Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 7


__ADS_3

Dewi kemudian berjalan ke arah pintu kamar mandinya. Sedangkan Dewa masuk ke dalam kamar pribadi tempat khusus untuk ganti pakaian. Beberapa saat kemudian, ia sudah selesai dengan acara ganti pakaiannya sedangkan Dewi belum juga keluar dari kamar mandi. Dewi berendam di dalam bathtub nya yang sudah terisi air hangat dan sabun aromaterapi.


Dewi sangat menikmati acara mandinya, wangi dari sabun aromaterapi itu membuat tubuh dan pikiran Dewi rileks sehingga membuatnya benar-benar menikmati mandinya. Sehingga ia melupakan, jika suaminya menginginkan sesuatu terhadap dirinya.


Berselang beberapa saat kemudian, Dewi sudah menyelesaikan mandinya lalu keluar dari dalam bathub. Langkahnya kembali perlahan menapaki lantai marmer tersebut.


Dewi kemudian berjalan ke arah ruangan khusus untuk ganti pakaian. Dewi tidak memperhatikan kalau suaminya sudah terlelap dalam tidurnya saking enaknya berendam dalam air sabun aroma terapi.


Dewi merias dirinya sendiri sebelum naik keatas ranjangnya. Ia sudah bersiap naik ke ranjang king size-nya. Tapi apa yang dia dapatkan yaitu wajah damai suaminya Dewa yang sudah berdamai dengan dunia mimpinya.


Dewi hanya tersenyum dengan kelakuannya di dalam kamar mandi yang sudah lupa kalau dia sudah berjanji ingin melayani Dewa. Dewinta tidak ingin mengganggu tidur suaminya.


Akhirnya ia memutuskan untuk ikut berbaring dan tak lupa Dewi mencium kening dan bibir suaminya sebelum kembali ikut berbaring di sampingnya.


"Maafkan Dewi Mas, aku kelupaan saat mandi tadi," gumamnya Dewi.


Keesokan harinya, Dewa dan Dewi pamit untuk pulang ke rumahnya. Karena mereka ingin menyiapkan segala keperluan yang akan mereka bawa ke Korea Selatan.


"Ma, Dewi pamit dulu yah, mau pulang ke rumah soalnya insya Allah malam ini, kami sudah mau berangkat ke Korea Ma!" Pamitnya Dewinta kepada Mama mertuanya Bu Elisha.


"Hati-hati sayang, iya ingat kalau kamu sudah sampai telpon Mama dan kunjungi rumah Oma kamu di Seoul," Ucap Nyonya Elisah.


"Titip Zacki dan Zahrah yah Ma,"pinta Dewa di hadapan Mamanya.


"Tanpa kamu minta pun Mama pasti akan menjaga cucu kesayangan Mama," timpal Bu Elisha.

__ADS_1


Dewi dan Dewa bergantian mencium tangan Mama Elisha.


"Zack dan Zahrah kalian di sini saja yah Nak, entar sore kalau Mama akan berangkat baru Mama jemput kalian, gak apa-apa kan?" ujarnya Dewi.


"Ok Mamaku yang paling cantik se jagad raya!" Pujinya Zahrah sembari memeluk tubuh mamanya.


"Anak-anak Ayah memang yang terbaik deh," sahutnya Dewa sambil memeluk kedua anak kembarnya.


Perlahan-lahan mereka meninggalkan kediaman keluarga besar Wijaya. Mobilnya mereka sudah bergabung dengan pengguna jalan lainnya dan bertolak ke arah jalan raya. Dewa yang sedari tadi irit bicara membuat Dewi keheranan dan sangat kecewa dan sedih.


"Maafkan Dewi yah, semalam aku keasyikan mandi jadi lupa lalau sku ada janji sama Mas," jelasnya Dewi dengan raut wajahnya yang sendu.


Dewa tidak menggubris perkataan dari Dewi, Dewa ingin mengetahui dan melihat apakah Dewi merasa bersalah atau tidak karena telah ingkar janji.


"Maafkan Dewi yah Mas, aku kan gak sengaja, apa Mas marah sama aku?" Tuturnya Dewi sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Matanya Dewi sudah mulai berkabut dan berkaca-kaca Ingin meneteskan air matanya. Tapi, Dewi berusaha untuk tetap menahan tangisnya, Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan suaminya sendiri. Dewi sudah tidak tega melihat istrinya yang sudah ingin menangis.


"Mas tidak marah kok sayang, kakak tadi hanya memikirkan sesuatu kok," jelasnya Dewa yang tidak ingin melihat Istrinya meneteskan air matanya sambil menciumi jemari tangan Dewi.


"Tapi Mas tidak kecewa sama Dewi kan?" Tanya Dewi penuh harap yang ingin memastikan kalau suaminya sama sekali tidak marah ataupun kecewa kepadanya.


"Kakak tidak akan bisa marah kepadamu, apapun yang kamu lakukan, hanya satu permintaan Mas, aku mohon untuk tidak berfikir atau pun berniat ingin pergi jauh dari sisi dan hidupnya Mas!" mohon Dewa dihadapan Dewi.


"Makasih banyak Mas, kalau tidak marah dan kecewa sama Dewi," tutur Dewi sambil tersenyum lega.

__ADS_1


Dewi mencium sepintas bibir suaminya itu dengan penuh kelembutan. Sedangkan Dewa hanya tersenyum menanggapi ciuman itu.


"Kamu sudah mulai berani yah, bersiaplah sayang karena sesampainya kita di Korea aku tidak akan memberi waktu kamu untuk beristirahat," gumamnya Dewa.


Dewinta yang mendengar gumaman suaminya itu spontan menyadarkan kepalanya ke pundaknya Dewa yang masih setia mengemudikan mobilnya yang hanya menanggapi dengan senyuman perkataan suaminya tersebut.


...----------------...


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…..


__ADS_2