tapi mereka bagaikan mama dan anak kandungnya sendiri. Hanya Bima dan Dewa yang anaknya tinggal bersamanya selama ini sedangkan Arjuna, Rama mereka berada di luar negri.
Bima Sakti mengecup sekilas pipi kirinya Nyonya Elisha sebelum mengucapkan salam, "Assalamu alaikum," ucap Bima.
"Waalaikum salam," jawabnya Nyonya Elisyah.
Bima meninggalkan kediaman mamanta dengan perasaan yang gembira, ia sangat yakin jika Zameera wanita pujaan hatinya akan menerima lamarannya kali ini.
Nyonya Elisyah terduduk kembali di perpustakaan, beliau meneteskan air matanya. Bu Elisah teringat sesuatu yang membuatnya harus meneteskan lagi air matanya. Semua itu karena Mama Elisah sangat mengetahui dengan jelas kisah cinta anak sulungnya.
Tapi Mama Elisah bungkam dan diam seribu bahasa, Mama ia tidak ingin sampai ada orang lain yang tahu. Adik iparnya sebagai mamanya Zameera menentang hubungan mereka berdua. Alasannya karena Bima Sakti hanyalah anak angkat di dalam keluarganya dan kedua orang tua kandungnya Bima hanyalah pelayan.
"Bawalah Zameera ke sini Nak, Aku sudah sangat merindukan kehadirannya di rumah ini dan aku yang akan memperjuangkan hubungan kalian walaupun nyawa mama menjadi taruhannya," gumam Bu Elisha sambil mencium figura semua anak-anaknya.
Dewa sebenarnya empat bersaudara tapi kesemuanya hanya saudara angkat saja. Dewa sebenarnya hanya anak tunggal di dalam keluarganya sedangkan Rama, Bima dan Arjuna anak angkatnya dan hanya Bima yang belum menikah.
"Mama sangat berharap Nak, kamu berhasil melahirkan anak kamu dan tidak menggugurkan kandunganmu," cicitnya Bu Elisha.
Bu Elisha tidak henti-hentinya meneteskan air matanya. Ia sedih mengenang kisah percintaan ke empat anaknya. Nyonya Elisha sangat menyayangi ke tiga anak angkatnya dan ia tidak membeda-bedakan antara mereka berempat.
Bu Elisha teringat setelah keberangkatan keponakannya serta anak-anaknya ke Amerika dan Inggris untuk melanjutkan kuliahnya, Mama ia menemukan sebuah amplop putih yang berisi surat dan alat tes kehamilan.
Mama Elisah sangat terpukul, shock dan sangat kaget setelah membaca isi surat itu. Mama Elisabeth mengetahui bahwa Zameera keponakannya sedang hamil 2 bulan dan papa dari anaknya adalah putra angkatnya sendiri yaitu Bima dan jika orang tua Zameera tahu semua hubungan kekeluargaan bisa hancur.
Bu Elisah tidak tahu akan berbuat apa, karena Mama Elisah sangat takut dan khawatir dengan keadaan anak-anaknya Jika sampai ada yang tahu masalah besar yang diperbuat oleh putra putrinya.
Apabila kakaknya mengetahui pasti akan marah besar dan bisa saja suaminya dengan kakaknya persaudaraan mereka akan pecah dan bercerai belah. Mama Elisah tidak mau hal itu sampai terjadi.
__ADS_1
Itulah sebabnya sampai sekarang, Bu Elisha menutupi kebenaran dan kenyataan yang ada. Mama Elisabeth berpura-pura tidak mengetahui kejadian itu.
Mama Elisabeth buru-buru menghapus jejak air mata di wajahnya, karena tiba-tiba pintu perpustakaan terbuka lebar dan masuklah si kembar bersama mamanya yang datang. Ia segera menyeka air matanya hingga tak berbekas sedikit pun.
"Mereka tidak boleh tahu aku sedih," batinnya Bu Elisha.
Begitu lah perasaan seorang ibu, kesalahan apa pun yang diperbuat oleh anak-anaknya pasti akan tetap memaafkan mereka.
"Asssalamu Alaikum Nenek," Ucap si kembar sambil memeluk tubuh neneknya yang masih kuat diumurnya yang sudah senja.
"Waalaikum salam cucu-cucu kesayangannya Nenek," ucap Mama Elisabeth sambil membalas pelukan Zahrah dan Zacki.
"Alhamdulillah nenek bahagia melihat kedatangan kalian," ucap Mama Elisabeth.
Dewi mengecup punggung tangannya mertuanya itu lalu menyerahkan sebuah paper bag kepada ibu mertuanya.
"Apa ini sayang, kamu selalu bawa makanan kalau datang ke sini, Mama bersyukur jika kamu bawa kue, tapi Mama akan lebih senang dengan kedatangan kalian ke sini," pujinya Bu Elisha sambil membuka paper bag yang berisi kue kesukaannya.
"Gimana dengan jagoannya Nenek dan Mamanya, apa kalian baik-baik saja kan?" Tanya Mama Elisah sambil mengelus perut buncitnya Dewi yang dikarunia kembali anak kembar untuk kedua kalinya.
Ia"Alhamdulillah kami baik-baik saja kok Ma," jawabnya Dewi.
"Alhamdulillah kalau gitu, tapi kamu tetap rutin minum vitamin dan susumu kan Nak?" tanya Mama Elisabeth.
"Alhamdulillah selama aku hamilkan anakku yang ke-tiga ini, aku doyan banget minum susu hamil loha," pungkasnya Dewi.
"Syukurlah kalau gitu Nak, karena itu juga demi kebaikan calon anakmu dan kamu pastinya," sahutnya Bu Elisyah sambil memotong kue yang dibawa oleh anak menantunya.
"Tapi entah kenapa hari ini dede bayinya pengen makan makanan Cina Ma," ucap Dewi dengan mimik wajah yang sudah nampak lapar setelah membahas tentang makanan.
Bu Elisah tertawa setelah mendengar perkataan anak menantunya. BuElisah sangat tahu kalau Delia ngidam ingin makan masakan ala Shanghai negara asal Kakek buyutnya si kembar.
__ADS_1
"Ooh Cucunya Nenek mau Makan masakan Inggris yah Nak" ucap Mama Elisabeth yang lagi-lagi memegang perutnya Delia.
"Iya Nek, Aku pengen makan masakan Nenek" ucap Delia sambil menirukan gaya bicara dan Suara anak kecil.
"Kalau gitu ikut Mama ke dapur kita akan masak banyak menu masakan Cina Shanghai," timpalnya Bu Elisha sambil berjalan ke luar perpustakaan.
Delia dan Mama Elisabeth berjalan ke arah Dapur, sedangkan si kembar ke kamar bermainnya yang dibuatkan khusus untuk mereka.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…...
__ADS_1