
"Seperti itulah kisah mereka, Diana sampai akhir hayatnya tidak bisa membuka pintu hatinya untuk mencintai Gunawan hanya ada satu nama di dalam hatinya yaitu Papa kandung kamu yaitu Daniel Wijaya," jelas Bibi Aminah yang sesekali menyeka air matanya.
"Sungguh cinta yang tulus dan suci yang tak meminta imbalan apapun itu, harus hidup dengan sabar tanpa menuntut cintanya harus dijawab ataupun dibalas oleh Diana, apakah di dunia ini masih ada pria yang seperti Pak Gunawan," gumam Dewa.
Dewi, Pak Jung, Bu Aminah, Pak Irwan tidak bisa menahan tangisnya. Mereka sama-sama menangis tersedu-sedu setelah mendengar kisah pilu kehidupan rumah tangga Ibu Dewi.
Bibi Aminah menjelaskan semuanya tanpa ada lagi yang ditutupi. Bu Aminah tidak ingin kelak terjadi lagi masalah yang tidak diinginkan. Ia pun merasa lega karena sudah mengutarakan amanah dari adik iparnya yang selama ini dia simpan dalam-dalam dan rapat.
"Maafkan Bibi nak Dewi, bukan maksud Bibi untuk menutupi semuanya dari kamu atau pun berbohong dengan maksud yang tidak baik, tetapi Bibi lakukan semua ini demi kamu kebaikan kamu juga nak," jelasnya Bibi Aminah disela isak tangisnya.
Dewi tidak mampu menjawab kata-kata Bibinya. Dia masih shock dan kaget dengan kebenaran dan kenyataan yang ada. Dewi pun demikian, karena selama ini apa yang dia ketahui tentang Paman Daniel berbanding terbalik dengan kenyataan dan kebenaran yang baru saja ia dengar.
"Sebelum Ibumu menghembuskan nafas terakhirnya, ibumu meminta Bibi untuk merahasiakan hal ini sebelum kamu dewasa dan kamu sendiri yang memintanya, dan satu lagi amanah ibumu, tolong kamu ungkap jati diri kamu di depan keluarga besar Abimanyu Hermansyah Wijaya," terang Bibi Aminah.
Menurut sepengetahuannya, Uncle Daniel meninggal dunia dalam keadaan masih lajang dan tidak pernah sekalipun menikah dan Unclenya semasa hidupnya menderita suatu penyakit yang kronis.
"Ini tidak mungkin, tapi kalau seperti ini fakta yang sudah terungkap sudah jelas mengatakan kalau aku saudara sepupu dengan Dewi Istriku," batinnya Dewa.
Itu lah sebabnya Dewa tidak ingin mempercayai apa yang didengarnya walaupun seperti itu lah kebenarannya yang ada. Dewa mendekati Dewi dan memeluk istrinya untuk memberikan dukungan moril dan kekuatan agar Dewi kuat, strong dan sabar.
"Kalau memang seperti itu faktanya, Aku sebagai anak akan menerima kenyataan ini dengan lapang dada tapi aku tidak akan menuntut hak aku sebagai pewaris atau pun sebagai keturunan dari Daniel Wijaya sekalipun ibu aku memintaku untuk melakukannya," dengusnya Dewi.
"Tapi nak, ibu kamu menginginkan semua keluarga Wijaya tahu kalau kamu adalah cucunya Pak Hermansyah Wijaya, ibu kamu tidak bermaksud untuk membuat kamu menjadi cucu yang tidak berbakti kepada keluarga besarmu, dan sebenarnya ibu kamu tidak menginginkan kamu mengungkapkan kebenarannya di depan mereka karena harta dan warisan nak bukan seperti itu," tampik Bibi Aminah yang masih terisak sambil berbicara.
__ADS_1
Uncle Park langsung menengahi karena Dewi bersikeras untuk tidak memberitahukan kebenaran ini di depan keluarga Hermansyah Wijaya.
"Nak! Tolong penuhi keinginan dan amanah terakhir ibu kamu, apa kamu ingin melihat ibu kamu tidak tenang di alam sana Nak, kasihanilah adikku Nak Delia, cukuplah di dunia adikku merasakan ketidak bahagiaannya," ungkap uncle Park yang sudah meneteskan air matanya di dalam permohonannya kepada Dewi, bahkan Uncle Park langsung bersujud di hadapan Dewi dan Dewa kedua Nona dan Tuan Muda mereka.
Dewi tidak kuasa melihat air mata uncle Park dan Bibi aiNun sehingga Dewi memalingkan wajahnya. Dewa segera membantu Uncle Park untuk berdiri.
"Kalau mereka menginginkan kehadiranku, kenapa tidak ada satupun dari mereka yang mencari kami, apa kah ibuku tidak pantas bahagia bersama suaminya???" Geram Dewinta yang sudah emosi dan menaikkan sedikit suaranya.
Delia kembali menangis meraung mengingat perjuangan ibunya dulu setelah mengetahui informasi yang sebenarnya.
"Ayak Wirawan di mana saat itu, apa dia sudah melupakan ibuku dan tidak mencintai ibuku lagi sehingga pak Wirawan tidak mencari keberadaan kami??" ucap Delia yang sudah tersulut Emosinya.
"Sayang, ingat kamu sedang hamil sayang, apa kamu lupa ada calon baby kita di dalam sini," pungkasnya Dewa sembari mengelus dan menunjuk ke arah perut Dewi.
Dewi pun tersadar dan beristighfar berulangkali. Dan langsung menangis tersedu-sedu.
"Iya Nak, ingat bayi kamu," tutur Bu Aminah dari balik telponnya.
"Maafkan Mama sayang, Mama melupakan kamu," sesalnya Dewi seraya mengelus perutnya yang masih datar.
Dewa Abimanyu pun sudah meneteskan air matanya tapi dia buru-buru menghapus jejak air matanya karena tidak ingin dilihat oleh Dewi yang bisa membuat Dewi bersedih.
Uncle Jung langsung memegang tangan Dewinta dan meminta maaf kepada Dewi atas ketidak mampuannya lah yang membuat adiknya Diana hidup menderita.
__ADS_1
"Sebenarnya yang kamu tahu tentang ayahmu hanya lah secuil dari kisah nyata mereka nak, bahkan kamu tidak akan sanggup berkata apapun setelah tahu kenyataan yang sebenarnya," tutur uncle Park Kim Jung.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
I love you all Readers…..