Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 92


__ADS_3

Dewi kaget mendengarnya sekaligus bahagia karena Rina tidak jadi menikah dengan Laki-laki bajingan itu. Dewa dan Dewi kembali melanjutkan perjalanannya menuju kediaman Utama Keluarga Wijaya Kusuma. Karena tadi Bu Elsa menelpon mereka dan menyuruh mereka untuk berkunjung.


Sedangkan di New York city.


Arjuna sudah bersiap untuk berangkat ke Indonesia. Emre sudah tidak sabar untuk mencari keberadaan perempuan yang akhir-akhir ini sudah menyita perhatian dan fikirannya. ia seakan-akan ingin menemui kekasih pujaan hatinya yang sudah lama Dia tidak temui.


"Ya Allah maafkanlah Aku yang telah berdosa karena telah menyakiti perempuan itu," tuturnya Arjuna yang sangat menyesal dengan semua yang sudah ia perbuat dalam ketidak sadarannya saat itu.


Arjuna semakin sedih dan menyesali jika ia tahu siapa perempuan itu yang tidak lain adalah sahabat baik kakak iparnya.


Beberapa hari kemudian, Sinta sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya. Karena keadaan Sinta Ismayanti Rajab juga sudah cukup membaik. Luka yang ada di pergelangan tangannya pun Juga sudah nampak mulai mengering. Tapi luka di hatinya, entahlah hanya Sinta dan Author yang tahu.


"Mungkin ini yang terbaik untuk saya dan Yudis Rangga Priyono ya Allah kuatkan lah hambaMu ini dan maafkanlah segala dosa-dosaku," gumamnya Sinta dalam tangisnya sesekali menyeka air matanya saking hancur dan sedihnya.


Sinta masih meminta cuti kepada Dewa Presdir tempat ia bekerja. Karena Rina masih sedikit kurang sehat, Rina mengeluhkan kepalanya yang sering pusing tapi hal itu dia tidak sampaikan kepada Kedua orang tuanya. Sinta tidak ingin kedua orang tuanya terbebani lagi.


Sinta duduk di teras rumahnya sambil menyaksikan rintik hujan yang membasahi bumi. Sambil melamun tentang kisah percintaannya. Tiba-tiba Yudi Rangga datang bertamu, nampak semburat kebahagiaan di wajahnya Sinta yang berharap kedatangan Yudi untuk mengajaknya balikan dan menyambung kembali pertunangannya.


Yudi berjalan seperti seseorang yang tidak ada beban sedikitpun. Dia bagaikan orang yang sama sekali sedikitpun Tidak bersedih dengan pembatalan pernikahannya saja. Seolah-olah ia telah memenangkan hadiah yang sangat banyak.


Sedangkan Sinta sudah ada sedikit embun di pelupuk matanya. Hanya menunggu waktu kapan embun itu mengalir di pipi tirusnya Sinta yang hatinya sangat sedih dan penuh kecewa.

__ADS_1


"Assalamu alaikum Sinta," ucap Rangga.


"Waalaikum salam Kak, silahkan duduk Kak," balasnya Sinta yang berusaha tersenyum di depan Yudi.


Yudi pun mendudukkan tubuhnya ke kursi yang tersedia di teras rumahnya Sinta, "Gimana kabarmu Sinta, Abang harap kamu baik-baik saja" Ucap Rangga.


"Alhamdulillah kabar Aku baik-baik saja," Jawab sendu Sinta.


Yudi tanpa ragu ia pun menyodorkan sebuah surat undangan Berwarna pink shof seperti undangan yang diinginkan Sinta dulu, ia kaget melihat undangan itu. Sinta pun mengambil undangan itu dan tidak banyak bicara dan langsung membuka lalu membacanya.


Sinta langsung shock setelah mengetahui siapa nama yang tertera di dalam isi undangan itu. Tapi Sinta berusaha untuk tidak memperlihatkan hal itu dihadapan Yudha.


"Makasih banyak Sinta, semoga kamu bisa datang ke acara resepsi pernikahan aku dengan Rinda," Ucap Rangga yang tidak berdosa dan bersalah sama sekali.


"Insya Allah Kak," jawab singkat Sinta yang berusaha untuk menahan air matanya yang akan jatuh.


"Kalau begitu aku permisi dulu yah, moga kamu segera sehat jadi bisa datang di acaraku nanti," ucap Rangga sebelum meninggalkan rumah Rina.


Baru beberapa langkah kaki Yudi meninggalkan rumah Rina, seseorang dosok perempuan turun dari Mobil yang dipakai Rangga. Sinta semakin dibuat shock setelah melihat perempuan itu. Ternyata Rindu yang dimaksud dalam Isi undangan itu adalah cewek yang baru bekerja selama tiga tahun di perusahaan sinopec group.


Yudis tidak habis pikir kenapa Yudi tega melakukan ini semua kepadanya. Air mata yang sudah lama ia tahan akhirnya Jatuh juga membasahi pipi putihnya. Sinta terisak dalam diamnya. Hal itu tidak luput dari penglihatan mama Siti. Mamanya pun ikut bersedih melihat putri semata wayangnya yang bersedih.

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.. Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2