
Gauri tersenyum tipis, "Gauri Candra Kirana Larasati," ucapnya sambil membalas senyuman Laksamana.
"Laksmana keluarganya Sinta atau Arjuna?" tanyanya Gauri yang penuh selidik.
"Dua-duanya salah," sanggahnya Laksamana sambil memandang bunga mawar yang sedang bermekaran.
"Hehehe, maksudnya salah satunya ada yang benar," ralatnya Laksamana.
Priyanka Nadine Alexandra memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Rama Aryasetio Kusuma Wijaya kakak sepupunya sendiri. Dan sekarang Priya sudah berada di depan kamar hotel yang sudah disiapkan oleh Rama sebelumnya.
Sebenarnya di dalam hatinya Priya merasa was-was, tetapi tidak ada jalan keluar lainnya lagi yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan gelangnya kembali yang ada di tangannya Rama.
Priya sama sekali tidak memberitahukan kepada Dewa ataupun keluarganya yang lain tentang kesepakatan yang mereka buat. Priya merasa dia masih sanggup untuk menangani sendiri masalah yang sedang dihadapinya.
Kebimbangan mendera hati dan perasaannya Priya, ia kemudian berjalan mondar mandir antara ingin menekan bel atau tidak, hal ini berlangsung beberapa saat. Dan yang dilakukan oleh Priya mendapat perhatian dari Rama.
Diam-diam Rama mengamati apa yang dilakukan oleh Priya melalui cctv yang tersambung langsung dari layar handphonenya. Rama spontan tersenyum melihat tingkah Priya yang menurutnya lucu di matanya.
"Ternyata kamu berani juga datang ke kandang macan gadis cantik," gumamnya Rama sambil menggoyang gelasnya yang berisi minuman beralkohol.
Karena Priya merasa lelah mondar mandir akhirnya dia segera memutuskan untuk memencet bel. Seketika itu pintu terbuka dengan lebarnya. Priya tidak melihat sosok orang yang dia cari.
__ADS_1
Priyanka sudah celingak-celinguk mencari keberadaan pemilik kamar apartemen itu, tapi hasilnya tetap sama. Tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya membuat Priya tersentak kaget.
"Ini kamar Manusia atau kamar hantu sih??" Gerutu Priya yang tubuhnya sudah gemetaran.
Karena posisi Hyuna yang menghadap ke pintu sehingga dia tidak melihat Rama yang berjalan mendekat ke arahnya, seketika itu bulu kuduk Priya spontan berdiri.
"Ya Allah sepertinya kamar ini berhantu," lirih nya Priya yang sudah ingin meneteskan air matanya saking takutnya.
Priya segera ingin berlari ke luar tapi, ia belum melangkahkan kakinya selangkah pun, tangannya sudah ditarik oleh seseorang. Priya pun berteriak dengan kencang saking takutnya.
"Haaaaantuuuu!! Aku mohon jangan takuti Aku, aku kan tidak punya salah sama kamu, tolong lepaskan Aku huhuuuhuhu!!" Cicitnya Priya yang masih menutup matanya yang takut jika membuka matanya dia melihat sosok yang menyeramkan.
Rama tersenyum tipis, karena tangannya Rama yang begitu dingin yang sedang memegang tangannya Priya sehingga otomatis menganggap tangan Rama adalah hantu penghuni apartemen itu. Rama sebenarnya sangat ingin sekali tertawa ketika melihat reaksi dari yang diperlihatkan oleh Priyaa, tetapi Rama terus berusaha untuk menahan tawanya.
Karena tubuh Priya yang sudah mengeluarkan keringat dingin akhirnya Aditya menyudahi candaannya. Rama yang tidak ingin terjadi sesuatu kepada wanita yang dia sayangi. Rama kemudian membalik badan Priya dan sekarang mereka berhadapan langsung. Tetapi, Priyaa masih enggan untuk membuka kelopak matanya karena masih saja takut.
Rama tanpa segan langsung berinisiatif untuk membantu Priyaa untuk membuka matanya. Dengan cara memeluk tubuh Priyanka yang sudah gemetaran. Tubuh Priya secepatnya merespon dengan baik pelukan Rama.
Perlahan-lahan Priya membuka matanya dan Hyuna tetap histeris melihat wajah Aditya yang terlalu dekat dengan wajahnya. Karena ini pertama kalinya dirinya dipeluk oleh pria asing selain keluarganya sendiri.
"Aaaaaahhh!! apa yang kamu lakukan??" jeritnya Priyanka yang berusaha melepaskan pelukan Rama dari tubuh rampingnya dengan memukul pelan tubuhnya Rama.
__ADS_1
"Kamu yah, udah aku tolongin tapi masih saja ngamuk dan memukuliku!" ketusnya Rama sambil menahan pukulan Priyanka wanita yang ia sayangi ditubuhnya yang tidak seberapa itu.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
I love you all Readers…...