
Dewa tersenyum tipis, "Baiklah ikut Mas, kalau gitu," ajaknya Dewa.
Mereka bergandengan tangan ke arah dapur dan membuat mata yang memandang mereka dibuat jeles dengan keromantisan mereka berdua. Dewa menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dia masak sesuai permintaan Dewi.
Dewa mulai membersihkan daging lalu memotong daging itu sesuai seleranya. Dewa Ingin memasak makanan yang semuanya berbahan daging sapi. Ada Bulgogi, Tteok Galbi yang akan rencananya Dewa masak spesial kekasih halalnya.
Dewa tanpa banyak pikir langsung mengiyakan dan memenuhi keinginan dan permintaan Istrinya, yang paling penting bagi Dewa istrinya bahagia dan selama ia bisa memenuhinya kenapa tidak.
Dewa menatap intens istrinya yang sedang ingin makan sesuatu," Aku akan berusaha semampuku untuk melaksanakan semua yang kamu inginkan sayang, aku tak akan menolaknya yang penting Mas bisa."
Dewa menarik tangan kanannya Dewinta lalu segera mengecupnya sekilas setelah berkata demikian di depannya Dewi.
Dewi terharu mendengar perkataan dari suaminya tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi pipinya itu.
"Syukur Alhamdulillah… makasih banyak sayang, aku sangat bahagia mendengarnya dan bersyukur kepada Allah SWT karena mendapatkan suami yang sangat baik dan pengertian, semoga pernikahan kita sampai di jannahnya Allah kelak dikemudian hari," ujarnya Dewi dengan berharap besar.
"Amin ya rabbal alamin," timpalnya Dewa.
Dewinta saat itu ingin makan malam menu makanan khas orang Korea Selatan. Tanpa banyak pikir Dewa dengan senang hati memenuhi permintaan Dewi tersebut.
"Sayang apa kamu suka gak kalau Mas masakin kamu makanan yang berbahan dasar daging sapi?" Tanya Dewa yang menatap istrinya.
Dewi baru saja sekilas hanya mendengar nama masakan yang akan suaminya masak. Ia sudah membuat air liurnya hampir menetes karenanya.
Dewi melihat ke arah Dewa dengan bola matanya yang berbinar-binar terang dan bahagia, "Suka suka sangat Mas.. betul betul betul," ucap Dewinta sambil menirukan bicara khasnya si kembar yang berasal dari Malaysia.
__ADS_1
Dewa hanya tersenyum dan bahagia melihat tingkah lakunya Dewi yang menurutnya berbeda dengan biasanya. Kebahagiaan terbesar Dewa adalah melihat senyuman manis diwajahnya cantik istrinya. Dia akan memasak makanan bulgogi yang terbuat dari daging sirloin dengan bumbu kecap, gula pasir dan bawang bombay yang rasanya pasti manis.
Dewa tanpa menunggu lama ia memulai menjelaskan jenis makanan yang akan dimasaknya beserta bahan-bahan yang dia pakai di depan Dewi yang sudah antusias menunggu hasil masakannya.
Dewi sudah menelan ludahnya mendengar makanan yang akan dimasak oleh Dewa. Setelah masakan pertamanya jadi, Dewa melanjutkan untuk memasak masakan ke duanya.
Dewa melanjutkan masakannya dengan masih menggunakan bahan dasar daging sapi, yaitu tteok galbi. Tteok galbi terbuat dari daging dan iga sapi yang dicincang kasar, lalu dibentuk bulat pipih dan kemudian dibakar. Aroma sedapnya terbuat dari rempah-rempah.
Tteok galbi kata yang sangat sulit diucapkan oleh author, tetapi menjadi makanan kesukaan Dewi dikala dirinya hamil anak ke tiganya. Dewi merasakan hal yang sangat berbeda sewaktu hamil pertamanya dengan yang sekarang saat mengandung anak kembarnya.
Dewi lebih suka makanan seafood dan makanan khas Indonesia. Bahkan alergi jika itu makanan Korea asal suaminya. Dewa segera menyelesaikan masakannya.
Setelah beberapa menit kemudian, masakan yang dimasaknya sudah jadi Dewa membawa makanan tersebut yang masih mengepul asapnya ke meja makan. Dewi terlihat begitu bahagia dan senangnya seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah boneka dari orang tuanya.
Mata Dewi berbinar menandakan kebahagiaan yang tengah dia rasakan. Dewi segera mengambil beberapa potong makanan dan langsung memakan makanan itu, walaupun Dewa belum mempersilahkan Dewi untuk mulai makan.
Dewi sangat suka dengan hasil karya dari tangan suaminya. Bahkan ia menganggap ini masakan ala resto korean.
Dewi tersenyum ke arahnya Dewa, "Masakan Mas benar-benar nikmat dan lezat," puji Dewi yang berbicara sambil mengunyah makanannya.
"Selesaikan dulu makannya sayang baru kamu berbicara, nanti keselek makanan loh," tuturnya sambil membersihkan sisa makanan diwajah Dewa.
Dewi mengelus perutnya diam-diam, "Kamu suka yah masakan papa, nak!" batinnya Dewi dengan tersenyum sumringah.
Dewi makan dengan lahap dan tanpa rasa segan di depan suaminya. Ia menghabiskan seluruh makanan yang dimasak Dewa tanpa tersisa sedikitpun.
__ADS_1
Dewi tersenyum simpul, "Alhamdulillah, makasih banyak Mas sudah masakin makanan yang Dewi suka, aku juga sudah kenyang," imbuhnya sambil menyelesaikan makannya.
"Syukur Alhamdulillah… kalau kamu suka dengan semua yang Mas masak," tuturnya Dewa.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…..